buku

Bab 3 Korban Pertama: Kathy Loreno

Kathy Loreno adalah seorang wanita
muda yang bekerja sebagai perawat.
Ia bertemu Shelly melalui sebuah
salon tempat ia bekerja sambilan.
Shelly, dengan karismanya yang
menipu, dengan cepat menjadi teman
Kathy. Ketika Shelly mengatakan
bahwa ia membutuhkan bantuan
untuk merawat anak-anaknya yang
masih kecil, Kathy yang baik hati dan
ingin membantu setuju untuk pindah
ke rumah Knotek.

Awalnya, semuanya tampak normal.
Kathy tinggal di rumah itu,
membantu mengurus Nikki, Sami,
dan Tori, dan menjadi bagian dari
kehidupan sehari-hari keluarga
Knotek. Tapi seperti semua orang
yang masuk ke dalam orbit Shelly,
posisi Kathy dengan cepat berubah.
Dari teman, ia menjadi pembantu.
Dari pembantu, ia menjadi tahanan.

Shelly mulai menerapkan pola yang
sama yang sudah ia latih selama
bertahun-tahun. Mula-mula, ia
merendahkan Kathy secara verbal.
Ia mengatakan bahwa Kathy gemuk.
Bahwa Kathy bodoh. Bahwa Kathy
tidak berguna. Bahwa tidak ada yang
peduli padanya. Kata-kata ini
diucapkan setiap hari, di depan
anak-anak, di depan Dave, tanpa
rasa malu. Shelly ingin Kathy
percaya bahwa ia memang tidak
berharga.

Lalu datanglah kerja paksa. Kathy
dibangunkan sebelum fajar dan
dipaksa bekerja sepanjang hari.
Membersihkan rumah yang sudah
bersih. Mencabuti rumput di halaman
dengan tangan kosong. Memindahkan
batu dari satu tempat ke tempat lain,
lalu kembali lagi. Jika pekerjaannya
dianggap kurang memuaskan,
hukumannya bertambah. Shelly
selalu menemukan alasan untuk
mengatakan bahwa pekerjaan Kathy
tidak cukup baik, karena tujuannya
memang bukan untuk menyelesaikan
pekerjaan. Tujuannya adalah untuk
menghancurkan Kathy.

Kemudian datanglah perampasan
makanan. Shelly memutuskan bahwa
Kathy “terlalu gemuk” dan tidak
layak mendapat makanan. Hari demi
hari berlalu tanpa Kathy diberi
makan. Kadang ia hanya mendapat
segelas air. Kadang ia dipaksa
menyaksikan Shelly dan Dave makan
di meja dapur sementara perutnya
keroncongan. Tubuhnya mulai
menyusut. Tulang-tulangnya mulai
menonjol. Kulitnya menjadi pucat
dan kering. Dalam foto-foto yang
diambil selama periode ini, Kathy
Loreno terlihat seperti kerangka
hidup. Matanya cekung. Pipinya
tirus. Lengannya seperti ranting
yang bisa patah kapan saja.

Penyiksaan fisik juga terus meningkat.
Shelly memukul Kathy dengan tangan
kosong, dengan ikat pinggang, dengan
benda apa pun yang ada di dekatnya.
Dave, atas perintah Shelly, ikut
memukul. Kathy disiram air panas.
Dipaksa tidur di luar dalam cuaca
dingin. Dikurung di kamar tanpa
jendela. Setiap kali ia jatuh karena
lemah, Shelly menendangnya dan
menyuruhnya bangun.

Anak-anak menyaksikan semuanya.
Nikki, Sami, dan Tori melihat Kathy,
yang dulu datang sebagai teman
baik ibu mereka, perlahan berubah
menjadi mayat hidup. Mereka tidak
bisa berbuat apa-apa. Jika mereka
mencoba membantu Kathy, mereka
akan menjadi korban berikutnya.

Puncaknya terjadi di kamar mandi.
Kathy, yang sudah sangat lemah
karena bertahun-tahun disiksa,
tidak bisa lagi berdiri. Tubuhnya
sudah mencapai batas akhir. Shelly
dan Dave membiarkannya tergeletak
di lantai kamar mandi. Mereka tidak
memanggil dokter. Mereka tidak
memberinya air. Mereka hanya
menunggu.

Kathy Loreno meninggal di lantai
kamar mandi rumah Knotek.
Sendirian. Dalam kondisi yang
sangat mengenaskan. Tubuhnya
yang tinggal kulit dan tulang
akhirnya menyerah setelah
bertahun-tahun disiksa oleh orang
yang seharusnya menjadi temannya.

Setelah Kathy mati, Shelly dan Dave
menghadapi masalah: apa yang
harus dilakukan dengan tubuhnya?
Mereka tidak bisa memanggil polisi.
Jika polisi datang dan melihat kondisi
tubuh Kathy, semuanya akan
terbongkar. Maka mereka
memutuskan untuk menghilangkan
bukti.

Mereka membawa tubuh Kathy
ke halaman belakang. Di sana, mereka
membakarnya. Api menyala selama
berjam-jam. Asap mengepul ke langit,
membawa serta sisa-sisa Kathy
Loreno. Setelah api padam, Shelly dan
Dave mengumpulkan abunya. Mereka
menyebarkannya di sekitar lahan
mereka, di antara rumput dan tanah.
Tubuh Kathy Loreno lenyap, berubah
menjadi abu yang tersebar di halaman
rumah tempat ia disiksa selama
bertahun-tahun.

Untuk menutupi pembunuhan itu,
Shelly menciptakan kebohongan.
Ia memberitahu keluarga Kathy,
teman-temannya, dan siapa pun
yang bertanya bahwa Kathy telah
pergi begitu saja. Ia mengatakan
bahwa Kathy memutuskan untuk
pindah, untuk mencari kehidupan
baru di tempat lain. Tidak ada yang
mencurigai apa pun. Kathy Loreno
hanyalah satu lagi orang hilang
di dunia yang luas.

Pembunuhan ini adalah titik penting
dalam cerita. Ini adalah pertama
kalinya Dave secara langsung
terlibat dalam menghilangkan
nyawa seseorang. Shelly mungkin
yang memerintahkan segalanya, tapi
Dave-lah yang membantu membawa
tubuh itu. Dave yang membantu
membakarnya. Dave yang membantu
menyebarkan abunya. Dengan
tindakan ini, Dave tidak bisa lagi
berpura-pura bahwa ia hanyalah
penonton pasif. Ia sekarang terikat
pada kejahatan Shelly selamanya.
Tangannya sama kotornya dengan
tangan istrinya. Dan ini baru
korban pertama.

kalau masih kurang paham ini
versi yang sederhana:

Guys, setelah lo tau gimana sistem
teror di rumah Knotek berjalan,
sekarang kita masuk ke cerita yang
paling bikin hati lo cenat-cenut. Ini
tentang korban pertama yang jadi
sasaran kekejian Shelly. Namanya
Kathy Loreno. Ceritanya bakal bikin
lo merinding, karena ini bukan fiksi,
ini beneran terjadi.

Bab 3: Korban Pertama, Kathy
Loreno

Kathy Loreno adalah seorang wanita
muda yang kerja sebagai perawat.
Dia ketemu Shelly lewat sebuah salon
tempat dia kerja sambilan. Shelly,
dengan karismanya yang menipu,
dengan cepet jadi “temen” Kathy.
Ketika Shelly bilang butuh bantuan
buat ngurus anak-anaknya yang
masih kecil, Kathy yang baik hati
dan pengen ngebantu setuju buat
pindah ke rumah Knotek. Niatnya
sih baik, bantuin temen.

Awalnya, semuanya biasa aja. Kathy
tinggal di rumah itu, bantuin ngurus
Nikki, Sami, dan Tori, dan jadi
bagian dari keseharian keluarga
Knotek. Tapi lo pasti udah bisa nebak.
Kayak semua orang yang masuk
ke orbit Shelly, posisi Kathy berubah
drastis. Dari temen, dia jadi pembantu.
Dari pembantu, dia jadi tahanan.
Shelly mulai nerapin pola yang sama
persis yang udah dia latih
bertahun-tahun.

Mula-mula, serangan verbal. Shelly
bilang Kathy itu gendut, bodoh,
nggak berguna, dan nggak ada yang
peduli. Kata-kata ini diucapin
setiap hari, di depan anak-anak,
di depan Dave, tanpa rasa malu.
Tujuannya cuma satu, bikin Kathy
percaya bahwa dia memang bukan
siapa-siapa. Setelah mentalnya
dihancurin, datanglah kerja paksa.
Kathy dibangunin sebelum matahari
terbit dan dipaksa kerja tanpa henti
sampe malem. Bersihin rumah yang
sebenernya udah kinclong,
mencabuti rumput pake tangan
kosong, mindahin batu dari titik A
ke titik B, terus balik lagi. Kalau
kerjaannya dianggap kurang rapi,
hukumannya nambah. Shelly selalu
bisa nemuin alasan buat bilang
kerjaan Kathy nggak cukup bagus,
karena emang tujuannya bukan buat
nyelesein kerjaan, tapi buat
ngancurin mentalnya.

