buku

Buku Animal Farm George Orwell, Pidato Terakhir Old Major dan Mimpi tentang Kebebasan

Animal FarmGeorge Orwell
Animal Farm
George Orwell

Matahari baru saja tenggelam di Manor
Farm. Sampai saat itu, peternakan
tersebut tampak seperti peternakan
biasa di Inggris. Namun malam itu
sesuatu yang luar biasa akan terjadi.
Setelah pemiliknya, Mr. Jones,
pulang dalam keadaan mabuk dan
tertidur, para hewan mulai bergerak
diam-diam.

Di dalam lumbung besar, mereka
berkumpul untuk mendengarkan Old
Major, seekor babi tua yang sangat
dihormati di peternakan. Ia memanggil
semua hewan karena semalam ia
mengalami mimpi yang aneh dan
merasa harus menyampaikannya
sebelum terlambat. Pertemuan ini
menjadi momen yang sangat penting
bagi semua hewan di Manor Farm.

Old Major memulai pidatonya dengan
kabar sedih. Ia mengatakan bahwa
hidupnya tidak akan lama lagi. Meski
begitu, selama hidupnya ia banyak
berpikir tentang nasib hewan-hewan
di peternakan Inggris. Ia merasa
kehidupan mereka sangat menyedihkan:
hidup mereka pendek, penuh
penderitaan, dan dipenuhi kerja keras
tanpa henti. Para hewan diberi makan
secukupnya saja, dipaksa bekerja
sampai tubuh mereka tidak sanggup
lagi, dan pada akhirnya mereka akan
disembelih dengan kejam.

Menurut Old Major, kondisi ini adalah
ketidakadilan yang sangat besar.
Ia bertanya kepada para hewan mengapa
mereka harus menerima nasib seperti itu.
Tanah di peternakan sebenarnya cukup
subur untuk memberi kehidupan yang
baik bagi semua hewan. Jika demikian,
mengapa mereka tetap hidup dalam
penderitaan?

Jawaban Old Major sangat jelas:
penyebabnya adalah manusia. Selama
manusia masih berkuasa, hewan tidak
akan pernah benar-benar bebas.
Manusia mengambil hasil kerja mereka
tanpa memberikan kehidupan yang
layak sebagai balasan.

Karena itu Old Major menyerukan satu
hal kepada semua hewan: bersatu dan
memberontak. Ia mengatakan bahwa
cepat atau lambat manusia harus
digulingkan. Para hewan harus terus
mengingat pesan ini dan meneruskannya
kepada generasi berikutnya sampai hari
kebebasan benar-benar datang.

Ia juga memberi peringatan penting.
Setelah manusia digulingkan, para
hewan tidak boleh meniru kebiasaan
manusia. Mereka tidak boleh hidup
seperti manusia, tidak boleh menindas
sesama, dan harus menjaga
persaudaraan serta kesetaraan
di antara semua hewan.

Setelah pidatonya selesai, Old Major
mengajarkan sebuah lagu yang muncul
dalam mimpinya malam sebelumnya.
Lagu itu berjudul
“Beasts of England.” Lagu ini
menggambarkan masa depan ketika
semua hewan hidup bebas tanpa
penindasan manusia. Lagu tersebut
segera menjadi semacam lagu
kebangsaan bagi para hewan.

Mereka menyanyikannya dengan
penuh semangat, bahkan sampai lima
kali berturut-turut. Suara mereka yang
keras akhirnya membangunkan
Mr. Jones. Mengira ada rubah
di halaman, ia menembakkan senapan
ke arah lumbung. Para hewan pun
langsung berlarian kembali ke tempat
tidur mereka masing-masing.

Beberapa hari kemudian, Old Major
meninggal dunia dengan tenang dalam
tidurnya. Ia kemudian dikuburkan
di kebun buah. Meskipun ia sudah tiada,
gagasannya tidak hilang. Justru sejak
saat itu, persiapan rahasia untuk sebuah
pemberontakan mulai dilakukan.

Lahirnya Animalism dan
Penyebaran Ide Pemberontakan

Setelah kematian Old Major, beberapa
babi mulai mengambil peran penting
dalam menyebarkan ajarannya.
Dua babi yang paling menonjol adalah
Napoleon dan Snowball. Mereka
mempelajari dan mengembangkan
gagasan Old Major menjadi sebuah
sistem pemikiran baru yang disebut
Animalism.

Animalism berisi keyakinan bahwa
semua hewan harus bersatu melawan
manusia dan membangun kehidupan
yang adil bagi semua hewan. Para babi
bekerja keras mengajarkan ide ini
kepada hewan-hewan lain di peternakan.

Namun tidak semua hewan mudah
memahami gagasan tersebut. Beberapa
hewan cukup lambat dalam menangkap
maksudnya. Tugas para babi menjadi
lebih sulit karena adanya Moses,
seekor gagak peliharaan Mr. Jones.

Moses sering menyebarkan cerita
tentang tempat bernama Sugarcandy
Mountain
, sebuah tempat indah
di langit tempat para hewan akan
hidup bahagia setelah mati. Banyak
hewan tertarik pada cerita itu karena
terdengar menyenangkan.

Namun para babi menentang cerita
tersebut. Mereka menganggapnya
sebagai informasi yang menyesatkan
karena membuat hewan menerima
penderitaan sekarang dengan harapan
kebahagiaan di kehidupan setelah mati.

Di tengah kebingungan itu, dua kuda
pekerja yang kuat bernama Boxer dan
Clover menunjukkan kesetiaan mereka
pada gagasan Animalism. Mereka
percaya pada para babi dan membantu
meyakinkan hewan-hewan lain yang
lebih sederhana untuk mendukung ide
pemberontakan.

Walaupun pemberontakan direncanakan
untuk masa depan, peristiwa itu ternyata
terjadi jauh lebih cepat dari yang
diperkirakan.

Pemberontakan di Manor Farm

Suatu hari, Mr. Jones menjadi semakin
malas dan mabuk. Ia sampai lupa
memberi makan hewan-hewan
di peternakan. Kesalahan ini menjadi
titik balik yang besar.

Menjelang malam, para hewan sudah
sangat lapar dan marah. Rasa lapar itu
akhirnya memicu tindakan. Salah satu
sapi menabrak pintu gudang makanan
sehingga para hewan bisa mencapai
tempat penyimpanan biji-bijian.

Mereka mulai memakan makanan
tersebut. Namun tidak lama kemudian
Mr. Jones dan para pekerjanya datang
sambil membawa cambuk. Mereka
mencoba memukul hewan-hewan itu
agar kembali patuh.

Kali ini para hewan tidak tinggal diam.

Mereka melawan. Para kuda menendang,
sapi menanduk, dan hewan-hewan lain
menyerang dengan segala cara yang
mereka bisa. Serangan itu begitu
tiba-tiba sehingga Mr. Jones dan para
pekerjanya panik.

Akhirnya manusia-manusia itu
melarikan diri dari peternakan dengan
ketakutan. Bahkan Mrs. Jones juga ikut
kabur, sementara Moses terbang
mengikuti mereka.

Untuk pertama kalinya, peternakan
itu sepenuhnya menjadi milik
para hewan
.

Animal Farm Lahir

Setelah kemenangan tersebut, para
hewan berkeliling peternakan dengan
penuh kegembiraan. Mereka hampir
tidak percaya bahwa tempat itu
sekarang menjadi milik mereka sendiri.

Mereka kemudian menghancurkan
semua alat yang dulu digunakan
manusia untuk menindas mereka.
Cambuk, tali kekang, dan berbagai alat
lainnya dihancurkan atau dibakar.

Snowball bahkan membakar pita yang
biasa dipasang di surai kuda pada hari
pasar. Menurutnya, pita itu adalah
simbol perbudakan.

Para hewan kemudian masuk ke rumah
besar milik Mr. Jones. Mereka sangat
terkejut melihat kemewahan
di dalamnya. Rumah itu penuh dengan
barang-barang mewah yang sebelumnya
tidak pernah mereka bayangkan.

Setelah berdiskusi, para babi
memutuskan bahwa rumah tersebut
akan dijadikan museum. Tidak ada
hewan yang boleh tinggal di sana.

Keesokan paginya, Napoleon dan
Snowball mengumumkan bahwa
musim panen akan dimulai hari itu
juga. Mereka juga memberi tahu
bahwa mereka telah belajar membaca
dan menulis menggunakan buku-buku
anak yang ditemukan di peternakan.

Para hewan kemudian berjalan menuju
gerbang utama. Di sana nama lama
peternakan dihapus dan diganti
dengan nama baru:

Animal Farm.

Setelah itu mereka kembali
ke lumbung besar. Di dinding luar
lumbung, Snowball menuliskan
Tujuh Perintah yang menjadi hukum
bagi semua hewan di peternakan.

Tujuh perintah ini menjadi dasar
kehidupan baru mereka, yang
menekankan kesetaraan dan
persaudaraan di antara semua
hewan.

Tujuannya adalah menjaga agar kehidupan
baru mereka tetap adil, setara, dan tidak
meniru cara hidup manusia yang dahulu
menindas mereka.

Berikut adalah tujuh perintah tersebut
beserta arti dan maksudnya.

1. Whatever goes upon two legs
is an enemy.

(Siapa pun yang berjalan dengan dua
kaki adalah musuh.)

Perintah ini secara langsung merujuk
pada manusia. Semua manusia berjalan
dengan dua kaki, dan menurut ajaran
Animalism, manusialah penyebab
penderitaan para hewan. Oleh karena itu
manusia dianggap sebagai musuh utama
yang harus dijauhi dan dilawan.

Perintah ini juga berfungsi untuk
mengingatkan para hewan bahwa
mereka tidak boleh mempercayai
manusia lagi, karena manusia selalu
mengambil keuntungan dari kerja
keras hewan.

2. Whatever goes upon four legs,
or has wings, is a friend.

(Siapa pun yang berjalan dengan
empat kaki atau memiliki sayap
adalah teman.)

Perintah ini menegaskan bahwa semua
hewan harus bersatu. Hewan berkaki
empat seperti kuda, sapi, kambing, dan
babi dianggap sebagai kawan. Bahkan
burung yang memiliki sayap juga
dianggap sebagai bagian dari
komunitas hewan.

Tujuan aturan ini adalah menumbuhkan
rasa persaudaraan di antara semua
hewan agar mereka tidak saling
bermusuhan dan tetap bersatu setelah
pemberontakan.

3. No animal shall wear clothes.
(Tidak ada hewan yang boleh
memakai pakaian.)

Pakaian dianggap sebagai simbol
manusia. Manusia memakai pakaian
sebagai tanda status, gaya hidup, dan
kekuasaan. Oleh karena itu hewan
dilarang memakai pakaian agar mereka
tidak meniru kebiasaan manusia.

Aturan ini menegaskan bahwa hewan
harus tetap hidup secara alami dan
tidak mengadopsi gaya hidup manusia
yang dulu menindas mereka.

4. No animal shall sleep in a bed.
(Tidak ada hewan yang boleh tidur
di tempat tidur.)

Tempat tidur adalah simbol kenyamanan
manusia yang berlebihan. Dalam
kehidupan sebelumnya, manusia tidur
nyaman di rumah sementara hewan
bekerja keras di luar.

Larangan ini dimaksudkan agar tidak ada
hewan yang hidup mewah atau
menikmati kenyamanan seperti manusia,
sehingga semua tetap hidup sederhana
dan setara.

5. No animal shall drink alcohol.
(Tidak ada hewan yang boleh minum
alkohol.)

Aturan ini sangat berkaitan dengan
pengalaman mereka dengan Mr. Jones.
Ia sering mabuk dan karena itulah ia
menjadi pemilik yang buruk dan lalai
mengurus peternakan.

Dengan adanya larangan ini, para
hewan berharap tidak ada pemimpin
yang menjadi malas atau tidak
bertanggung jawab karena minuman
keras.

6. No animal shall kill any other
animal.

(Tidak ada hewan yang boleh
membunuh hewan lain.)

Perintah ini bertujuan menjaga
perdamaian di antara para hewan.
Setelah manusia diusir, mereka tidak
boleh saling menyakiti atau
membunuh satu sama lain.

Jika aturan ini dipatuhi, maka Animal
Farm akan menjadi tempat yang penuh
persaudaraan tanpa kekerasan
di antara sesama hewan.

7. All animals are equal.
(Semua hewan adalah setara.)

Ini adalah perintah yang paling penting.
Aturan ini menegaskan bahwa tidak ada
hewan yang lebih tinggi atau lebih rendah
dari yang lain. Semua hewan memiliki
hak yang sama dalam kehidupan
di Animal Farm.

Dengan prinsip kesetaraan ini, para hewan
berharap tidak akan ada lagi penindasan
seperti yang dulu dilakukan manusia
kepada mereka.

Susu yang Menghilang

Setelah semua itu selesai, para hewan
pergi ke ladang untuk mulai bekerja.
Namun sebelum mereka pergi, ada
satu masalah kecil yang muncul.

Beberapa sapi harus diperah terlebih
dahulu. Para babi dengan cepat
melakukan pekerjaan itu dan berhasil
mengumpulkan lima ember penuh
susu segar
.

Para hewan bertanya-tanya apa yang
akan dilakukan dengan susu tersebut.
Mereka mengira susu itu akan
dibagikan kepada semua hewan.

Namun setelah seharian bekerja
di ladang, para hewan kembali dan
menyadari sesuatu yang aneh.

Susu itu telah menghilang.

Tidak ada yang tahu ke mana perginya.

Para hewan hanya bisa bertanya-tanya
dalam hati: apakah para babi
menyimpannya untuk diri mereka sendiri?

Mereka berharap tidak.

Namun keraguan kecil mulai muncul
di Animal Farm.

kalau masih kurang paham ini
versi yang sederhana:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *