Buku You Are a Badass Jen Sincero, HOW YOU GOT THIS WAY

Jen Sincero
Dalam bagian ini, pembahasan
berfokus pada satu hal mendasar:
mengapa kita menjadi diri kita
yang sekarang. Bukan sekadar
siapa kita hari ini, tetapi bagaimana
pola pikir, keyakinan, dan persepsi
tentang diri terbentuk sejak lama
dan tanpa disadari, justru menahan
kita.
Langkah pertama bukan langsung
berubah.
Langkah pertama adalah
memahami akar.
Memahami Dua Pengendali
dalam Diri
Kita hidup dengan dua sistem utama
dalam otak:
kesadaran (conscious mind) dan
bawah sadar (subconscious mind).
Kesadaran adalah bagian yang merasa
memegang kendali. Ia berpikir logis,
membuat keputusan, dan merasa
“ini aku.” Seharusnya bagian inilah
yang mengarahkan hidup.
Namun kenyataannya, bagian yang
paling berpengaruh justru adalah
bawah sadar.
Bawah sadar adalah tempat di mana
sebagian besar hambatan tersembunyi
berada. Ia bekerja diam-diam.
Ia menyimpan pola lama, respons
otomatis, dan keyakinan yang sudah
tertanam begitu dalam sampai kita
menganggapnya sebagai kebenaran
mutlak.
Sering kali, bukan kesadaran yang
mengatur hidup kita, melainkan
program lama yang tertanam
di bawah sadar.
Tempat Bersemayamnya
Hambatan
Di dalam bawah sadar itulah
“penahan-penahan jahat” tinggal.
Di sana ada:
citra diri negatif
ego yang rapuh
potensi yang tidak dimaksimalkan
kebiasaan meragukan diri
suara kecil yang muncul saat
malam dan membuat kita terjaga
Itulah kumpulan pikiran yang berkata:
“Aku tidak cukup baik.”
“Aku tidak sepintar orang lain.”
“Aku tidak pantas sukses.”
Keyakinan-keyakinan ini tidak selalu
terdengar keras.
Kadang mereka hanya berupa rasa
takut yang samar.
Kadang berupa kecemasan tanpa
alasan jelas.
Namun dampaknya nyata:
mereka menahan kita.
Membawa yang Tersembunyi
ke Permukaan
Sebelum keyakinan itu bisa ditantang
dan dihilangkan, satu hal harus
dilakukan terlebih dahulu:
Sadarilah mereka.
Kita tidak bisa mengubah sesuatu
yang tidak kita akui keberadaannya.
Selama keyakinan negatif tetap
tersembunyi di bawah sadar, ia akan
terus bekerja tanpa kita sadari.
Proses ini bukan tentang
menyalahkan masa lalu.
Bukan tentang mencari siapa yang salah.
Melainkan tentang berani berkata:
“Ini yang selama ini aku yakini tentang
diriku.”
Kesadaran adalah lampu yang
menyorot ruangan gelap.
Begitu disorot, kita mulai bisa melihat
dengan jelas apa yang sebenarnya ada
di sana.
Hidup di Saat Ini:
Kekuatan Being Present
Setelah kesadaran muncul, langkah
berikutnya adalah belajar hadir
sepenuhnya.
Menjadi present berarti tidak
terus-menerus terjebak pada masa lalu.
Tidak juga terobsesi pada masa depan.
Banyak ketakutan lahir dari dua
tempat itu:
penyesalan atas apa yang sudah
terjadikecemasan atas apa yang belum
terjadi
Saat kita hidup di momen sekarang,
ruang bagi ketakutan menyempit.
Kita berhenti memberi makan pikiran
lama dengan cerita lama.
Kehadiran penuh (living in the moment)
membantu kita melihat bahwa sebagian
besar kekhawatiran hanyalah narasi yang
diputar ulang oleh bawah sadar.
Dengan hadir sepenuhnya, kita mulai
mengambil kembali kendali dari
program lama tersebut.
Menghubungkan Diri pada Energi
yang Lebih Tinggi
Bagian penting lainnya adalah
terhubung pada sesuatu yang lebih
besar dari diri sendiri.
Sebagian orang menyebutnya Tuhan.
Sebagian menyebutnya Semesta.
Sebagian lagi menyebutnya energi,
sumber, atau apa pun yang terasa
benar bagi mereka.
Intinya bukan pada istilahnya.
Intinya adalah kesadaran bahwa kita
bukan entitas kecil yang terpisah
dan sendirian.
Ketika kita merasa terhubung dengan
energi yang lebih besar, perspektif
berubah.
Kita tidak lagi melihat diri sebagai
sosok lemah yang harus bertahan
sendirian.
Kita mulai melihat diri sebagai bagian
dari sesuatu yang luas dan penuh
kemungkinan.
Koneksi ini memberi keberanian.
Memberi rasa aman.
Memberi rasa bahwa kita didukung.
Mengubah Persepsi Diri
Setelah menyadari keyakinan bawah
sadar, belajar hadir di saat ini, dan
terhubung pada energi yang lebih
tinggi, barulah transformasi dimulai.
Transformasi utama bukan pada
pekerjaan, uang, atau status.
Transformasi utama adalah cara
kita melihat diri sendiri.
Dari:
orang yang penuh kekurangan
pribadi yang selalu tertinggal
individu yang takut gagal
Menjadi:
seseorang yang memiliki
potensi besarpribadi yang berhak berhasil
individu yang mampu
menciptakan perubahan
Perubahan ini dimulai dari persepsi.
Karena apa yang kita yakini tentang diri
sendiri akan menentukan tindakan kita.
Dan tindakan menentukan hasil.
Dari Citra Diri Lama ke Versi
Total Badass
Semua langkah di atas mengarah
pada satu hal:
membangun citra diri baru.
Citra diri sebagai seseorang yang kuat.
Seseorang yang sadar akan potensi.
Seseorang yang tidak lagi diperintah
oleh ketakutan bawah sadar.
Menjadi “total badass” bukan berarti
menjadi arogan atau merasa paling
hebat.
Melainkan menjadi pribadi yang:
sadar akan nilai dirinya
berani menghadapi hambatan
internaltidak lagi membiarkan keyakinan
lama mengatur hidup
Ini adalah perjalanan dari dalam ke luar.
Bukan perubahan instan, tetapi proses
sadar yang terus dilakukan.
Karena pada akhirnya, hidup yang kita
jalani adalah refleksi dari keyakinan
yang kita simpan tentang diri sendiri.
Dan begitu kita berani mengubah
keyakinan itu,
kita mulai mengubah hidup kita.
Menyadari Keyakinan Bawah
Sadar yang Menahan
Situasi:
Seseorang ingin memulai bisnis kecil,
tetapi selalu menunda. Setiap kali
ingin mulai, muncul pikiran:
“Aku tidak berbakat jualan.”
“Nanti kalau gagal bagaimana?”
Penerapan:
Alih-alih langsung menyalahkan
keadaan, ia berhenti dan bertanya:
“Keyakinan apa yang sebenarnya
aku pegang tentang diriku?”
Ia menyadari bahwa sejak lama ia
percaya dirinya “bukan orang bisnis.”
Keyakinan ini bukan fakta, hanya
program lama di bawah sadar.
Langkah pertama berhasil:
ia menyadari hambatan itu ada.
Membawa Pikiran Negatif
ke Permukaan
Situasi:
Setiap malam sebelum tidur,
muncul kecemasan tentang masa depan.
Penerapan:
Ia menuliskan semua pikiran yang
muncul tanpa disensor.
Ternyata isinya berulang:
“Aku tidak cukup pintar.”
“Aku selalu tertinggal.”
Dengan menuliskannya, pikiran itu
tidak lagi samar. Ia menjadi jelas
dan terlihat.
Begitu terlihat, ia bisa mulai
mempertanyakannya.
“Benarkah aku selalu tertinggal?
Apa buktinya?”
Kesadaran mulai menggantikan
reaksi otomatis.
Berlatih Hadir di Saat Ini
Situasi:
Ketika ingin mengambil langkah besar,
ia terus terjebak pada kegagalan masa
lalu dan ketakutan masa depan.
Penerapan:
Ia mulai melatih kehadiran:
Fokus pada satu tugas hari ini.
Tidak memikirkan hasil akhir
terlalu jauh.Menghentikan pikiran yang
mengulang cerita lama.
Setiap kali pikiran berkata,
“Dulu kamu gagal,”
ia kembali ke momen sekarang
dan bertanya:
“Apa yang bisa aku lakukan sekarang?”
Dengan begitu, energi tidak habis
untuk masa lalu atau masa depan.
Menghubungkan Diri pada
Energi Lebih Tinggi
Situasi:
Ia merasa sendirian menghadapi
perubahan hidup.
Penerapan:
Ia mulai menyediakan waktu untuk
terhubung pada sesuatu yang lebih
besar
—melalui doa, refleksi, atau momen
hening.
Tujuannya bukan ritual kosong,
tetapi membangun rasa bahwa
ia didukung.
Bahwa hidup tidak sepenuhnya
beban yang harus ditanggung
sendiri.
Rasa terhubung ini menumbuhkan
keberanian.
Ia mulai melihat peluang, bukan
hanya ancaman.
Mengubah Persepsi Diri
Situasi:
Sebelumnya ia melihat diri sebagai
orang yang “biasa saja.”
Penerapan:
Setiap kali pikiran negatif muncul,
ia tidak lagi menerimanya sebagai
kebenaran.
Ia menggantinya dengan kesadaran
baru:
“Aku sedang belajar.”
“Aku sedang bertumbuh.”
“Aku punya potensi.”
Perubahan ini tidak langsung
mengubah dunia luar.
Tetapi ia mulai bertindak berbeda:
Berani mencoba.
Berani berbicara.
Berani mengambil peluang.
Tindakan berubah karena persepsi
diri berubah.
Menjadi Versi “Total Badass”
dalam Kehidupan Nyata
Bentuk nyatanya sederhana namun
konsisten:
Tidak lagi membiarkan suara
bawah sadar mengatur keputusan.Menyadari pikiran negatif, lalu
memilih respons yang sadar.Hidup lebih fokus pada hari ini.
Merasa terhubung dengan energi
yang lebih besar.Melihat diri sebagai pribadi yang
mampu, bukan korban keadaan.
“Total badass” di sini bukan soal gaya
atau pencitraan.
Melainkan kondisi mental di mana
seseorang sadar bahwa ia tidak lagi
dikendalikan oleh program lama.
Itulah penerapan nyata dari bab ini:
mengganti kendali hidup dari bawah
sadar yang penuh ketakutan menjadi
kesadaran yang penuh pilihan.
