Semua Huruf Itu Mabniy
Semua Huruf Itu Mabniy
Semua huruf tanpa kecuali dihukumi mabniy.
Huruf-huruf seperti huruf jar, huruf athaf, huruf istitsna,
huruf nida, huruf istifham, huruf nashab dan huruf jazm,
seluruhnya tidak akan berubah-ubah keadaan huruf terakhirnya.
Mabniy (مبني) = kata yang tetap bunyi akhir hurufnya tidak berubah,
baik karena masuknya i‘rab atau perubahan posisi dalam kalimat.
Lawannya adalah Mu‘rab (مُعرب) = kata yang bisa berubah harakat
akhirnya tergantung posisinya dalam kalimat.
Contoh:
1. محمّدٌ → bisa berubah jadi محمّدًا atau محمّدٍ (mu‘rab / isim).
2. هَلْ → selalu هَلْ (mabniy, tidak bisa berubah).
Dalam ilmu nahwu, huruf (حرف) adalah kata yang:
> Maknanya tidak muncul kecuali jika digabung dengan kata lain.
Contoh huruf:
1. Huruf Jar: مِنْ (dari), إِلَى (ke), فِي (di)
2. Huruf Athaf (sambung): وَ (dan), فَ (lalu), ثُمَّ (kemudian)
3. Huruf Istifham (tanya): هَلْ, أَ
4. Huruf Nida (panggilan): يَا، أَيُّهَا
5. Huruf Nasab (penyebab nashab fi’il mudhari‘): أَنْ، لَنْ، كَيْ
6. Huruf Jazm (penyebab jazm fi’il mudhari‘): لَمْ، لَا النَّاهِيَةُ
3. Mengapa Semua Huruf Mabniy?
Karena huruf tidak memiliki i‘rab.
Huruf tidak bisa menjadi subjek, objek, atau keterangan dalam kalimat.
Huruf hanya menempel pada isim atau fi’il untuk membentuk arti tertentu.
Maka harakat akhirnya tetap dan tidak berubah walaupun posisinya
berbeda dalam kalimat.
Contoh:
1. هَلْ
هَلْ جَاءَ زَيْدٌ؟ → Apakah Zaid datang?
هَلْ رَأَيْتَ زَيْدًا؟ → Apakah kamu melihat Zaid?
> هَلْ tetap هَلْ di semua posisi → mabniy
2. فِي
فِي البَيْتِ → di rumah
فِي المَسْجِدِ → di masjid
> فِي tetap فِي, tidak berubah → mabniy
Semua huruf dalam bahasa Arab mabniy, karena tidak
menerima i‘rab dan tidak berubah harakat akhirnya.
Huruf hanya memberi arti ketika digabung dengan kata lain,
bukan berdiri sendiri.
