Hubungan Beracun dengan Chase Andrews
Sahabat, kita lanjutkan ke Bab 3 dari
novel Where the Crawdads Sing.
Setelah ditinggalkan oleh Tate Walker,
Kya kembali tenggelam dalam
kesepian yang sudah menjadi bagian
dari hidupnya. Luka pengabaian yang
baru saja terbuka membuatnya
semakin rentan. Di tengah
kerentanannya inilah muncul seorang
pemuda bernama Chase Andrews.
Bab 3: Hubungan Beracun
dengan Chase Andrews
Chase Andrews (laki-laki) adalah
kebalikan dari Tate Walker. Jika Tate
mendekati Kya dengan kesabaran,
bulu burung, dan pelajaran membaca,
Chase datang dengan pesona yang
kasar, kepercayaan diri yang meluap,
dan senyuman yang telah memikat
banyak gadis di Barkley Cove.
Ia adalah bintang quarterback tim
sepak bola sekolah, putra dari
keluarga terpandang di kota.
Semua orang mengenalnya. Semua
gadis menginginkannya. Dan Chase
terbiasa mendapatkan apa yang ia
inginkan.
Pertemuan pertama mereka terjadi
ketika Chase melihat Kya di sekitar
dermaga. Berbeda dengan penduduk
kota lainnya yang memandang Kya
dengan jijik atau ketakutan, Chase
justru tertarik. Bukan karena ia
melihat kecerdasan atau jiwa Kya.
Ia tertarik karena Kya berbeda,
karena ia adalah Gadis Rawa,
sesuatu yang liar, misterius, dan
belum pernah disentuh oleh
siapa pun. Bagi Chase, Kya adalah
tantangan.
Chase mulai mendekati Kya dengan
cara yang sangat berbeda dari Tate.
Ia tidak meninggalkan hadiah
di tunggul pohon. Ia datang langsung
dengan mobilnya yang mengkilap,
mengajak Kya berkeliling kota.
Ia membawanya ke tempat-tempat
yang belum pernah Kya kunjungi.
Ia membelikannya minuman,
menunjukkannya pemandangan dari
jendela mobil, dan berbicara tentang
hal-hal yang belum pernah didengar
Kya. Bagi seorang gadis yang
menghabiskan seluruh hidupnya
terisolasi di rawa, perhatian ini
terasa seperti keajaiban.
Kya, yang masih menyimpan luka
dari pengabaian Tate, sangat
mendambakan hubungan. Ia ingin
dicintai. Ia ingin diinginkan. Ia ingin,
untuk sekali saja, menjadi seseorang
yang dipilih, bukan ditinggalkan.
Chase melihat kerentanan ini dan
memanfaatkannya sepenuhnya.
Chase membawa Kya ke sebuah
menara api pengawas hutan yang
sudah tidak terpakai, sebuah
bangunan tinggi di tengah hutan
yang sepi. Di sanalah ia mulai
merayu Kya. Ia berbicara dengan
manis. Ia berjanji akan menikahinya.
Kata-kata “istriku,” “rumah kita,” dan
“masa depan kita” keluar dari
mulutnya dengan begitu mudah.
Bagi Kya, yang tidak pernah memiliki
siapa pun dan tidak pernah dijanjikan
apa pun, kata-kata ini adalah musik
yang belum pernah ia dengar
sebelumnya. Ia percaya.
Pemerkosaan di Menara Api
Pada suatu hari, Chase mengundang
Kya ke menara api seperti biasa. Ini
adalah undangan yang tampak normal
karena mereka memang sudah sering
bertemu di sana. Kya datang dengan
sukarela, mengira bahwa ini hanyalah
pertemuan biasa dengan kekasihnya.
Ia sama sekali belum mengetahui
bahwa Chase memiliki hubungan
dengan perempuan lain.
Di menara itulah Chase memperkosa
Kya. Delia Owens menggambarkan
adegan ini dengan sangat jelas: Kya
melawan sekuat tenaga, tetapi tubuh
Chase jauh lebih besar dan lebih kuat.
Ia tidak bisa melepaskan diri. Yang
terjadi setelahnya hanyalah rasa sakit
fisik yang luar biasa, penghinaan
yang mendalam, dan kebingungan
yang menghancurkan. Kya pulang
ke gubuknya dengan tubuh yang
terluka. Ia membersihkan dirinya
sendiri, seperti yang selalu ia lakukan
sepanjang hidupnya ketika disakiti.
