buku

Buku Your Next Five Moves Patrick Bet-David, MASTER KNOWING YOURSELF (Kuasai Mengenali Diri Sendiri)

Your Next Five MovesPatrick Bet-David
Your Next Five Moves
Patrick Bet-David

Sahabat, kali ini kita akan menyelami
buku 
Your Next Five Moves karya
Patrick Bet-David. Buku ini bukan
sekadar panduan bisnis biasa.
Bet-David adalah seorang pengusaha
yang membangun kerajaan bisnis dari
nol, dan ia juga seorang pemain catur
yang serius. Dari perpaduan
pengalaman bisnis dan kecintaannya
pada catur inilah ia merumuskan
sebuah pendekatan strategis yang ia
sebut sebagai “memikirkan lima
langkah ke depan.”

MOVE 1: MASTER KNOWING
YOURSELF (Kuasai Mengenali
Diri Sendiri)

Patrick Bet-David membuka bukunya
dengan sebuah langkah yang mungkin
mengejutkan. Ia tidak langsung
berbicara tentang strategi bisnis,
cara mengalahkan kompetitor, atau
taktik menghasilkan uang. Sebaliknya,
ia membawa kita ke sebuah ruangan
sunyi dan meminta kita untuk duduk
berhadapan dengan diri kita sendiri.
Menurut Bet-David, semua strategi
yang brilian, semua taktik yang cerdik,
dan semua tim yang solid akan rapuh
dan runtuh jika dibangun di atas
fondasi yang salah. Fondasi itu adalah
pemahaman yang jujur dan mendalam
tentang siapa dirimu sebenarnya.

Bet-David menyebut ini sebagai
“Master Knowing Yourself”.
Ia berpendapat bahwa kebanyakan
orang menjalani hidup dengan
mengejar target-target yang
sebenarnya bukan milik mereka
sendiri. Mereka ingin kaya karena
semua orang ingin kaya. Mereka
ingin jabatan tinggi karena itulah
definisi sukses yang diajarkan oleh
masyarakat. Mereka ingin memiliki
mobil mewah dan rumah besar
karena itulah yang dipamerkan
di media sosial. Tetapi ketika mereka
akhirnya mencapai semua itu, mereka
merasa hampa. Mengapa?
Karena mereka baru saja
memenangkan permainan yang tidak
pernah ingin mereka mainkan sejak
awal.

Untuk mencegah jebakan ini,
Bet-David memperkenalkan sebuah
alat yang ia sebut sebagai
“Personal Identity Audit”. Audit ini
bukanlah tes kepribadian sederhana
yang bisa kamu selesaikan dalam
lima menit. Ia adalah proses
introspeksi yang mendalam, sebuah
penyelidikan terhadap dirimu sendiri
yang membutuhkan kejujuran yang
brutal. Bet-David meminta kita
untuk menjawab beberapa
pertanyaan mendasar.

Pertanyaan pertama: apa yang
benar-benar kamu inginkan?
Perhatikan kata “benar-benar”.
Bet-David memperingatkan bahwa
kebanyakan orang berhenti pada
jawaban yang dangkal.
Ketika ditanya apa yang mereka
inginkan, mereka menjawab
“ingin kaya” atau “ingin sukses”.
Bet-David mendorong kita untuk
menggali lebih dalam.
Kaya untuk apa? Sukses seperti apa?
Apa yang akan kamu lakukan dengan
uang itu setelah kamu memilikinya?
Jika kamu tidak bisa menjawab
pertanyaan-pertanyaan ini dengan
spesifik, kamu seperti seorang
kapten kapal yang berlayar tanpa
tujuan.

Pertanyaan kedua: apa tipe
kepribadianmu? Bet-David tidak
meminta kita untuk sekadar mengisi
kuis online dan menerima label yang
diberikan. Ia ingin kita benar-benar
memahami bagaimana kita
beroperasi. Apakah kamu seorang
introver yang mendapatkan energi
dari kesendirian, atau ekstrover yang
bersemangat di tengah keramaian?
Apakah kamu tipe orang yang detail
dan metodis, atau tipe yang visioner
dan impulsif? Apakah kamu lebih
suka bekerja dalam struktur yang
jelas, atau kamu berkembang dalam
kekacauan? Memahami tipe
kepribadianmu sendiri sangat penting
karena strategi yang berhasil untuk
orang lain belum tentu berhasil
untukmu.

Pertanyaan ketiga: apa ketakutan
terdalammu? Bet-David berpendapat
bahwa ketakutan adalah pendorong
yang sama kuatnya dengan ambisi.
Banyak keputusan hidup yang diambil
bukan karena orang tersebut mengejar
sesuatu, melainkan karena mereka
melarikan diri dari sesuatu.
Takut gagal, takut ditolak, takut tidak
dihargai, takut berakhir seperti
orang tua mereka. Jika kamu tidak
mengenali ketakutan-ketakutan ini,
mereka akan mengendalikanmu dari
alam bawah sadar. Kamu akan
mengambil keputusan yang tampaknya
logis, padahal sebenarnya hanya
didorong oleh rasa takut.

Pertanyaan keempat: seberapa besar
“rasa lapar”mu untuk sukses?
Bet-David menggunakan istilah
“hunger” (rasa lapar). Ia ingin kita
mengukur seberapa besar keinginan
kita untuk mencapai tujuan.
Apakah kamu cukup lapar untuk
bangun jam empat pagi?
Apakah kamu cukup lapar untuk
menanggung penghinaan dan
penolakan?
Apakah kamu cukup lapar untuk
mengorbankan waktu luang,
hiburan, dan kenyamanan?
Bet-David berkata bahwa tidak ada
jawaban yang benar atau salah.
Yang penting adalah kamu jujur
pada dirimu sendiri.

Setelah menjawab keempat
pertanyaan ini, Bet-David meminta
kita untuk melakukan satu hal yang
paling penting: menetapkan definisi
sukses versi sendiri. Ia menceritakan
bagaimana ia sendiri pernah terjebak
dalam definisi sukses orang lain.
Ia mengejar uang dan status, dan
ketika ia mendapatkannya, ia merasa
kosong. Baru setelah ia mendefinisikan
ulang apa arti sukses baginya secara
pribadi, ia mulai merasakan kepuasan
yang sesungguhnya. Definisinya
mungkin berbeda dengan definisimu.
Mungkin sukses bagimu adalah
memiliki kebebasan waktu, bisa
bepergian kapan saja, dan
menghabiskan lebih banyak waktu
bersama keluarga. Mungkin sukses
bagimu adalah membangun sesuatu
yang bertahan lebih lama dari
hidupmu sendiri. Apa pun itu,
definisikan sendiri.

Bet-David menutup Move 1 dengan
sebuah peringatan yang kuat.
Mengejar target kosong, target yang
bukan milikmu sendiri, akan
membuatmu hampa di kemudian hari.
Kamu mungkin akan mencapai
puncak tangga, hanya untuk menyadari
bahwa tangga itu bersandar di dinding
yang salah. Itulah mengapa langkah
pertama, sebelum semua strategi dan
taktik, adalah mengenali dirimu
sendiri. Inilah fondasi yang akan
menopang semua langkah berikutnya.
Tanpa fondasi ini, kamu hanyalah
seorang pemain catur yang
menggerakkan bidak-bidak tanpa arah.

