Pengembangan Jumlah Ismiyyah (An Nawaasikh)
Pengembangan Jumlah Ismiyyah (An Nawaasikh)
Dalam bahasa Arab dikenal ada beberapa ‘aamil (faktor)
yang membuat jumlah ismiyyah menjadi rusak hukumnya.
Artinya, ketika ada faktor-faktor ini, maka syarat mubtada
dan khabar yang wajib marfu’ menjadi berubah. Faktor ini
disebut dengan ‘aamil nawasikh (faktor perusak).
‘Aamil nawasikh ada 3:
1.كَانَ dan yang semisalnya
‘Aamil كَانَ dan yang semisalnya menjadikan khabar manshub
sedangkan mubtada tetap marfu’.
2. إِنَّ dan yang semisalnya
Kebalikan dari كَانَ dan yang semisalnya, ‘aamil إِنَّ dan yang
semisalnya menjadikan mubtada menjadi manshub
dan khabar tetap marfu’
3. ظَنَّ dan yang semisalnya
‘Aamil ظَنَّ dan yang semisalnya menjadikan mubtada dan
khabar menjadi manshub.
Misalnya untuk jumlah ismiyyah:
زَيْدٌمُجْتَهِدٌ
Zaid itu bersungguh-sungguh
Ketika diawali ‘aamil كَانَ menjadi
كَانَ زَيْدٌ مُجْتَهُدًا
Zaid itu bersungguh-sungguh
Ketika diawali ‘aamil إِنَّ menjadi:
إِنَّ زَيْدًا مُجْتَهِدٌ
Sesungguhnya Zaid itu bersungguh-sungguh
Dan ketika diawali amil ظَنَّ menjadi:
ظَنَنْتُ زَيْدًا مُجْتَهِدًا
Aku menyangka Zaid itu bersungguh-sungguh