Tidak ada yang bisa ia adukan. Tidak
ada polisi yang akan percaya pada
Gadis Rawa melawan bintang
quarterback. Tidak ada keluarga
yang akan membelanya. Ia sendirian,
seperti biasa.
Kya Mengetahui Kebenaran
tentang Pertunangan Chase
Setelah pemerkosaan itu, Kya mulai
mendengar kabar yang selama ini
tersembunyi darinya.
Chase Andrews sebenarnya telah
bertunangan dengan seorang gadis
kota bernama Pearl. Pertunangan ini
sudah lama direncanakan oleh
keluarga mereka. Seluruh Barkley
Cove tahu tentang pertunangan ini,
tetapi tidak ada yang memberitahu
Kya. Ia hidup terisolasi, jauh dari
gosip kota. Ia akhirnya
mengetahuinya dari Jumpin’ dan
Mabel di dermaga. Mabel, dengan
kelembutan yang bisa ia kumpulkan,
memberitahu Kya bahwa Chase telah
memiliki tunangan selama ini.
Pada suatu hari, saat Kya datang
ke dermaga untuk menjual kerang,
Mabel menariknya ke samping.
Mabel sudah mendengar kabar
tentang pertunangan Chase Andrews
dan Pearl dari pelanggan lain yang
datang ke toko mereka. Kabar ini
memang sudah tersebar luas
di Barkley Cove. Semua orang tahu
bahwa Chase, bintang quarterback
kota, akan menikahi Pearl, gadis dari
keluarga terhormat. Tetapi tidak ada
yang memberitahu Kya karena tidak
ada yang peduli padanya, dan tidak
ada yang tahu bahwa Kya memiliki
hubungan dengan Chase.
Mabel, yang mengkhawatirkan Kya,
memutuskan untuk memberitahunya
secara langsung. Dengan suara lembut
dan hati-hati, Mabel mengatakan
bahwa ia mendengar Chase Andrews
akan menikah dengan Pearl. Mabel
tidak tahu sejauh apa hubungan Kya
dengan Chase, tetapi ia merasa Kya
perlu tahu. Mabel adalah satu-satunya
sosok ibu yang pernah dimiliki Kya,
dan ia tidak ingin Kya semakin terluka
tanpa mengetahui kebenaran.
Momen ini sangat menghancurkan bagi
Kya. Ia sudah diperkosa oleh pria yang ia
percayai. Sekarang ia tahu bahwa pria itu
tidak pernah berniat menikahinya,
bahwa ia hanyalah rahasia kotor yang
disembunyikan dari dunia.
Kya menerima kabar itu dengan diam.
Ia tidak menangis di depan Mabel.
Ia hanya mengangguk, mengambil uang
hasil penjualan kerangnya, dan berjalan
pulang ke rawa. Di sanalah, dalam
kesendirian, ia memproses kenyataan
bahwa ia telah dikhianati dengan cara
yang paling kejam.
Kenyataan ini menghantam Kya dengan
kekuatan yang menghancurkan.
Ia tidak hanya telah diperkosa oleh pria
yang ia percayai, tetapi ia juga
mengetahui bahwa pria itu tidak
pernah berniat menikahinya. Selama
ini, ia hanyalah objek penaklukan bagi
Chase, sesuatu yang liar untuk
dijinakkan dan dirahasiakan. Chase
akan menikahi Pearl, dan Kya akan
tetap menjadi rahasia kotornya di rawa.
Setelah kejadian itu, Kya memutuskan
semua kontak dengan Chase.
Ia menolak untuk menemuinya.
Ia menghindari tempat-tempat
di mana Chase biasa muncul.
Ia menarik diri lebih dalam ke dalam
rawa, berharap Chase akan
meninggalkannya begitu saja seperti
yang lain.
Tetapi Chase tidak menerima
pemutusan ini. Baginya, Kya adalah
miliknya, dan ia tidak bisa begitu
saja pergi. Chase mulai mengintai
Kya. Ia muncul di dekat gubuknya.
Ia mengikutinya saat ia berjalan
ke laguna. Kehadirannya yang
mengancam membuat Kya selalu
merasa diawasi. Ketakutannya
tumbuh setiap hari.
Puncaknya terjadi di pantai. Chase
menemukan Kya sendirian, jauh
dari siapa pun yang bisa
menolongnya. Ia mencoba
menyerangnya lagi. Tetapi kali ini
Kya tidak hanya diam. Ia mengambil
batu di dekatnya dan memukul
Chase. Pukulan itu cukup kuat untuk
menghentikan serangan Chase dan
memberinya waktu untuk melarikan
diri. Ia berlari ke dalam rawa,
ke tempat-tempat yang hanya ia
yang tahu, tempat di mana Chase
tidak bisa mengikutinya.
Kya selamat. Tetapi ketakutannya
tidak berakhir. Ia tahu bahwa Chase
tidak akan berhenti. Ia tahu bahwa
selama Chase masih hidup, ia tidak
akan pernah aman. Di dalam hatinya,
sebuah pemahaman yang telah
diajarkan alam kepadanya sejak kecil
mulai mengeras. Di alam, ketika
seekor predator terus mengancam,
mangsanya memiliki dua pilihan:
melarikan diri selamanya, atau
melawan sampai salah satu mati.
Kya telah mencoba melarikan diri.
Sekarang, ia mulai memikirkan
pilihan yang lain.
Di saat yang sama, Kya juga mulai
menulis puisi di bawah nama
samaran Amanda Hamilton.
Puisi-puisinya berbicara tentang
pengkhianatan, tentang cinta yang
berubah menjadi kekerasan,
tentang alam yang mengambil
kembali apa yang menjadi haknya.
Puisi-puisi ini tidak akan diketahui
oleh siapa pun sampai jauh
di kemudian hari, ketika salah
satunya akan menjadi bukti yang
memberatkan dalam persidangan
pembunuhan. Tetapi untuk saat ini,
puisi itu hanyalah pelampiasan
bagi jiwa yang terluka.
Bab ini ditutup dengan Kya yang
berdiri di tepi rawa, menatap
ke kejauhan. Ia telah kehilangan
ibunya. Ia telah kehilangan
kakak-kakaknya. Ia telah kehilangan
ayahnya. Ia telah dikhianati oleh
Tate, cinta pertamanya.
Dan sekarang, ia telah dihancurkan
oleh Chase Andrews.
Namun di balik semua luka itu,
sesuatu yang baru mulai tumbuh.
Sesuatu yang keras. Sesuatu yang
berbahaya. Kya tidak lagi hanya
menjadi korban. Ia mulai belajar
bahwa di alam, bertahan hidup
kadang-kadang berarti membunuh.
kalau masih kurang paham ini
versi yang sederhana:
Oke, gaes. Kita lanjutin petualangan
Kya di rawa yang makin kelam.
Setelah di Bab 2 hatinya hancur lebur
ditinggal Tate, sekarang di Bab 3 ini,
pas lagi rapuh-rapuhnya, muncullah
satu karakter yang bikin kita pengen
gebukin buku. Kita bakal kenalan
sama cowok populer yang pesonanya
cuma kedok, dan hubungan toxic yang
bikin Kya makin terpuruk. Siap-siap aja,
ini bab yang bikin emosi naik-turun.
Bab 3: Dijebak Pesona Palsu,
Hubungan Beracun dengan
Chase Andrews
Kalau Tate dulu mendekati Kya
dengan bulu burung, kesabaran, dan
pelajaran baca, si Chase Andrews ini
kebalikannya total. Dia datang
dengan pesona kasar, pede tingkat
dewa, dan senyuman yang udah
bikin banyak cewek di Barkley Cove
klepek-klepek. Lo bisa bayangin dia
sebagai bintang quarterback tim
sepak bola, anak dari keluarga
terpandang. Semua orang kenal,
semua cewek ngincer, dan dia
terbiasa dapetin apa pun yang
dia mau.
Pertemuan pertama mereka terjadi pas
Chase ngeliat Kya di sekitar dermaga.
Beda dari warga kota lain yang
mandang Kya dengan jijik atau
ketakutan, Chase malah penasaran.
Tapi bukan karena dia ngeliat
kecerdasan atau jiwa Kya.
Dia tertarik karena Kya ini beda,
sang “Gadis Rawa”, sesuatu yang liar,
misterius, dan belum pernah
“disentuh”. Buat Chase, Kya bukan
calon pasangan, tapi sebuah
tantangan yang harus ditaklukkan.
Cara Chase ngedeketin Kya juga beda
banget. Dia nggak sabar-sabaran
ninggalin hadiah di pohon.
Dia langsung datang dengan mobil
mengkilapnya, ngajak Kya keliling
kota, ke tempat-tempat yang belum
pernah Kya liat. Dia beliin minuman,
nunjukin pemandangan, dan
ngomongin hal-hal baru. Buat Kya
yang selama ini hidup terisolasi
di rawa, perhatian ini berasa kayak
keajaiban.
Lo harus ngerti posisi Kya. Dia masih
nyimpen luka dalem dari pengabaian
Tate, dan dia sangat mendambakan
hubungan. Dia pengen dicintai,
pengen diinginkan, pengen jadi
seseorang yang dipilih. Chase ngeliat
kerentanan ini dan dengan lihai
memanfaatinnya sepenuhnya.
Dia bawa Kya ke menara api pengawas
hutan yang udah nggak kepake,
tempat tinggi yang sunyi. Di sanalah di
a mulai ngerayu. Kata-kata manis
“istriku”, “rumah kita”, “masa depan
kita” meluncur gampang dari mulutnya.
Buat Kya yang nggak pernah punya
siapa-siapa, janji-janji ini kayak musik.
Dia percaya. Dia menyerahkan hatinya
sepenuhnya, berharap kali ini
seseorang bakal nepatin janji.
Tapi tentu aja, kebenaran busuk mulai
kebongkar. Chase ternyata udah
bertunangan dengan cewek
kota bernama Pearl. Ini bukan
rahasia di Barkley Cove, tapi Kya
nggak tahu karena dia nggak ikut
gosip kota. Dia hidup di gelembungnya,
dan Chase sengaja ngejaga gelembung
itu biar nggak pecah. Buat Chase, Kya
bukan calon istri. Dia cuma objek
penaklukan yang menarik karena
liar. Dia pengen “memiliki” Kya, tapi
nggak pernah ada niat buat bawa dia
ke kehidupan sosialnya. Dia bakal
nikah sama Pearl yang terhormat,
dan Kya bakal jadi rahasia kotornya
di rawa.
Begitu Kya tahu, dunianya runtuh lagi.
Dia mendatangi Chase, nuntut
penjelasan. Dan di sinilah topeng
Chase copot total. Pas Kya nolak
ngelanjutin hubungan, Chase yang
terbiasa menang nggak terima.
Penolakan dari “Gadis Rawa” yang
nggak punya siapa-siapa adalah
penghinaan. Di sebuah pertemuan
terpencil, Chase memaksa dirinya
ke Kya. Dia memperkosanya.
Owens nulis adegan ini dengan
intens. Kya ngelawan, tapi tenaganya
kalah. Yang tersisa cuma rasa sakit,
hina, dan amarah yang ngebara.
Kya pulang dengan tubuh terluka dan
jiwa remuk. Dia bersihin dirinya
sendiri, kayak biasa. Nggak ada yang
bisa dia aduin. Nggak ada polisi yang
percaya Gadis Rawa ngelawan
bintang kota. Nggak ada keluarga
yang bela. Dia sendirian, lagi. Dia
mutusin semua kontak, nolak ketemu,
ngindarin tempat Chase. Dia menarik
diri makin dalem ke rawa, berharap
ditinggalin.
Tapi Chase bukan tipe yang ngaku
kalah. Buat dia, Kya itu “miliknya”.
Dia nggak terima diputusin begitu
aja. Chase mulai ngintai Kya,
muncul deket gubuk, ngikutin dia
ke laguna. Kehadirannya yang
ngancam bikin Kya ngerasa selalu
diawasin, ketakutannya membesar
tiap hari. Puncaknya di pantai,
pas Chase nemuin Kya sendirian.
Dia nyoba nyerang lagi.
Tapi kali ini, Kya nggak tinggal
diem. Dia ngambil batu dan
mukul Chase. Pukulan itu cukup
buat ngasih waktu dia kabur, lari
ke rawa, ke tempat yang cuma
dia yang tahu.
Kya selamat, tapi ketakutannya
belum ilang. Dia tahu Chase nggak
bakal berhenti. Di dalam hatinya,
pelajaran dari alam yang udah dia
pelajarin sejak kecil mulai ngeresap.
Di alam, kalau predator terus
ngancam, mangsanya cuma punya
dua pilihan: lari selamanya, atau
ngelawan sampe salah satu mati.
Kya udah nyoba lari. Sekarang, dia
mulai mikirin pilihan lain. Di saat
yang sama, dia juga mulai nulis
puisi pake nama samaran Amanda
Hamilton. Puisinya tentang
pengkhianatan, cinta yang jadi
kekerasan, alam yang ngambil
balik haknya. Puisi ini bakal jadi
bukti penting di pengadilan nanti,
tapi sekarang cuma pelampiasan.
Bab ini ditutup dengan Kya di tepi
rawa. Dia udah kehilangan semua.
Tapi di balik luka, sesuatu yang baru
tumbuh, sesuatu yang keras dan
berbahaya. Kya bukan cuma korban
lagi. Dia mulai belajar, di alam, buat
bertahan hidup, kadang lo harus
membunuh. 🔥