Contoh Penerapan Move 1:
Master Knowing Yourself

Situasi: Kamu Berada
di Persimpangan Karier

Kamu berusia dua puluh delapan tahun.
Saat ini kamu bekerja sebagai manajer
pemasaran di sebuah perusahaan
multinasional. Gajimu lumayan,
atasanmu menyukaimu, dan jalur
kariermu terlihat jelas: dalam lima
tahun, kamu bisa menjadi direktur.
Tetapi setiap pagi, kamu bangun
dengan perasaan berat. Ada sesuatu
yang mengganjal. Kamu tidak
bersemangat. Kamu mulai berpikir
untuk berhenti dan membuka bisnis
sendiri di bidang furnitur custom,
sesuatu yang selalu kamu sukai sejak
kuliah. Namun, semua orang
di sekitarmu mengatakan bahwa itu
adalah ide yang bodoh. “Kamu sudah
punya karier bagus. Kenapa harus
dihancurkan?” Kata-kata itu
membuatmu ragu. Kamu tidak tahu
mana yang benar: bertahan di jalur
aman atau melompat
ke ketidakpastian. Di sinilah kamu
perlu menjalankan Personal Identity
Audit ala Patrick Bet-David.

Langkah pertama: Tanyakan
apa yang benar-benar kamu
inginkan.

Jangan berhenti di jawaban dangkal
seperti “aku ingin sukses” atau
“aku ingin kaya”. Gali lebih dalam.
Bet-David mengajarkan untuk terus
bertanya “mengapa” sampai kamu
menemukan akarnya. Duduklah
sendiri, buka buku catatan, dan tulis
pertanyaan pertama: “Apa yang
benar-benar aku inginkan?”

Jawaban pertamamu mungkin:
“Aku ingin punya bisnis sendiri.”
Tanyakan lagi: “Mengapa aku ingin
punya bisnis sendiri?” Jawabanmu:
“Karena aku ingin bebas mengatur
waktuku sendiri.” Tanyakan lagi:
“Mengapa aku ingin bebas mengatur
waktuku sendiri?” Jawabanmu:
“Karena aku ingin bisa hadir saat
anak-anakku lahir nanti. Aku ingin
mengantar mereka ke sekolah. Aku
tidak ingin seperti ayahku yang selalu
sibuk bekerja dan tidak pernah
punya waktu untukku.”

Nah, di sinilah letak jawaban yang
sesungguhnya. Kamu tidak sekadar
ingin punya bisnis. Kamu ingin
menjadi ayah atau ibu yang hadir.
Bisnis hanyalah alat untuk mencapai
itu. Sekarang kamu sudah tahu apa
tujuanmu yang sebenarnya. Ini akan
membantumu mengambil keputusan
selanjutnya dengan lebih jernih.

Langkah kedua: Kenali tipe
kepribadianmu.

Bet-David meminta kita untuk jujur
tentang bagaimana kita beroperasi.
Tanyakan pada dirimu sendiri:
apakah kamu tipe orang yang bisa
bekerja sendirian, atau kamu
membutuhkan tim?
Apakah kamu tipe yang berani
mengambil risiko besar, atau kamu
lebih nyaman dengan
langkah-langkah kecil yang terukur?
Apakah kamu tipe yang bisa menjual
dan meyakinkan orang, atau kamu
lebih suka bekerja di balik layar?

Dalam kasusmu, kamu menyadari
bahwa kamu adalah tipe yang
introver. Kamu mendapatkan energi
dari bekerja sendiri. Kamu sangat
detail dan perfeksionis terhadap
kualitas produk. Tetapi kamu juga
menyadari bahwa kamu kurang
nyaman saat harus menjual dan
bernegosiasi. Ini bukan kelemahan
yang harus disembunyikan.
Ini adalah fakta yang harus
diperhitungkan dalam strategimu.
Jika kamu membuka bisnis furnitur
custom, kamu mungkin perlu
merekrut seseorang yang jago
menjual sebagai mitra atau
karyawan pertama. Kamu tidak bisa
memaksakan diri untuk menjadi
orang lain.

Langkah ketiga: Hadapi
ketakutan terdalammu.

Bet-David berpendapat bahwa
ketakutan yang tidak dikenali akan
mengendalikanmu dari alam bawah
sadar. Tanyakan pada dirimu sendiri:
apa yang paling aku takuti?
Apakah aku takut gagal?
Apakah aku takut ditertawakan?
Apakah aku takut mengecewakan
orang tuaku?
Apakah aku takut berakhir miskin?

Dalam kasusmu, kamu menyadari
bahwa ketakutan terbesarmu
bukanlah kegagalan bisnis itu sendiri.
Kamu takut bahwa jika kamu gagal,
orang-orang yang dulu meragukanmu
akan berkata, “Sudah kubilang apa.”
Kamu takut dipermalukan. Ketakutan
ini sangat umum, dan Bet-David
mengatakan bahwa mengakuinya
adalah langkah pertama untuk
mengatasinya. Sekarang, tanyakan
pada dirimu sendiri: apakah aku rela
membiarkan rasa takut dipermalukan
mengendalikan seluruh hidupku?
Apakah aku rela, di usia lima puluh
tahun nanti, menyesal karena tidak
pernah mencoba, hanya karena
aku takut ditertawakan?

Langkah keempat: Ukur seberapa
besar rasa laparmu.

Bet-David menggunakan istilah
“hunger” (rasa lapar). Seberapa besar
keinginanmu untuk mencapai tujuan
itu? Apakah kamu cukup lapar untuk
bangun jam lima pagi?
Apakah kamu cukup lapar untuk
menerima penolakan?
Apakah kamu cukup lapar untuk
gagal sekali, dua kali, tiga kali,
dan tetap bangkit?

Dalam kasusmu, kamu mengukur
rasa laparmu. Kamu menyadari
bahwa saat ini kamu masih
setengah-setengah. Kamu ingin
buka bisnis, tetapi kamu juga masih
nyaman dengan gaji tetap. Kamu
belum cukup lapar. Ini bukan berarti
kamu harus menyerah. Bet-David
berkata bahwa rasa lapar bisa
dinyalakan. Mulailah dengan langkah
kecil: sebelum kamu berhenti dari
pekerjaanmu, cobalah membuat satu
lemari custom dan tawarkan ke teman
atau saudara. Apakah kamu merasa
bersemangat saat mengerjakannya?
Apakah kamu tidak sabar untuk
bangun pagi dan melanjutkan
pekerjaan?
Jika ya, rasa lapar itu akan tumbuh.
Jika tidak, mungkin memang ini
bukan jalanmu.

Langkah kelima: Tetapkan
definisi sukses versimu sendiri.

Setelah menjawab semua pertanyaan
di atas, kini saatnya menulis definisi
suksesmu sendiri. Jangan menyalin
definisi orang lain. Jangan menulis
“sukses adalah memiliki perusahaan
dengan omzet seratus miliar”
hanya karena itu terdengar keren.
Ingat kembali jawabanmu di langka
h pertama: kamu ingin menjadi
orang tua yang hadir.

Maka, definisi suksesmu mungkin
berbunyi seperti ini:
“Sukses adalah memiliki bisnis
furnitur custom yang menghasilkan
cukup untuk menghidupi keluargaku,
dengan jam kerja yang fleksibel
sehingga aku bisa mengantar
anak-anakku ke sekolah setiap pagi,
dan cukup stabil sehingga aku tidak
perlu stres memikirkan uang
di malam hari.”

Perhatikan bahwa definisi ini tidak
menyebutkan omzet atau jumlah
karyawan. Ia menyebutkan kehadiran,
fleksibilitas, dan ketenangan pikiran.
Itulah definisi suksesmu. Sekarang,
setiap kali kamu harus mengambil
keputusan besar, tanyakan pada
dirimu sendiri:
“Apakah ini membawaku lebih dekat
ke definisi suksesku, atau
menjauhkannya?”
Jika tawaran menjadi direktur
di kantormu saat ini berarti kamu
harus bekerja delapan belas jam
sehari dan tidak pernah melihat
anak-anakmu, maka meskipun gajinya
besar, itu bukan sukses menurut
definisimu.

kalau masih kurang paham ini
versi yang sederhana:

Gaes, kali ini kita ngomongin buku
yang bakal ngasah otak lo soal strategi.
Your Next Five Moves karya Patrick
Bet-David. Ini bukan buku bisnis
biasa yang isinya motivasi doang.
Bet-David ini pengusaha yang
beneran bangun kerajaan dari nol.
Dan dia juga pemain catur yang serius.
Nah, dari gabungan pengalaman
bisnis dan obsesinya sama catur inilah
dia nyiptain pendekatan strategis
yang dia sebut “mikirin lima langkah
ke depan”. Gak cuma buat bisnis, tapi
buat hidup lo secara keseluruhan.

MOVE 1: Kuasai Dulu Seni
Mengenali Diri Sendiri

Patrick Bet-David buka bukunya
dengan langkah yang mungkin bikin
lo garuk-garuk kepala. Lo pasti ngira
dia bakal langsung ngegas soal strategi
bisnis, cara ngalahin kompetitor, atau
taktik ngumpulin duit. Eh, enggak.
Dia malah ngajak lo ke ruangan sunyi,
duduk, dan… berhadapan sama diri lo
sendiri.

Menurut Bet-David, semua strategi
brilian, taktik cerdik, dan tim solid
bakal RAPUH dan RUNTUH kalo
dibangun di atas fondasi yang salah.
Fondasinya apa? Pemahaman yang
JUJUR dan DALEM tentang SIAPA
LO SEBENARNYA. Dia nyebut ini
“Master Knowing Yourself”,
Kuasai Mengenali Diri Sendiri.

Dia berpendapat, KEBANYAKAN
ORANG tuh jalanin hidup dengan
ngejar target yang SEBENERNYA
BUKAN PUNYA MEREKA SENDIRI.
Lo pengen kaya? Karena SEMUA
orang pengen kaya. Lo pengen jabatan
tinggi? Karena ITULAH definisi sukses
yang diajarin masyarakat. Lo pengen
mobil mewah dan rumah gede?
Karena ITULAH yang dipamerin
di medsos. Tapi pas akhirnya lo
dapetin semua itu… lo ngerasa HAMPA.
Kenapa? Karena lo baru aja
MENANGIN permainan yang SEJAK
AWAL GAK PERNAH PENGEN LO
MAININ. Tragis, kan?

Nah, buat ngehindarin jebakan
mematikan ini, Bet-David ngenalin
alat yang dia sebut
“Personal Identity Audit”. Ini
BUKAN tes kepribadian receh yang
bisa lo selesaiin lima menit sambil
ngopi. Ini adalah PROSES
INTROSPEKSI yang DALEM.
Penyelidikan ke diri lo sendiri yang
butuh KEJUJURAN BRUTAL.
Gak boleh ada bohong-bohongan
sama diri sendiri. Dia maksa lo jawab
beberapa pertanyaan mendasar.

Pertanyaan pertama: APA YANG
BENERAN LO INGINKAN?

Perhatiin kata “BENERAN”.
Bet-David ngingetin, banyak orang
berhenti di jawaban DANGKAL.
Pas ditanya, “Lo maunya apa?”,
jawabnya “Pengen kaya” atau
“Pengen sukses”. Terus Bet-David
bakal ngegas, “Kaya buat APA?
Sukses kayak APA? Lo bakal
ngapain sama duit itu pas lo udah
punya?”
Kalo lo GAK BISA jawab dengan
SPESIFIK, lo kayak kapten kapal
yang berlayar TANPA TUJUAN.
Ke mana arah angin, ke situ lo
ikut. Nyasar.

Pertanyaan kedua: APA TIPE
KEPRIBADIAN LO?
 Bet-David
gak minta lo cuma isi kuis online dan
terima label yang dikasih. Dia pengen
lo BENER-BENER PAHAM gimana lo
beroperasi. Lo ini INTROVER yang
dapet energi dari kesendirian?
Atau EKSTROVER yang malah
bersemangat di tengah keramaian?
Lo tipe yang DETAIL dan
SISTEMATIS, atau tipe VISIONER
dan IMPULSIF yang suka spontan?
Lo lebih nyaman kerja dalam
STRUKTUR yang jelas, atau lo justru
BERKEMBANG dalam kekacauan?
Paham ini PENTING BANGET.
Karena strategi yang SUKSES buat
orang lain, BELUM TENTU sukses
buat lo. Jangan maksain diri lo jadi
orang lain.

Pertanyaan ketiga:
APA KETAKUTAN TERDALAM
LO?
 Ini nusuk banget. Bet-David
berpendapat, KETAKUTAN itu
pendorong yang KUATNYA SAMA
kayak AMBISI. BANYAK keputusan
hidup lo yang lo ambil, sebenernya
BUKAN karena lo MENGEJAR
sesuatu. Tapi karena lo
MELARIKAN DIRI dari sesuatu.
Takut GAGAL. Takut DITOLAK.
Takut GAK DIHARGAIN. Takut
BERAKHIR KAYAK ORANG TUA
LO. Kalo lo GAK NGEH sama
ketakutan ini, mereka bakal
NGENDALIIN lo dari ALAM
BAWAH SADAR. Lo bakal ngambil
keputusan yang KELIHATANNYA
LOGIS, padahal mah cuma
didorong rasa takut. Lo dikontrol
sama hantu di kepala sendiri.

Pertanyaan keempat: SEBERAPA
GEDE “RASA LAPAR” LO BUAT
SUKSES?
 Bet-David pake istilah
“hunger”, rasa lapar. Dia pengen lo
UKUR seberapa GEDE keinginan lo
buat nyampe tujuan. Lo cukup
LAPER gak buat BANGUN JAM
EMPAT PAGI? Cukup laper buat
NANGGUNG penghinaan dan
penolakan? Cukup laper buat
NGORBANIN waktu luang,
hiburan, dan kenyamanan lo?
Bet-David bilang, gak ada jawaban
BENAR atau SALAH di sini. Yang
paling penting adalah lo JUJUR
sama diri sendiri. Jangan munafik.

Setelah jawab keempat pertanyaan
itu, Bet-David minta lo ngelakuin
satu hal yang PALING PENTING:
TETAPIN DEFINISI SUKSES
VERSI LO SENDIRI.
 Dia cerita,
dia sendiri pernah KECEBAK dalam
definisi sukses orang lain. Dia ngejar
duit dan status. Pas dapet, eh,
KOSONG. Baru setelah dia
DEFINISIIN ULANG apa arti
sukses buat dia PRIBADI, dia mulai
ngerasain KEPUASAN yang
SESUNGGUHNYA. Definisi lo
mungkin BEDA sama definisi dia.
Mungkin sukses buat lo adalah punya
KEBEBASAN WAKTU, bisa traveling
kapan aja, dan ngabisin banyak
waktu sama keluarga. Mungkin
sukses buat lo adalah BANGUN
SESUATU yang bertahan lebih lama
dari hidup lo sendiri. Apapun itu,
DEFINISIIN SENDIRI. Jangan
nebeng punya orang.

Bet-David nutup Move 1 ini dengan
peringatan KUAT. Ngejar TARGET
KOSONG, target yang bukan milik
lo sendiri, bakal bikin lo HAMPA
di kemudian hari. Lo mungkin bakal
nyampe PUNCAK TANGGA, tapi
begitu lo liat sekeliling, lo baru sadar
kalo tangga itu BERSANDAR
DI DINDING YANG SALAH. Itulah
kenapa langkah PERTAMA, sebelum
semua strategi dan taktik, adalah
KENALI DIRI SENDIRI.
Ini FONDASI yang bakal NOPANG
semua langkah lo berikutnya.
Tanpa fondasi ini, lo cuma pemain
catur yang GERAKIN BIDAK
TANPA ARAH. Mentok.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *