Bab 13 The Pursuit of Pep: Food, Drink, and Drugs
Bill Bryson melanjutkan
penelusurannya ke wilayah yang
sangat Amerika: makanan, minuman,
dan obat-obatan. Ia berpendapat
bahwa orang Amerika memiliki
hubungan yang unik dengan
konsumsi. Mereka tidak hanya
makan dan minum untuk bertahan
hidup. Mereka melakukannya dengan
semangat yang hampir religius,
selalu mencari sesuatu yang lebih
cepat, lebih enak, lebih baru.
Kosakata makanan cepat saji adalah
salah satu sumbangan Amerika yang
paling dikenal di seluruh dunia.
Istilah fast food sendiri lahir dari
budaya yang menghargai kecepatan
dan efisiensi. Orang Amerika tidak
ingin menunggu lama untuk makanan
mereka. Mereka ingin datang,
memesan, dan mendapatkan makanan
dalam hitungan menit. Dari kebutuhan
inilah lahir restoran-restoran dengan
jendela drive-through, di mana kamu
bahkan tidak perlu keluar dari mobil.
Kata hot dog memiliki asal-usul yang
penuh warna. Sosis yang diletakkan
di antara roti panjang sudah ada sejak
imigran Jerman membawa tradisi
frankfurter mereka ke Amerika. Tapi
istilah “hot dog” sendiri konon lahir
dari lelucon. Pada awal abad ke-20,
ada rumor bahwa sosis murah terbuat
dari daging anjing. Seorang kartunis
olahraga bernama Tad Dorgan, saat
melihat penjual sosis di pertandingan
baseball, menggambar kartun dengan
anjing dachshund (anjing sosis)
di dalam roti. Ia tidak tahu bagaimana
mengeja “dachshund”, jadi ia menulis
“hot dog”. Nama ini melekat dan
menyebar ke seluruh negeri.
Coca-Cola adalah cerita tentang
bagaimana sebuah minuman obat
paten berubah menjadi ikon global.
Diciptakan oleh John Pemberton
pada tahun 1886, awalnya dipasarkan
sebagai tonik untuk sakit kepala dan
kelelahan. Namanya berasal dari dua
bahan utama: daun koka (yang
mengandung kokain) dan kacang
kola (yang mengandung kafein).
Kokain kemudian dihilangkan dari
formula pada awal abad ke-20, tapi
namanya tetap bertahan. Coca-Cola
menjadi begitu populer sehingga
selama Perang Dunia II, perusahaan
ini membangun pabrik pembotolan
di seluruh dunia untuk memasok
tentara Amerika.
Era pelarangan alkohol pada tahun
1920-an melahirkan kosakata bawah
tanah yang kaya. Speakeasy adalah
bar tersembunyi di mana orang bisa
minum alkohol secara ilegal.
Namanya berasal dari praktik
berbicara dengan suara pelan
(speak easy) saat meminta masuk,
agar tidak menarik perhatian polisi.
Bootleg awalnya berarti
menyembunyikan botol alkohol
di dalam sepatu bot. Kata ini
kemudian berkembang menjadi kata
kerja yang berarti memproduksi atau
menjual alkohol secara ilegal.
Moonshine adalah alkohol sulingan
yang dibuat secara rahasia pada
malam hari, saat cahaya bulan adalah
satu-satunya penerangan.
Bryson juga mencatat bagaimana
obat-obatan paten pada abad ke-19
melahirkan kata-kata baru.
Obat-obatan ini seringkali tidak lebih
dari campuran alkohol, opium, atau
kokain dengan rasa buah. Tapi
iklannya luar biasa kreatif. Dari
nama-nama obat inilah lahir kata
sifat seperti peppy, yang berasal
dari pil Pep yang katanya bisa
memberi energi. Banyak obat-obatan
ini yang akhirnya dilarang, tapi
kata-kata yang mereka ciptakan
tetap hidup dalam bahasa.
Minuman bersoda juga memiliki
kosakatanya sendiri. Soda pop,
fizz, soda water, tonic.
Di berbagai daerah di Amerika,
minuman yang sama bisa disebut
dengan nama yang berbeda.
Di sebagian besar negara, ia disebut
“soda”. Di Midwest, ia disebut “pop”.
Di Selatan, semua minuman bersoda
sering disebut “Coke”, terlepas dari
mereknya.
Bab 14: Sex and Other
Distractions
Bryson memasuki wilayah yang
paling sensitif dalam bahasa
apa pun: seks dan hal-hal tabu.
Ia mencatat bahwa bahasa Amerika
memiliki hubungan yang rumit dan
seringkali munafik dengan topik ini.
Di satu sisi, Amerika adalah bangsa
yang didirikan oleh para Puritan yang
sangat ketat dalam moralitas.
Di sisi lain, Amerika adalah bangsa
yang menciptakan Hollywood,
burlesque, dan industri hiburan
dewasa yang sangat besar.
Hasil dari ketegangan ini adalah
kekayaan eufemisme dan istilah
slang yang terus bergeser. Orang
Amerika sangat pandai menciptakan
cara-cara baru untuk membicarakan
hal-hal yang tidak bisa mereka
bicarakan secara langsung.
Kata-kata untuk bagian tubuh,
fungsi tubuh, dan aktivitas seksual
terus berevolusi, dari yang vulgar
ke klinis, lalu kembali ke slang baru
yang lebih aman.
Bryson memberikan contoh bagaimana
istilah untuk pakaian dalam wanita
berubah dari waktu ke waktu. Dari
“drawers” menjadi “bloomers”, dari
“unmentionables” menjadi “lingerie”.
Setiap generasi menciptakan kata baru
yang terasa lebih sopan atau lebih
modis, dan setiap kata lama menjadi
ketinggalan zaman atau lucu.
Dunia hiburan juga melahirkan
kosakatanya sendiri.
Bryson mengamati bahwa Amerika
juga memiliki tradisi panjang dalam
menciptakan kata-kata untuk
menggambarkan berbagai tingkat
hubungan romantis. Going steady
berarti berpacaran secara eksklusif.
Petting adalah istilah yang dulu
sangat populer tapi sekarang jarang
digunakan. Making out adalah
istilah yang lebih modern.
Hiburan populer lainnya juga
meninggalkan jejak linguistik.
Vaudeville membawa istilah seperti
headliner, showstopper, dan
one-liner. Sirkus membawa jumbo,
yang awalnya adalah nama seekor
gajah terkenal di sirkus
Barnum & Bailey. Siamese twins
awalnya merujuk pada Chang dan
Eng Bunker, saudara kembar siam
asli yang terkenal di pertunjukan
sirkus.
Bab 15: From Kitty Hawk to
the Moon
Bryson beralih ke wilayah yang
benar-benar mengubah tidak hanya
bahasa, tapi juga cara manusia
memandang dirinya sendiri:
penerbangan dan penjelajahan
antariksa. Dalam waktu yang sangat
singkat, hanya enam puluh
enam tahun, manusia melompat dari
penerbangan pertama yang hanya
berlangsung dua belas detik di bukit
pasir Kitty Hawk, Carolina Utara,
hingga mendarat di bulan.
Setiap lompatan ini melahirkan
kata-kata baru. Ketika Wright
bersaudara berhasil menerbangkan
pesawat mereka pada tahun 1903,
tidak ada kosakata standar untuk apa
yang baru saja mereka lakukan.
Mereka sendiri menyebut mesin
mereka sebagai flying machine.
Kata airplane kemudian menjadi
istilah standar di Amerika, sementara
Inggris tetap menggunakan
aeroplane.
Penerbangan militer selama Perang
Dunia I dan II mempercepat
penciptaan istilah baru. Dogfight
untuk pertempuran udara.
Ace untuk pilot yang menembak
jatuh lima pesawat musuh atau
lebih. Bail out untuk melompat
keluar dari pesawat yang rusak.
Kamikaze dipinjam dari bahasa
Jepang.
Ketika era antariksa dimulai, NASA
menjadi pabrik kata-kata baru yang
belum pernah ada sebelumnya.
Astronaut diciptakan dengan
menggabungkan kata Yunani untuk
“bintang” dan “pelaut”. Cosmonaut
adalah versi Soviet. Countdown
adalah istilah yang dipopulerkan oleh
NASA, meskipun konsepnya sudah
ada dalam film-film fiksi ilmiah
sebelumnya. A-OK adalah frasa yang
konon berasal dari misi Mercury
pertama, ketika astronaut Alan
Shepard menggambarkan kondisinya
sebagai “A-OK”, yang berarti
sempurna. Blast off untuk peluncuran
roket. Splashdown untuk pendaratan
di laut.
Bryson mencatat bahwa istilah-istilah
teknis ini dengan cepat meresap
ke dalam bahasa sehari-hari sebagai
metafora. Orang berbicara tentang
“countdown” menuju ulang tahun
atau liburan. Proyek bisnis yang
gagal disebut “crash and burn”.
Seseorang yang sedang marah
dikatakan “going ballistic”. Bahkan
kata spaceship dan space age
menjadi cara untuk menggambarkan
segala sesuatu yang modern dan
futuristik, dari mobil hingga
pemanggang roti.
Bab 16: Welcome to the Space
Age: The 1950s and Beyond
Bab terakhir ini membawa kita
ke era setelah Perang Dunia II, masa
yang oleh Bryson digambarkan
sebagai periode transformasi paling
cepat dalam sejarah Amerika.
Ekonomi meledak. Teknologi baru
muncul setiap bulan. Budaya
konsumen mencapai puncaknya. Dan
bersama semua perubahan ini,
bahasa Inggris Amerika menyerap
ribuan kata baru.
Television mungkin adalah
penemuan paling berpengaruh pada
era ini. Kata “television” sendiri
sudah ada sejak awal abad ke-20,
tapi baru pada tahun 1950-an ia
benar-benar memasuki setiap rumah
di Amerika. Dari televisi, lahirlah
kata-kata seperti TV dinner, sitcom,
soap opera, game show, talk
show, remote control, couch
potato.
Credit card adalah penemuan lain
yang mengubah cara orang Amerika
berbelanja. Kartu kredit pertama
yang bisa digunakan di banyak toko,
Diners Club, muncul pada tahun
1950. American Express dan
BankAmericard (yang kemudian
menjadi Visa) menyusul. Bersama
kartu kredit, muncullah istilah
charge it, credit limit, minimum
payment, revolving credit.
Suburbia adalah kata yang
menggambarkan ledakan perumahan
di pinggiran kota. Setelah perang,
jutaan tentara kembali ke rumah,
menikah, dan memiliki anak
dalam jumlah besar. Mereka
membutuhkan rumah, dan
pengembang seperti William Levitt
membangun seluruh komunitas dari
nol. Dari sinilah lahir Levittown,
tract housing, split-level, family
room, rec room, carport.
Drive-in adalah konsep yang sangat
Amerika. Orang Amerika tidak mau
keluar dari mobil mereka. Maka
lahirlah drive-in movie, drive-in
restaurant, drive-in bank,
bahkan drive-in church.
Fast food chain seperti
McDonald’s mengubah cara orang
Amerika makan. McDonald’s dimulai
sebagai restoran kecil di California
oleh dua bersaudara bernama
McDonald, tapi Ray Kroc-lah yang
mengubahnya menjadi kerajaan
global. Big Mac, Happy Meal,
golden arches, supersize, semua
adalah sumbangan McDonald’s
pada bahasa.
Rock ‘n’ roll adalah revolusi musik
dan bahasa sekaligus. Istilah
“rock and roll” sendiri adalah
eufemisme lama dalam blues untuk
aktivitas seksual, yang diambil oleh
disc jockey Alan Freed untuk
menamai genre musik baru yang
dimainkan oleh artis kulit hitam
untuk penonton kulit putih. Dari
rock ‘n’ roll lahirlah teenager,
juvenile delinquent, cool, hip,
nerd, geek.
Era ini juga diwarnai oleh kecemasan
nuklir. Cold War, Iron Curtain,
fallout shelter, duck and cover,
Sputnik moment, missile gap,
mutual assured destruction.
Semua istilah ini lahir dari ketakutan
bahwa perang nuklir bisa meletus
kapan saja.
Bryson menutup bukunya dengan
pengamatan bahwa bahasa Inggris
Amerika adalah bahasa yang lahir dari
perubahan yang sangat cepat.
Ia adalah bahasa yang diciptakan oleh
imigran, penemu, pengiklan, tentara,
musisi, dan jutaan orang biasa yang
hanya ingin hidup lebih baik. Setiap
kata adalah catatan kaki dari sejarah
yang lebih besar. Bersama-sama,
kata-kata itu menceritakan kisah
tentang sebuah bangsa yang selalu
bergerak, selalu menciptakan, dan
selalu mencari kata yang tepat untuk
menggambarkan dunia yang terus
berubah.
kalau masih kurang paham ini
versi yang sederhana:
