Bab 17 The Computer Age
Bill Bryson memasuki era yang paling
akrab dengan pembaca modern:
era komputer dan digital. Ia mencatat
bahwa revolusi komputer tidak hanya
mengubah cara kita bekerja,
berkomunikasi, dan berpikir. Ia juga
membanjiri bahasa Inggris dengan
ribuan kata baru, dan sebagian besar
kata-kata ini lahir di laboratorium
dan perusahaan Amerika.
Bryson memulai dengan kata-kata
paling dasar dari komputasi. Bit
adalah singkatan dari “binary digit”,
unit informasi terkecil dalam
komputasi, yang hanya bisa bernilai
nol atau satu. Byte adalah kumpulan
delapan bit, cukup untuk mewakili
satu karakter teks. Istilah ini
diciptakan oleh Werner Buchholz
dari IBM pada tahun 1956. Dari dua
kata sederhana inilah seluruh
kosakata komputer dibangun.
Software adalah istilah yang muncul
untuk membedakan program
komputer dari mesin fisiknya. Mesin
fisik disebut hardware, istilah yang
sudah ada sebelumnya untuk peralatan
dan perkakas. Software adalah sesuatu
yang sama sekali baru dalam sejarah
manusia: produk yang tidak memiliki
wujud fisik, hanya terdiri dari
instruksi-instruksi yang ditulis dalam
kode. Kata program sendiri dipinjam
dari dunia pertunjukan, di mana
program adalah daftar acara yang
akan dimainkan.
Salah satu penemuan paling
berpengaruh dalam interaksi manusia
dengan komputer adalah mouse.
Alat kecil yang digerakkan dengan
tangan ini dinamai demikian karena
bentuknya yang menyerupai tikus,
dengan kabel yang menjuntai seperti
ekor. Nama ini diberikan oleh Douglas
Engelbart, penemu mouse, pada tahun
1960-an. Bryson mencatat bahwa
Engelbart sendiri tidak ingat siapa
yang pertama kali menyebutnya
“mouse”. Nama ini melekat, dan
sekarang digunakan di seluruh dunia
tanpa diterjemahkan.
Boot up adalah istilah yang berasal
dari frasa “to pull oneself up by one’s
bootstraps”, yang berarti melakukan
sesuatu yang tampaknya mustahil.
Komputer, ketika pertama kali
dinyalakan, harus memuat sistem
operasinya dari awal, sebuah proses
yang rumit. Kata ini kemudian
dipendekkan menjadi “booting”.
Jika komputer gagal memuat,
ia harus di-boot ulang, atau reboot.
Cyberspace adalah kata yang
diciptakan oleh penulis fiksi ilmiah
William Gibson dalam novelnya
“Neuromancer” pada tahun 1984.
Gibson menggambarkan cyberspace
sebagai “halusinasi konsensus yang
dialami setiap hari oleh miliaran
operator sah”. Kata ini kemudian
diadopsi oleh dunia teknologi untuk
menggambarkan ruang virtual
di mana komunikasi digital terjadi.
Cyber menjadi awalan yang sangat
produktif: cybersecurity,
cyberattack, cyberbullying.
Internet melahirkan kosakatanya
sendiri yang sangat luas. Email,
singkatan dari “electronic mail”.
Blog, kependekan dari “weblog”.
Spam, awalnya adalah merek daging
kaleng, tapi dipopulerkan oleh sketsa
Monty Python tentang orang Viking
yang terus menyanyikan kata “spam”
tanpa henti, menjadi metafora untuk
pesan massal yang tidak diinginkan.
Hacker awalnya adalah istilah netral
untuk programmer yang sangat
terampil, tapi kemudian berkembang
konotasi negatif untuk pembobol
keamanan. Virus, worm,
Trojan horse, semuanya adalah
metafora dari dunia biologi dan
mitologi yang diterapkan pada
ancaman digital.
Bryson mencatat bahwa bahasa
komputer adalah fenomena yang
sangat Amerika. Laboratorium
seperti Bell Labs, IBM, Xerox PARC,
dan universitas seperti MIT dan
Stanford adalah inkubator bagi
ribuan kata baru ini. Bahasa Inggris
menjadi lingua franca dunia digital,
dan dengan itu, cara berpikir
Amerika tentang teknologi menyebar
ke seluruh dunia.
Bab 18: The Age of Jargon:
Business and Bureaucracy
Bryson beralih ke wilayah yang sering
dikritik tapi tidak bisa dihindari:
jargon bisnis dan birokrasi.
Ia membuka bab ini dengan nada
yang lebih lucu, menertawakan
kecenderungan orang Amerika untuk
menciptakan istilah yang rumit dan
eufemistis untuk hal-hal yang
sebenarnya sangat sederhana.
Salah satu fenomena yang paling
menonjol adalah doublespeak,
istilah yang dipopulerkan oleh
George Orwell dan kemudian
menjadi nama buku kritik bahasa.
Doublespeak adalah penggunaan
bahasa untuk menyembunyikan,
mengaburkan, atau memutarbalikkan
makna sebenarnya. Dunia bisnis dan
politik Amerika sangat ahli dalam
hal ini. Bryson memberikan contoh
bahwa perusahaan tidak memecat
karyawan. Mereka melakukan
downsize, rightsize, restructure,
atau workforce reduction. Orang
tidak dipecat. Mereka let go,
released, transitioned out, atau
diberi career change opportunity.
Buzzword adalah istilah kunci yang
tiba-tiba menjadi sangat populer
di ruang rapat dan presentasi
PowerPoint. Setiap beberapa tahun,
muncul buzzword baru yang harus
digunakan oleh semua orang yang
ingin terlihat maju. Synergy adalah
buzzword klasik yang berarti kerja
sama yang menghasilkan lebih dari
jumlah bagian-bagiannya. Thinking
outside the box berarti berpikir
kreatif tanpa dibatasi oleh asumsi
konvensional. Paradigm shift
berarti perubahan mendasar dalam
cara berpikir. Low-hanging fruit
berarti target yang mudah dicapai.
Circle back berarti akan membahas
lagi nanti. Touch base berarti
berkomunikasi singkat. Move the
needle berarti membuat perbedaan
yang signifikan.
Bryson menunjukkan bahwa jargon
ini seringkali tidak menambah
informasi apa pun. Ia adalah semacam
sandi sosial. Jika kamu bisa
menggunakan kata-kata ini dengan
lancar, kamu dianggap sebagai bagian
dari lingkaran dalam. Jika tidak,
kamu adalah orang luar.
Dunia politik memiliki jargonnya
sendiri. Spin adalah seni
memutarbalikkan fakta agar terlihat
menguntungkan. Sound bite
adalah kutipan pendek yang
dirancang untuk mudah diingat dan
disiarkan di berita televisi. Talking
points adalah daftar poin yang
harus diulang-ulang oleh politisi
dalam wawancara. Staying on
message berarti tidak menyimpang
dari talking points tersebut.
Birokrasi pemerintah adalah sumber
jargon yang tidak ada habisnya.
Formulir-formulir pajak, peraturan,
dan undang-undang ditulis dalam
bahasa yang seringkali tidak bisa
dipahami oleh warga biasa. Bryson
mencatat bahwa ini seringkali
disengaja. Bahasa yang rumit
menciptakan ketergantungan pada
ahli. Jika semua orang bisa
memahami peraturan, mereka tidak
akan membutuhkan pengacara dan
konsultan.
Bryson menutup bab ini dengan
pengamatan bahwa jargon memiliki
fungsi sosial yang penting.
Ia menciptakan rasa identitas dan
kebersamaan di antara para
penggunanya. Dokter menggunakan
jargon medis bukan hanya untuk
presisi, tapi juga untuk menandai
bahwa mereka adalah bagian dari
profesi yang eksklusif. Pengacara,
insinyur, akademisi, semua memiliki
jargon mereka sendiri. Amerika,
sebagai bangsa yang sangat terobsesi
dengan spesialisasi dan keahlian,
adalah tempat yang sangat subur bagi
pertumbuhan jargon.
Bab 19: The Cussing Tongue:
Swearing in America
Bryson memasuki wilayah yang
paling emosional dan paling tabu
dalam bahasa: kata-kata makian dan
umpatan. Ia mencatat bahwa
Amerika memiliki hubungan yang
sangat rumit dengan sumpah
serapah, yang berakar pada sejarah
Puritan bangsa ini.
Pada masa kolonial, sumpah serapah
adalah urusan yang sangat serius.
Para Puritan memiliki hukum yang
ketat terhadap apa yang mereka
sebut “profanity”, penggunaan nama
Tuhan dengan sia-sia. Mengucapkan
“God damn” atau “Jesus Christ”
sebagai umpatan bisa dihukum denda,
cambuk, atau bahkan penjara. Tapi
menariknya, kata-kata yang sekarang
kita anggap paling vulgar, yaitu
kata-kata yang berkaitan dengan
seks dan fungsi tubuh, sebenarnya
tidak terlalu dipermasalahkan.
Orang Puritan lebih tersinggung oleh
penghinaan terhadap Tuhan daripada
penghinaan terhadap kesopanan.
Pergeseran terjadi secara bertahap.
Pada abad ke-19, standar kesopanan
Victoria mulai mendominasi.
Kata-kata yang berkaitan dengan
tubuh dan seks menjadi semakin
tabu, sementara umpatan keagamaan
menjadi sedikit lebih longgar.
Inilah awal dari apa yang sekarang
kita kenal sebagai four-letter
words, kata-kata empat huruf yang
dianggap paling kotor dalam bahasa
Inggris.
Bryson mencatat perbedaan menarik
antara makian Amerika dan Inggris.
Beberapa kata yang dianggap sangat
kasar di Inggris ternyata tidak terlalu
berdampak di Amerika, dan
sebaliknya. Kata bloody, misalnya,
di Inggris dianggap sangat kasar
sehingga pada awal abad ke-20,
aktris Inggris tidak boleh
mengucapkannya di atas panggung.
Tapi di Amerika, “bloody” nyaris
tidak memiliki dampak sama sekali.
Salah satu fenomena yang khas
Amerika adalah penciptaan kata
seru eufemistis untuk
menggantikan kata-kata yang dianggap
terlalu kasar. Darn adalah pengganti
untuk “damn”. Heck adalah
pengganti untuk “hell”. Gee whiz
adalah pengganti untuk “Jesus”.
Gosh dan golly adalah pengganti
untuk “God”. Jeepers creepers
adalah pengganti untuk “Jesus
Christ”. Shoot adalah pengganti
untuk kata empat huruf yang paling
terkenal. Eufemisme-eufemisme ini
sangat Amerika. Ia mencerminkan
keinginan untuk mengekspresikan
emosi yang kuat sambil tetap
menjaga kesopanan.
Bryson juga mencatat bagaimana
media Amerika secara bertahap
melonggarkan standarnya terhadap
umpatan. Pada tahun 1939, film
“Gone with the Wind” menimbulkan
kehebohan besar ketika Rhett Butler
mengucapkan “Frankly, my dear,
I don’t give a damn”. Penggunaan kata
“damn” di film adalah kontroversi
nasional. Sekarang, kata-kata yang
jauh lebih keras sudah menjadi hal
biasa di kabel televisi dan layanan
streaming.
Bab 20: The Language of the
Streets: Slang and Euphemism
Bab terakhir buku ini membahas
bahasa yang paling hidup, paling
cepat berubah, dan paling sulit
ditangkap: slang. Bryson
berpendapat bahwa slang adalah
darah yang mengalir dalam tubuh
bahasa. Ia lahir di jalanan, di bar,
di penjara, di kampus,
di komunitas-komunitas yang
terpinggirkan. Dari sanalah ia
merembes ke atas, kadang diterima
oleh arus utama, kadang mati dan
dilupakan.
Bryson menelusuri sejarah slang
Amerika dari masa ke masa. Slang
koboi di frontier Barat adalah salah
satu yang paling awal. Kata-kata
seperti vamoose (dari bahasa
Spanyol vamos, berarti ayo pergi),
chow (makanan), grub (makanan),
hit the trail (berangkat). Slang ini
lahir dari kehidupan yang keras dan
penuh bahaya, di mana komunikasi
harus singkat dan langsung.
Era Pelarangan melahirkan slang
gangster yang sangat kaya. G-men
untuk agen pemerintah
(Government Men). The heat
untuk polisi. On the lam untuk
melarikan diri. Take for a ride
untuk membunuh. Stool pigeon
untuk informan. Big house
untuk penjara. Sing untuk
mengaku. Slang ini kemudian
diromantisasi oleh film-film
Hollywood dan menjadi bagian
dari imajinasi Amerika.
Komunitas Afrika-Amerika adalah
sumber slang yang paling produktif
dan paling berpengaruh sepanjang
sejarah Amerika. Dari komunitas
inilah lahir kata-kata yang kemudian
menjadi arus utama, terutama
melalui musik. Jazz awalnya adalah
slang untuk aktivitas seksual. Cool
untuk sikap tenang dan terkendali.
Hip untuk seseorang yang tahu apa
yang sedang terjadi. Funky awalnya
berarti bau tidak sedap, tapi dalam
jazz berarti sesuatu yang otentik dan
bersahaja. Bad dalam slang kulit
hitam bisa berarti baik. Gig untuk
pekerjaan. Rap untuk berbicara.
Semua ini lahir di komunitas kulit
hitam, menyebar melalui musik,
dan akhirnya digunakan oleh
semua orang.
Slang anak muda terus memperbarui
bahasa. Setiap generasi menciptakan
kata-katanya sendiri untuk hal-hal
yang sama: keren, tidak keren, uang,
orang tua, pesta, pacar. Groovy
adalah kata generasi 1960-an. Rad
adalah generasi 1980-an. Phat adalah
generasi 1990-an. Lit adalah generasi
2010-an. Begitu orang tua mulai
menggunakan kata-kata ini,
ia langsung menjadi tidak keren
dan digantikan oleh yang baru.
Bryson juga membahas eufemisme
yang berkaitan dengan ras, kelas,
dan pekerjaan. Amerika memiliki
sejarah panjang dalam menggunakan
bahasa untuk menghaluskan realitas
yang tidak nyaman. Custodian atau
maintenance engineer untuk
petugas kebersihan. Sanitation
worker untuk tukang sampah.
Funeral director untuk pengurus
jenazah. Correctional facility
untuk penjara. Eufemisme ini lahir
dari keinginan untuk memberi
martabat pada pekerjaan yang
dianggap rendah, tapi juga bisa
menjadi cara untuk menyembunyikan
kenyataan pahit di balik kata-kata
yang indah.
Bryson menutup buku ini dengan
pengamatan bahwa slang adalah bukti
bahwa bahasa tidak pernah berhenti.
Ia selalu bergerak, selalu berubah,
selalu menciptakan cara-cara baru
untuk mengatakan hal-hal lama.
Bahasa Inggris Amerika, yang lahir
dari campuran berbagai bangsa, yang
dibentuk oleh imigrasi dan ekspansi,
oleh penemuan dan periklanan, oleh
Hollywood dan internet, adalah
bahasa yang paling dinamis di dunia.
Ia tidak takut untuk mencuri
kata-kata dari bahasa lain, untuk
menciptakan kata-kata baru, untuk
mengubah makna kata-kata lama.
Inilah karakter Amerika yang sejati,
yang tercermin dalam bahasanya:
selalu mencari cara yang lebih baik,
lebih cepat, lebih ekspresif untuk
mengatakan apa yang ingin dikatakan.
kalau masih kurang paham ini
versi yang sederhana:
Bab 17
The Computer Age
Kalau revolusi industri memberi
manusia mesin, revolusi komputer
memberi manusia dunia baru yang
bahkan nggak bisa disentuh.
Bayangin dulu orang harus
menyimpan semua informasi
di kertas, lemari arsip, atau
buku besar.
Lalu tiba-tiba muncul sebuah kotak
yang bisa menyimpan jutaan
informasi sekaligus.
Kurang lebih seperti orang yang
biasa membawa satu ember air, lalu
mendadak diberi bendungan raksasa.
Karena teknologinya benar-benar
baru, manusia harus menciptakan
bahasa baru untuk menjelaskannya.
Bit dan byte misalnya.
Kalau diibaratkan LEGO, bit adalah
satu keping terkecilnya. Byte adalah
beberapa keping yang sudah cukup
untuk mulai membentuk sesuatu
yang berarti.
Dari potongan-potongan kecil itulah
seluruh dunia digital dibangun.
Lalu muncul istilah hardware
dan software.
Paling gampang membayangkannya
seperti tubuh dan pikiran.
Hardware adalah badan fisiknya.
Software adalah instruksi yang
membuat badan itu tahu harus
melakukan apa.
Tanpa hardware, software
nggak bisa berjalan.
Tanpa software, hardware cuma
tumpukan komponen mahal.
Keduanya saling membutuhkan.
Kisah mouse juga menarik.
Kadang nama besar lahir bukan dari
rapat panjang atau riset mahal.
Kadang cuma karena seseorang
melihat bentuk alat itu dan berkata,
“Eh, mirip tikus ya.”
Lalu semua orang setuju.
Selesai.
Begitulah salah satu perangkat paling
terkenal dalam sejarah mendapatkan
namanya.
Internet kemudian mempercepat
semuanya.
Kalau bahasa sebelumnya
berkembang seperti orang berjalan
kaki, internet membuat bahasa
naik motor sport.
Kata-kata baru muncul hampir
setiap hari.
Email, blog, spam, hacker, virus,
cyberspace.
Semuanya lahir karena manusia
memasuki wilayah yang
sebelumnya belum pernah ada.
Mirip ketika media sosial muncul.
Tiba-tiba ada istilah unfollow,
scrolling, viral, dan DM.
Sebelumnya kata-kata itu
bahkan tidak ada.
Yang menarik, sebagian besar
bahasa komputer lahir di Amerika.
Jadi ketika dunia mulai memakai
internet, secara tidak langsung
dunia juga ikut memakai kosakata
yang lahir dari Silicon Valley, MIT,
IBM, dan laboratorium-laboratorium
Amerika lainnya.
Bab 18
The Age of Jargon: Business
and Bureaucracy
Kalau slang adalah bahasa
tongkrongan, jargon adalah
bahasa ruang rapat.
Dan jujur aja…
Kadang jargon terdengar seperti
orang yang berusaha membuat
sesuatu yang sederhana menjadi
rumit.
Misalnya begini.
Kalau lo dipecat, sebenarnya
kalimatnya simpel:
“Maaf, kamu diberhentikan.”
Tapi dunia bisnis sering
mengubahnya menjadi:
“Kami sedang melakukan
restrukturisasi sumber daya
manusia untuk meningkatkan
efisiensi organisasi.”
Padahal ujung-ujungnya
tetap sama.
Lo nggak kerja di sana lagi.
Nah, itulah yang disebut
doublespeak.
Bahasa yang terdengar keren
tapi sering dipakai untuk
menghaluskan kenyataan.
Mirip ketika orang bilang:
“Gue lagi fokus mencari peluang
baru.”
Padahal sebenarnya baru
kehilangan pekerjaan minggu lalu.
Dunia bisnis juga suka
menciptakan buzzword.
Bayangin tren TikTok.
Hari ini semua orang
membicarakan satu istilah.
Besok semua orang mengulang
istilah yang sama.
Lusa muncul istilah baru.
Begitu terus.
Di kantor, kata-kata seperti synergy,
paradigm shift, circle back, atau
move the needle sering berfungsi
seperti password tidak resmi.
Kalau lo mengerti istilahnya,
lo dianggap bagian dari kelompok.
Kalau nggak paham,
lo terlihat seperti anak baru.
Politik juga punya bahasa serupa.
Spin misalnya.
Kalau diibaratkan, spin itu
seperti editor foto.
Kenyataannya sama.
Tapi sudut pengambilannya
dibuat supaya terlihat lebih
menguntungkan.
Pada akhirnya jargon bukan
cuma soal komunikasi.
Ia juga soal identitas.
Sama seperti komunitas gamer,
dokter, programmer, atau pecinta
anime punya istilah masing-masing.
Jargon adalah cara sebuah
kelompok berkata:
“Kami punya bahasa sendiri.”
Bab 19
The Cussing Tongue:
Swearing in America
Kalau bahasa adalah kotak
peralatan, umpatan adalah
palunya.
Bukan alat yang dipakai
setiap saat.
Tapi ketika emosi meledak,
biasanya itulah yang pertama dicari.
Menariknya, kata-kata kasar ternyata
berubah sepanjang sejarah.
Apa yang dianggap sangat kasar
200 tahun lalu belum tentu
terdengar kasar hari ini.
Dan sebaliknya.
Pada masa Puritan, menghina
Tuhan dianggap jauh lebih serius
daripada kata-kata vulgar yang
berhubungan dengan tubuh.
Kalau sekarang mungkin seperti
pelanggaran prioritas yang berbeda.
Standar masyarakat berubah.
Aturan mainnya berubah.
Bahasanya ikut berubah.
Amerika juga terkenal kreatif
dalam membuat versi “aman”
dari kata-kata kasar.
Misalnya daripada mengatakan
kata yang terlalu keras, mereka
menciptakan penggantinya.
Darn, heck, gosh, golly,
dan sebagainya.
Mirip ketika seseorang ingin marah
tapi masih berada di depan orang
tua atau guru.
Emosinya tetap keluar.
Tapi dibungkus dengan versi
yang lebih sopan.
Yang lucu, banyak kata pengganti
itu akhirnya menjadi kata normal
yang berdiri sendiri.
Sehingga banyak orang bahkan tidak
sadar bahwa awalnya kata tersebut
hanyalah “versi sensor”.
Perubahan media juga mengubah
standar bahasa.
Kalau dulu satu kata tertentu bisa
memicu skandal nasional, sekarang
kata yang jauh lebih keras muncul
hampir setiap hari di film, serial,
dan internet.
Ini menunjukkan bahwa bahasa
bukan benda mati.
Ia mengikuti perubahan masyarakat.
Ketika masyarakat berubah, batas
antara “sopan” dan “kasar” ikut
bergeser.
Bab 20
The Language of the Streets:
Slang and Euphemism
Kalau bahasa resmi adalah pakaian
kerja, slang adalah pakaian
nongkrong.
Lebih santai.
Lebih bebas.
Kadang berantakan.
Tapi justru di situlah letak daya
tariknya.
Bryson melihat slang sebagai bagian
paling hidup dari bahasa.
Karena slang lahir dari orang biasa,
bukan dari profesor atau kamus.
Bayangin sebuah kata gaul.
Awalnya cuma dipakai satu
kelompok kecil.
Lalu dipakai teman-teman mereka.
Lalu masuk media sosial.
Lalu dipakai semua orang.
Dan begitu dipakai orang tua…
Biasanya langsung dianggap nggak
keren lagi.
Siklusnya berulang terus.
Persis seperti tren fashion.
Komunitas Afrika-Amerika punya
pengaruh luar biasa besar dalam
hal ini.
Banyak kata yang sekarang terdengar
normal sebenarnya lahir dari musik
jazz, blues, hip-hop, dan budaya kulit
hitam Amerika.
Cool, hip, gig, rap, bahkan banyak
istilah modern lainnya berawal
dari sana.
Ibarat dapur kreatif yang terus
menghasilkan resep baru untuk
seluruh dunia.
Slang juga sering muncul dari
situasi yang keras.
Penjara.
Jalanan.
Kelompok kriminal.
Lingkungan yang menuntut
komunikasi cepat dan efisien.
Karena itu banyak slang terasa lebih
tajam dan lebih langsung dibanding
bahasa resmi.
Bryson juga membahas eufemisme.
Kalau slang membuat bahasa lebih
santai, eufemisme membuat bahasa
lebih halus.
Misalnya daripada mengatakan
sesuatu yang terdengar kasar atau
menyakitkan, orang menggantinya
dengan istilah yang lebih nyaman
didengar.
Ibarat memberi sarung bantal
pada benda yang sebenarnya keras.
Kadang itu membantu menjaga
perasaan.
Kadang juga dipakai untuk
menyembunyikan kenyataan.
Dan di sinilah Bryson menutup
bukunya.
Dengan satu ide sederhana:
Bahasa itu seperti kota yang tidak pernah selesai dibangun.
Setiap hari ada bangunan baru.
Ada bangunan lama yang direnovasi.
Ada yang dibongkar.
Ada yang ditinggalkan.
Slang datang dan pergi.
Jargon muncul dan menghilang.
Teknologi menciptakan kata baru.
Musik menciptakan kata baru.
Internet menciptakan kata baru.
Tapi prosesnya tidak pernah berhenti.
Karena selama manusia masih
berbicara, bercanda, berdebat, jatuh
cinta, marah, menciptakan sesuatu,
dan mencoba menjelaskan dunia
di sekitarnya…
Bahasa akan terus berubah.
Dan menurut Bryson, itulah yang
membuat bahasa Inggris Amerika
begitu menarik.
Ia bukan museum yang penuh
benda mati.
Ia lebih mirip pasar malam
yang ramai.
Selalu berisik.
Selalu berubah.
Selalu ada sesuatu yang baru
untuk ditemukan.