Terus, penyiksaan yang bikin lo
ngerasa ngenes banget: perampasan
makanan. Shelly mutusin Kathy
“kegendutan” dan nggak pantes
dikasih makan. Bayangin, guys. Hari
demi hari, Kathy nggak dikasih
makan. Kadang cuma dikasih segelas
air. Dia dipaksa nonton Shelly dan
Dave makan enak di meja dapur,
sementara perutnya sendiri
keroncongan. Tubuhnya mulai
menyusut drastis. Tulang-tulangnya
mulai kelihatan. Kulitnya pucet dan
kering. Dalam foto-foto yang diambil
pas masa itu, Kathy Loreno udah
kayak kerangka hidup. Matanya
cekung, pipinya tirus, lengannya kayak
ranting yang siap patah.

Penyiksaan fisik terus meningkat.
Shelly mukul Kathy pake tangan
kosong, pake ikat pinggang, pake
benda apa aja yang ada di deketnya.
Dave, tentu aja atas perintah Shelly,
juga ikut mukul. Kathy disirem air
panas, dipaksa tidur di luar rumah
di cuaca beku, dikurung di kamar
tanpa jendela. Setiap kali dia jatuh
karena lemes, Shelly nendangin
dan nyuruh dia bangun.

Anak-anak nyaksiin semuanya. Nikki,
Sami, dan Tori ngeliat langsung
Kathy, yang dulu dateng sebagai
temen baik ibu mereka, perlahan
berubah jadi mayat hidup. Mereka
nggak bisa ngapa-ngapain.
Satu gerakan buat nolongin Kathy,
dan mereka bakal jadi korban
berikutnya.

Puncaknya terjadi di kamar mandi.
Kathy, yang udah lemah banget
setelah bertahun-tahun disiksa, udah
nggak bisa berdiri lagi. Tubuhnya
udah nyampe batas akhir. Shelly dan
Dave biarin aja dia tergeletak di lantai
kamar mandi. Nggak ada panggilan
dokter, nggak ada seteguk air pun.
Mereka cuma nunggu. Kathy Loreno
meninggal di lantai kamar mandi
rumah Knotek, sendirian. Kondisinya
sangat mengenaskan. Tubuhnya yang
tinggal kulit dan tulang akhirnya
menyerah, setelah sekian lama disiksa
sama orang yang katanya temennya
sendiri.

Setelah Kathy mati, Shelly dan Dave
punya masalah baru: mayatnya.
Nggak mungkin manggil polisi,
karena kondisi tubuhnya bakal
langsung ngebongkar semuanya.
Jadi, mereka mutusin buat ngilangin
barang bukti. Mereka bawa tubuh
Kathy ke halaman belakang. Di sana,
mereka bakarnya. Api nyala
berjam-jam, asapnya ngepul
ke langit, bawa sisa-sisa Kathy
Loreno. Setelah api padam, Shelly
dan Dave ngumpulin abunya dan
nyebar di sekitar lahan rumah.
Tubuh Kathy Loreno lenyap,
berubah jadi abu yang bertebaran
di halaman tempat dia disiksa
bertahun-tahun.

Buat nutupin pembunuhan itu,
Shelly bikin kebohongan. Dia ngasih
tahu keluarga Kathy,
temen-temennya, kalau Kathy pergi
begitu aja. Pindah, cari kehidupan
baru. Nggak ada yang curiga. Kathy
Loreno cuma jadi satu lagi nama
yang hilang.

Ini titik penting banget, guys.
Pembunuhan ini adalah pertama
kalinya Dave secara langsung
terlibat ngilangin nyawa. Shelly
yang merintah, tapi Dave yang bantu
bawa tubuh, bantu bakar, bantu
nyebar abu. Dengan ini, Dave nggak
bisa lagi pura-pura jadi penonton.
Dia sekarang terikat selamanya
dalam kejahatan istrinya. Tanganny
a udah sama kotornya. Dan ini baru
korban pertama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *