buku

Bab 5 Korban Ketiga: Ron Woodworth

Ron Woodworth, yang biasa dipanggil
“Mac”, adalah seorang pria tua.
Ia bukanlah orang asing bagi Shelly.
Bertahun-tahun sebelum semua
kekejaman ini terjadi, Ron dan Shelly
pernah menjalin hubungan asmara.
Mereka adalah sepasang kekasih.
Hubungan itu sudah lama berakhir,
dan Shelly sudah menikah dengan
Dave. Tapi Ron tidak pernah
benar-benar melupakan Shelly.

Di masa tuanya, Ron adalah pria yang
kesepian. Ia tinggal sendirian.
Ia tidak memiliki keluarga dekat yang
merawatnya. Kesehatannya mulai
menurun. Uang pensiunnya adalah
satu-satunya hal yang ia miliki.
Dalam kesendiriannya, ia mengingat
Shelly. Shelly, dengan karismanya
yang luar biasa, tahu persis bagaimana
cara memanipulasi seseorang.
Ia mungkin menghubungi Ron,
berbicara dengan suara yang lembut
dan penuh perhatian, mengatakan
hal-hal seperti, “Aku tidak tega
membayangkan kamu tinggal
sendirian di usiamu sekarang. Kenapa
kamu tidak tinggal bersama kami?
Kami akan merawatmu. Kamu tidak
perlu khawatir tentang apa pun lagi.”

Bagi Ron, tawaran ini terdengar
seperti jawaban atas doa-doanya.
Seorang wanita yang pernah ia cintai,
sekarang menawarkan rumah yang
hangat dan perawatan di hari tuanya.
Ia mungkin berpikir bahwa ini adalah
kesempatan untuk menghabiskan
sisa hidupnya dengan damai,
dikelilingi oleh orang-orang yang
peduli padanya. Dengan penuh
kepercayaan, Ron mengemasi
barang-barangnya dan pindah
ke rumah Knotek.

Ia tidak tahu bahwa ia baru saja
berjalan ke dalam neraka.

Begitu Ron menetap di rumah itu,
statusnya langsung berubah. Ia bukan
lagi tamu terhormat. Ia bukan lagi
mantan kekasih yang dirindukan.
Ia adalah tahanan. Ia adalah sumber
uang. Ia adalah target berikutnya.
Ron sudah tua, tubuhnya lemah, dan
ia tidak memiliki siapa pun yang akan
mencarinya jika ia tiba-tiba
menghilang. Bagi Shelly, Ron adalah
korban yang sempurna.

Bagaimana mungkin seorang
mantan kekasih tinggal serumah
dengan suami?

Tapi justru di sinilah letak kejeniusan
manipulasi Shelly. 

Pertama, kita harus melihat ini dari
sudut pandang 
Ron. Ron adalah pria
tua. Ia sudah tidak muda lagi,
kesehatannya menurun, dan ia
kesepian. Di masa tuanya,
ia mengingat Shelly, seseorang yang
pernah ia cintai di masa lalu.
Mungkin Shelly, dengan
kepribadiannya yang karismatik dan
manipulatif, masih bisa membuat
Ron percaya bahwa ia adalah teman
yang baik. Shelly mungkin mengatakan
hal-hal seperti, “Aku dan suamiku akan
merawatmu di hari tuamu. Kamu tidak
perlu tinggal sendirian lagi. Anggap
saja rumah kami sebagai rumahmu
sendiri.” Bagi Ron yang kesepian dan
tidak punya banyak pilihan, tawaran
ini terdengar seperti penyelamatan.
Ia tidak tahu bahwa ia sedang berjalan
ke dalam perangkap.

Kedua, kita harus melihat ini dari
sudut pandang 
Shelly. Shelly tidak
pernah melakukan sesuatu tanpa
alasan. Ia tidak mengundang Ron
karena kebaikan hatinya.
Ia mengundang Ron karena 
uang.
Ron memiliki uang pensiun dan
tabungan. Begitu Ron pindah
ke rumah itu, Shelly langsung
mengambil alih semua uangnya.
Ron menjadi tergantung sepenuhnya
pada Shelly karena ia tidak punya
uang sepeser pun untuk pergi. Jadi,
alasan Shelly mengizinkan mantannya
tinggal serumah bukanlah karena
cinta atau persahabatan. Ini murni
karena ia melihat Ron sebagai sumber
uang dan korban yang mudah.

Ketiga, Dave tidak akan melarang.
Kita sudah melihat bahwa Dave selalu
menuruti apa pun yang diinginkan
Shelly. Jika Shelly mengatakan bahwa
Ron akan tinggal bersama mereka,
Dave tidak akan membantah.
Ia mungkin cemburu atau tidak
nyaman, tapi ia sudah terbiasa
menekan perasaannya sendiri
demi menuruti istrinya.

Jadi, situasi ini bukanlah tentang
hubungan cinta segitiga yang aneh.
Ini adalah tentang 
predator dan
mangsa
. Shelly sengaja mengundang
Ron ke rumahnya karena ia tahu Ron
adalah target yang mudah: tua, lemah,
punya uang, dan tidak punya keluarga
yang akan mencarinya. Rumah itu
bukanlah tempat tinggal bersama
yang penuh kehangatan. Rumah itu
adalah jebakan.

Bagaimana Shelly Merampok
Uang Ron

Perampokan uang Ron tidak terjadi
dalam satu malam.
Shelly melakukannya secara bertahap
dan penuh perhitungan. Ini adalah
proses manipulasi yang licik.

Langkah pertama: Membangun
kepercayaan dan
ketergantungan.
 Awalnya, Shelly
bersikap sangat baik pada Ron.
Ia memastikan Ron merasa nyaman
dan diterima. Ia memasakkan
makanan untuknya. Ia berbicara
dengan nada yang lembut. Ron yang
kesepian dengan mudah memercayai
kebaikan ini. Ia mulai merasa bahwa
Shelly benar-benar peduli padanya.

Langkah kedua: Mengambil alih
keuangan dengan alasan
membantu.
 Setelah beberapa waktu,
Shelly mulai menanamkan gagasan
bahwa Ron sudah terlalu tua untuk
mengurus keuangannya sendiri.
Dengan suara yang penuh perhatian,
ia mungkin mengatakan, “Ron, aku
khawatir padamu. Mengurus tagihan
dan uang itu rumit. Bagaimana kalau
aku saja yang mengurus semuanya
untukmu? Kamu tidak perlu pusing
memikirkan apa pun. Aku akan
pastikan semuanya beres.” Ron, yang
sudah memercayai Shelly sepenuhnya,
setuju. Ia menyerahkan akses
ke rekening banknya. Ia memberikan
uang pensiunnya, tabungannya,
semua yang ia miliki.

Langkah ketiga: Memutus akses
Ron ke uangnya sendiri.
 Begitu
uang itu sepenuhnya berada dalam
kendali Shelly, Ron tidak lagi
memiliki apa pun. Ia tidak bisa
membeli makanan. Ia tidak bisa
membayar transportasi. Ia bahkan
tidak bisa menelepon siapa pun karena
Shelly juga mengontrol telepon. Ron
menjadi sepenuhnya bergantung pada
Shelly untuk bertahan hidup. Tanpa
uang, ia tidak bisa melarikan diri.
Tanpa uang, ia terjebak.

Langkah keempat: Menggunakan
uang itu untuk kepentingan
sendiri.
 Uang pensiun dan tabungan
Ron tidak digunakan untuk
merawatnya. Shelly menggunakan
uang itu untuk dirinya sendiri. Untuk
membeli barang-barang yang ia
inginkan. Untuk memperbaiki
rumah. Untuk apa pun yang ia mau.
Ron, yang sudah memberikan
segalanya, kini diperlakukan bukan
sebagai penyumbang yang murah hati,
melainkan sebagai beban yang harus
disingkirkan.

Bagaimana Ron Disiksa

Setelah uang Ron habis, Shelly tidak
lagi membutuhkannya. Sekarang,
Ron hanyalah mainan baru yang bisa
ia siksa. Pola penyiksaan yang sudah
menewaskan Kathy Loreno dan
menghancurkan Shane Watson kini
diterapkan pada Ron, dengan
intensitas yang bahkan lebih brutal.

Isolasi total. Shelly memastikan
bahwa Ron sama sekali tidak bisa
menghubungi dunia luar. Telepon
tidak boleh digunakan. Surat tidak
boleh dikirim. Tidak ada tamu
yang boleh datang. Jika ada
tetangga yang bertanya, Shelly akan
mengatakan bahwa Ron sedang sakit
dan tidak bisa diganggu.
Ron sendirian, dikelilingi hanya oleh
para penyiksanya, tanpa harapan
bantuan dari luar.

Penghinaan verbal yang tak
henti.
 Setiap hari, Shelly memaki
Ron. Ia mengatakan bahwa Ron
adalah pria tua yang tidak berguna.
Ia adalah beban yang memalukan.
Ia adalah parasit yang hanya
menghabiskan udara. Shelly
sering kali mengolok-olok usia Ron,
mengatakan bahwa ia sudah terlalu
tua dan seharusnya sudah mati saja.
Kata-kata ini diulang setiap hari,
setiap jam, sampai Ron benar-benar
merasa bahwa dirinya bukan
manusia.

Kelaparan yang disengaja. Shelly
memutuskan bahwa Ron tidak layak
mendapatkan makanan. Makanannya
dikurangi sedikit demi sedikit
sampai akhirnya ia hampir tidak
makan apa pun. Ia dipaksa bekerja
dengan perut kosong, tubuhnya yang
sudah tua menjadi semakin lemah.
Kadang-kadang Shelly akan
meletakkan sepiring makanan
di depan Ron, membiarkannya
mencium aromanya, lalu
mengambilnya kembali. Makanan itu
akan diberikan kepada anjing
di depan mata Ron. Pesannya jelas:
kamu lebih rendah dari anjing.

Kerja paksa yang tidak
manusiawi.
 Meskipun tubuhnya
sudah tua dan lemah, Ron dipaksa
bekerja seperti budak. Ia harus
memindahkan benda-benda berat.
Ia harus membersihkan kandang
hewan dengan tangan kosong.
Ia harus menggali tanah di halaman
belakang. Shelly sering kali
menyuruhnya melakukan pekerjaan
yang sama berulang-ulang. Hari ini
ia disuruh memindahkan tumpukan
batu ke sudut kiri halaman.
Besoknya, Shelly akan mengatakan
bahwa pekerjaannya salah, dan ia
harus memindahkan semuanya
kembali ke tempat semula. Ini
adalah siksaan psikologis yang
dirancang untuk mematahkan
semangat Ron sepenuhnya.

Pemukulan fisik yang brutal.
Shelly memukul Ron dengan tangan
kosong. Dengan ikat pinggang.
Dengan kayu. Dengan benda
apa pun yang bisa ia raih. Dave,
seperti biasa, ikut serta atas perintah
istrinya. Ia juga memukul Ron. Ron
yang sudah lemah karena kelaparan
seringkali tidak bisa berdiri setelah
beberapa pukulan. Tapi Shelly tidak
berhenti. Ia akan menendang Ron
yang sudah tergeletak di lantai dan
menyuruhnya bangun.

Penyiksaan dengan air. Shelly
memiliki obsesi dengan menyiksa
korbannya menggunakan air.
Ia akan menyiram Ron dengan air
dingin di pagi hari saat tubuhnya
masih menggigil. Ia akan memaksa
Ron untuk berdiri di luar saat hujan,
membiarkannya basah kuyup dan
kedinginan. Air adalah alat
penyiksaan yang murah dan tidak
meninggalkan bekas, dan Shelly
menggunakannya dengan kejam.

Malam Kematian Ron
Woodworth

Malam itu sangat dingin. Hujan
turun dengan deras, angin bertiup
kencang, dan suhu udara menusuk
sampai ke tulang. Shelly, entah
karena alasan apa, memutuskan
untuk menghukum Ron dengan
cara yang paling kejam.

Ia memerintahkan Ron untuk
berdiri di luar rumah,
di tengah hujan lebat itu
.
Ron yang sudah tua, lemah, dan
kelaparan tidak punya pilihan selain
patuh. Ia berjalan keluar dengan
langkah yang gemetar. Ia berdiri
di halaman, tanpa jas hujan, tanpa
payung, tanpa perlindungan
apa pun. Air hujan membasahi
seluruh tubuhnya. Pakaiannya
menjadi berat karena air. Angin
dingin menerpa kulitnya.
Ia menggigil hebat. Giginya
gemeretak. Bibirnya membiru
karena kedinginan. Shelly dan Dave
berdiri di dalam rumah yang hangat
dan kering, menyaksikan dari jendela.

Kita tidak tahu berapa lama Ron
berdiri di luar sana. Mungkin
satu jam. Mungkin dua jam.
Mungkin lebih. Yang kita tahu
adalah bahwa pada titik tertentu,
Shelly memanggilnya masuk.
Ron berjalan dengan susah payah.
Tubuhnya gemetar tak terkendali.
Ia hampir tidak bisa melangkah
karena kakinya mati rasa akibat
kedinginan.

Begitu Ron masuk, Shelly tidak
memberinya handuk. Ia tidak
memberinya selimut. Ia tidak
memberinya minuman hangat.
Sebaliknya, Shelly langsung
melanjutkan pemukulan.
Ia memukul Ron berulang kali.
Tinjunya mendarat di wajah,
di dada, di lengan. Dave ikut
memukul. Ron yang sudah hampir
mati kedinginan kini dihajar oleh
dua orang sekaligus.

Ron tidak bisa lagi bertahan.
Ia jatuh. Saat ia jatuh, 
kepalanya
terbentur dengan keras
.
Benturan itu mungkin terjadi
di lantai, di dinding, atau di sudut
meja. Tidak ada yang tahu persis.
Tapi benturan itu cukup keras
untuk menyebabkan cedera fatal.
Ron tergeletak di lantai. Ia tidak
bergerak. Ia tidak bernapas.
Ia sudah mati.

Menghilangkan Bukti

Seperti yang terjadi pada Kathy
Loreno, Shelly dan Dave kini harus
menyingkirkan tubuh Ron. Mereka
tidak panik. Mereka sudah pernah
melakukan ini sebelumnya. Mereka
sudah tahu caranya.

Mereka menyeret tubuh Ron
ke halaman belakang. Halaman yang
sama yang sudah menjadi kuburan
bagi Kathy Loreno. Di sana, di bawah
langit yang mungkin masih gerimis,
mereka 
membakar tubuh Ron
Woodworth
. Api dinyalakan.
Daging dan tulang pria tua yang
pernah mencintai Shelly dilalap api.
Mereka mungkin harus menjaga api
itu selama berjam-jam sampai
semuanya menjadi abu. Asap
mengepul ke langit, membawa serta
semua bukti pembunuhan.

Setelah api padam, mereka
mengumpulkan abunya. Seperti
yang mereka lakukan pada Kathy,
mereka menyebarkan abu Ron
di sekitar properti mereka. Di antara
rumput. Di antara tanah.
Ron Woodworth tidak memiliki
nisan. Tidak memiliki tanda. Tidak
ada yang tahu bahwa ia telah mati.

Dan seperti biasa, Shelly menciptakan
kebohongan. Jika ada yang bertanya
tentang Ron, Shelly akan mengangkat
bahu dan mengatakan bahwa Ron
memutuskan untuk pergi begitu saja.
Ia sudah tua, mungkin ia ingin
jalan-jalan. Mungkin ia pindah
ke tempat lain. Tidak ada yang
bertanya lebih lanjut. Ron
Woodworth hanyalah satu lagi nama
yang hilang, satu lagi nyawa yang
lenyap di tangan Shelly Knotek, satu
lagi rahasia kelam yang terkubur
di halaman belakang rumah yang
tampak biasa-biasa saja.

Rumah Itu Kini Menyimpan
Dua Mayat

Setelah kematian Ron, halaman
belakang rumah Knotek kini
menyimpan abu dua orang: Kathy
Loreno dan Ron Woodworth. Dua
manusia yang datang ke rumah itu
dengan harapan, dan berakhir
sebagai abu yang disebar di tanah.
Dua pembunuhan. Dua kali
penutupan kejahatan dengan api.
Dan Shelly Knotek, dengan
bantuan suaminya Dave, masih
belum tertangkap. Ia masih
menjadi ratu di kerajaan kecilnya
yang penuh teror. Ia masih
menyiksa siapa pun yang cukup
malang untuk berada dalam
jangkauannya. Dan tidak ada yang
tahu kapan semua ini akan berakhir.

kalau masih kurang paham ini
versi yang sederhana:

Guys, setelah Kathy dan Shane,
Shelly masih belum puas. Ceritanya
belum selesai, dan kali ini korbannya
adalah seseorang dari masa lalunya
sendiri. Seorang pria tua yang
harusnya dirawat dengan lembut,
malah diperlakukan kayak sampah.
Namanya Ron Woodworth.

Bab 5: Korban Ketiga, Ron
Woodworth

Ron Woodworth, yang biasa
dipanggil “Mac,” adalah seorang pria
tua. Dia bukan orang asing buat
Shelly. Jauh sebelum semua kekejian
ini terjadi, Ron dan Shelly pernah
punya hubungan asmara. Mereka
adalah sepasang mantan kekasih.
Hubungan itu udah lama banget
berakhir, dan Shelly udah nikah sama
Dave. Tapi, rupanya Ron nggak
pernah benar-benar ngelupain Shelly.

Di masa tuanya, Ron adalah pria yang
kesepian. Dia tinggal sendirian, nggak
punya keluarga dekat yang ngerawat.
Kesehatannya mulai menurun.
Satu-satunya yang dia punya adalah
uang pensiun. Dalam kesendiriannya,
dia keinget Shelly. Dan Shelly, dengan
karismanya yang luar biasa, tahu
persis cara ngejebak seseorang.
Dia mungkin nelpon Ron, ngomong
dengan suara lembut dan manis,
“Aku nggak tega ngebayangin kamu
sendirian di usia sekarang. Kenapa
nggak tinggal bareng kami aja?
Kami bakal rawat kamu, tenang aja.”

Buat Ron, tawaran ini pasti terdengar
kayak jawaban dari doa-doanya.
Wanita yang pernah dia cintai,
nawarin rumah yang hangat dan
perawatan di masa tuanya.
Dia mungkin mikir, ini kesempatan
buat ngabisin sisa hidup dengan
damai, dikelilingi orang yang peduli.
Dengan penuh kepercayaan, Ron
ngemas barangnya dan pindah
ke rumah Knotek. Dia nggak tahu,
dia baru aja berjalan masuk
ke dalem neraka.

Begitu Ron netap di rumah itu,
statusnya langsung jungkir balik.
Dia bukan lagi tamu terhormat,
bukan mantan kekasih yang
dirindukan. Dia adalah tahanan.
Dia adalah sumber duit, dan dia
adalah target berikutnya. Ron
sudah tua, badannya lemah, dan
dia nggak punya siapa pun yang
bakal nyariin kalo dia tiba-tiba
ngilang. Buat Shelly, Ron adalah
korban yang sempurna.

Gimana Shelly Ngerampok
Uang Ron Sampai Abis

Perampokan ini nggak terjadi
semalem. Shelly ngelakuinnya
pelan-pelan, penuh perhitungan.
Ini proses manipulasi yang licik
banget.

Langkah pertama: bangun
kepercayaan. Awalnya, Shelly baik
banget. Dia mastiin Ron ngerasa
nyaman dan diterima. Masakin
makanan, ngomongnya lembut.
Ron yang kesepian langsung
percaya dan ngerasa Shelly tulus.

Langkah kedua: ngambil alih
keuangan pake alesan ngebantu.
Setelah Ron nyaman, Shelly mulai
nanem ide kalo Ron udah terlalu
tua buat ngurus duit sendiri. Dengan
perhatian palsu, dia mungkin
ngomong, “Ron, aku khawatir.
Ngurus tagihan itu ribet. Sini aku
aja yang urus semuanya buat kamu,
kamu tinggal santai.” Ron yang udah
percaya, setuju. Dia nyerahin akses
ke rekening bank, uang pensiun,
tabungan, pokoknya semua yang
dia punya.

Langkah ketiga: mutus akses Ron
ke duitnya sendiri. Begitu duit itu
pindah tangan, Ron nggak punya
apa-apa lagi. Dia nggak bisa beli
makanan, nggak bisa bayar
transportasi, bahkan nggak bisa
nelpon siapa pun karena Shelly juga
ngontrol telepon. Ron jadi
sepenuhnya bergantung, dan tanpa
duit, mustahil buat dia kabur.

Langkah pamungkasnya: duitnya
dipake sendiri. Uang pensiun dan
tabungan Ron nggak dipake buat
ngerawat dia. Shelly pake duit itu
buat dirinya sendiri, buat belanja,
perbaiki rumah, terserah dia.
Ron yang udah ngasih segalanya,
kini malah diperlakukan sebagai
beban yang harus dibuang.

Penyiksaan yang Bikin Lo
Nggak Percaya Itu Terjadi

Setelah duitnya habis, Shelly nggak
lagi butuh Ron. Sekarang, Ron cuma
mainan baru yang bisa dia siksa.
Pola yang sama, yang udah ngebuat
Kathy mati dan Shane cacat,
sekarang diterapin ke Ron, bahkan
dengan intensitas yang lebih sadis.

Isolasi total. Shelly mastiin Ron sama
sekali nggak bisa kontak dunia luar.
Telepon nggak boleh dipake, surat
nggak boleh dikirim, tamu nggak
boleh dateng. Kalau ada tetangga
yang nanya, Shelly bilang Ron lagi
sakit. Ron sendirian, cuma
dikelilingi para penyiksanya.

Penghinaan verbal yang nggak ada
hentinya. Setiap hari Shelly
maki-maki Ron. Dia dibilang tua
bangka, nggak berguna, beban yang
memalukan, parasit. Shelly sering
ngolok-olok usia Ron, bilang dia udah
terlalu tua dan harusnya mati aja.

Kelaparan yang disengaja. Shelly
mutusin Ron nggak pantes dikasih
makan. Porsinya dikit demi dikit,
sampe akhirnya hampir nggak
makan apa-apa. Dia dipaksa kerja
berat dengan perut kosong. Tubuh
tuanya makin lemah. Kadang Shelly
sengaja naruh sepiring makanan
di depan Ron, biarin dia nyium,
terus ngambil lagi dan ngasih
ke anjing. Pesannya kejam:
lo lebih rendah dari binatang.

Kerja paksa yang nggak manusiawi.
Meski udah tua dan lemah, Ron
dipaksa kerja kayak budak. Mindahin
benda berat, bersihin kandang hewan
pake tangan, gali tanah di halaman.
Shelly suka nyuruh kerjaan yang sama
berulang-ulang. Hari ini mindahin
batu ke kiri, besok disuruh balikin lagi.
Ini siksaan psikologis biar mentalnya
hancur total.

Pemukulan fisik yang brutal. Shelly
mukul Ron pake tangan, ikat
pinggang, kayu, benda apapun.
Dave, tentu aja, ikut mukul. Ron yang
udah lemes karena laper sering jatuh.
Bukannya berhenti, Shelly malah
nendangin dan nyuruh dia bangun.

Penyiksaan dengan air. Shelly punya
obsesi nyiksa pake air. Dia nyirem
Ron pake air dingin pas badannya
lagi menggigil. Maksa Ron berdiri
di luar pas hujan, biarin dia basah
kuyup dan kedinginan. Air itu alat
penyiksaan yang murah dan nggak
ninggalin bekas, dan Shelly pake itu
dengan kejam.

Malam Kematian yang Dingin
dan Keji

Malam itu dingin banget. Hujan
deras, angin kenceng, suhu menusuk
tulang. Shelly, entah setan apa yang
ngerasuki pikirannya, mutusin buat
ngukum Ron dengan cara paling
kejam. Dia merintah Ron buat berdiri
di luar rumah, di tengah hujan lebat.
Ron yang udah tua, lemah, dan
kelaparan, nggak punya pilihan
selain patuh. Dia jalan keluar dengan
langkah gemeteran. Dia berdiri
di halaman, tanpa jas hujan, tanpa
perlindungan. Air hujan ngebasahin
seluruh badannya, bajunya berat,
angin dingin nerpa kulitnya, dia
menggigil hebat, bibirnya membiru.
Shelly dan Dave berdiri di dalem
rumah yang anget dan kering,
nonton dari jendela.

Kita nggak tahu pasti berapa lama
Ron berdiri. Mungkin sejam, dua
jam, atau lebih. Yang jelas, pas Shelly
manggil dia masuk, Ron udah hampir
nggak bisa jalan. Badannya
gemeteran hebat. Dan lo tahu apa
yang terjadi? Begitu Ron masuk,
Shelly nggak ngasih handuk, nggak
ngasih selimut, nggak ngasih
minuman anget. Dia malah langsung
lanjut mukulin Ron. Tinjunya
mendarat di mana-mana.
Dave ikut mukul. Ron yang udah
hampir mati kedinginan, sekarang
dihajar dua orang.

Ron udah nggak bisa bertahan.
Dia jatuh. Pas jatuh, kepalanya
kebentur keras, mungkin di lantai
atau sudut meja, sampai ngebuat
cedera fatal. Ron tergeletak, nggak
gerak, nggak napas. Dia udah mati.

Menghilangkan Bukti, Lagi

Kayak yang terjadi sama Kathy,
Shelly dan Dave sekarang harus
ngilangin tubuh Ron. Mereka
nggak panik, soalnya ini udah
yang kedua kalinya. Mereka udah
jago. Mereka nyeret tubuh Ron
ke halaman belakang, halaman
yang sama yang udah jadi kuburan
Kathy. Di sana, mereka bakar
tubuh Ron Woodworth. Api nyala,
daging dan tulang pria tua yang
pernah mencintai Shelly itu dilalap
api. Mereka mungkin jaga api itu
berjam-jam sampe semuanya jadi
abu. Asapnya ngepul ke langit,
bawa semua bukti pembunuhan.

Setelah api padam, mereka
ngumpulin abunya dan nyebar
di sekitar properti. Di antara rumput,
di antara tanah. Ron Woodworth
nggak punya nisan, nggak punya
tanda. Nggak ada yang tahu dia udah
mati.

Dan kayak biasa, Shelly bikin
kebohongan. Kalau ada yang nanya,
dia bakal bilang Ron pergi gitu aja,
mungkin lagi jalan-jalan atau pindah.
Nggak ada yang nanya lebih lanjut.
Ron Woodworth cuma jadi satu lagi
nama yang hilang, satu lagi nyawa
yang lenyap di tangan Shelly, satu lagi
rahasia kelam yang terkubur
di halaman belakang rumah yang
keliatan biasa aja.

Sekarang, guys, halaman belakang
rumah itu nyimpen abu dua orang:
Kathy Loreno dan Ron Woodworth.
Dua manusia yang dateng dengan
harapan, berakhir jadi abu yang
disebar. Dua pembunuhan, dua kali
ngilangin bukti pake api. Dan Shelly
Knotek, dengan bantuan suaminya
Dave, masih belum tertangkap. Dia
masih jadi ratu di kerajaan terornya,
masih nyiksa siapa pun yang sial
masuk ke jangkauannya. Nggak ada
yang tahu kapan semua ini bakal
berakhir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *