Berdiri Tegak
Lowndes mengatakan bahwa postur
tubuh yang buruk dianggap oleh
orang lain sebagai tanda bahwa
mereka tidak diterima. Jika Anda
membungkuk atau berusaha
menyembunyikan tubuh Anda, itu
berarti Anda merasa tidak aman
atau malu. Tanpa sadar, Anda
sedang memberi tahu orang-orang
di sekitar Anda bahwa Anda tidak
ingin didekati.
Sebaliknya, postur yang baik
dilihat sebagai tanda keramahan.
Mengapa? Karena berdiri atau duduk
dengan tegak menunjukkan bahwa
Anda bangga akan diri sendiri,
yakin akan kemampuan Anda,
dan tidak memiliki sesuatu
untuk disembunyikan.
Ini membuat orang lain berpikir
bahwa Anda adalah pribadi yang
sukses yang pantas untuk
diperhatikan.
Caranya sederhana: tarik bahu Anda
sedikit ke belakang, angkat dagu
sejajar dengan lantai, dan hadapkan
dada Anda ke arah dunia. Ini adalah
postur yang mengatakan, “Saya siap
dan senang untuk bertemu denganmu.”
Rileks dan Singkirkan Semua
Hambatan Fisik
Lowndes menjelaskan bahwa orang
menganggap gerakan gelisah dan
sikap berjaga-jaga sebagai tanda
ketidaktulusan. Gerakan-gerakan
ini membuat Anda terlihat
mencurigakan dan defensif.
Gerakan gelisah seperti
menggeser-geser kaki,
mengetuk-ngetuk jari, atau
menyentuh-nyentuh wajah membuat
Anda terlihat tidak nyaman,
tegang, atau bahkan bosan.
Sikap berjaga-jaga atau tertutup
seperti melipat tangan di depan dada
atau memegang sesuatu di depan
tubuh adalah cara lain untuk
menunjukkan bahwa Anda sedang
tidak nyaman. Lebih dari itu, gerakan
ini membuat Anda terlihat seperti
sedang membangun tembok
antara diri Anda sendiri dan
orang lain.
Sebaliknya, postur yang rileks dan
terbuka dianggap sebagai tanda
kepribadian yang jujur dan
ramah. Ini menunjukkan bahwa
Anda tenang, tidak takut terlihat
lemah karena Anda tidak
menyembunyikan apa pun,
dan mudah diajak bicara.
Praktiknya:
Jaga agar lengan Anda tetap
berada longgar di samping
tubuh.Posisikan telapak tangan dan
pergelangan tangan
menghadap ke atas.
Ini adalah isyarat universal yang
membuat Anda terlihat tenang,
percaya diri, dan bisa
dipercaya.Ketika orang yang ingin Anda
ajak bicara mendekati Anda,
putarlah seluruh tubuh Anda
ke arah mereka.
Ini menunjukkan bahwa mereka
mendapatkan perhatian
penuh Anda. Tindakan ini
adalah sinyal yang sangat jelas
bahwa Anda senang sedang
bersama mereka dan langsung
membuat mereka merasa nyaman.
Delapan Belas Gerakan Gelisah
dan Sikap Berjaga yang Harus
Dihindari
Mark Chernoff, penulis buku
Getting Back to Happy, menjelaskan
lebih rinci tentang apa yang dikatakan
Lowndes mengenai gerakan gelisah
dan sikap berjaga. Ia memberikan
daftar delapan belas hal yang tidak
boleh Anda lakukan saat ingin
berbicara dengan seseorang, lengkap
dengan penjelasan makna di balik
setiap gerakan.
Memegang benda di depan
tubuh Anda.
Ini menunjukkan bahwa Anda
pemalu, defensif, atau ingin
sendirian. Sebagai gantinya,
bawalah barang-barang Anda
di samping tubuh.Mengecek waktu atau
melihat kuku jari.
Ini adalah tanda yang sangat
kuat bahwa Anda sedang
bosan.Membersihkan serat atau
bulu kecil dari pakaian saat
berbicara dengan seseorang.
Artinya, Anda tidak
menyetujui ide-idenya dan
tidak merasa nyaman untuk
memberikan pendapat yang
jujur.Mengusap dagu sambil
menatap seseorang.
Ini menunjukkan bahwa Anda
sedang menghakimi atau
memiliki opini tertentu
tentang orang itu.Menyentuh wajah selama
percakapan, terutama
hidung atau mulut.
Secara tidak sadar, ini adalah
tanda bahwa Anda sedang
berbohong atau tidak
sepenuhnya jujur.Menjauhkan diri dari
seseorang.
Terutama saat Anda duduk
semeja, gerakan ini
menunjukkan bahwa Anda
tidak menyukai atau tidak
peduli kepada mereka.Meletakkan tangan
di belakang kepala atau
di pinggul.
Ini menunjukkan sikap
superior atau arogan.
Lakukan ini hanya di sekitar
teman dekat atau keluarga.Tidak menghadap lurus
ke arah lawan bicara.
Ini menunjukkan bahwa Anda
tidak nyaman, tidak
tertarik, dan tidak
berkomitmen pada
percakapan.Menyilangkan tangan
di depan dada.
Ini menunjukkan sikap
defensif dan terkadang
egois. Jaga lengan Anda tetap
terbuka di samping tubuh
setiap saat.Menggaruk bagian
belakang kepala atau leher.
Ini adalah tanda keraguan
dan bisa menjadi tanda
kebohongan.Memainkan kerah kemeja.
Artinya Anda merasa sangat
tidak nyaman dan gugup.Menyilangkan tangan
di atas area kemaluan.
Ini berarti Anda merasa gugup
dan terekspos. Posisi ini juga
membuat bahu Anda maju
ke depan, membuat Anda
terlihat lebih kecil dan lebih
lemah.Menopang kepala dengan
tangan.
Ini adalah tanda kebosanan.
Letakkan tangan Anda di atas
meja dan jangan bergerak.Mengelap tangan
berkeringat ke pakaian.
Ini menunjukkan bahwa
Anda sangat gugup.Duduk di ujung kursi.
Ini berarti Anda merasa tidak
nyaman baik secara
mental maupun fisik.Mengetuk-ngetuk kaki
dan jari.
Ini adalah tanda Anda sedang
stres, tidak sabar, atau
bosan.Memainkan aksesori kecil.
Ini adalah tanda kecemasan
atau ketidaksiapan.Bergeser dari satu kaki
ke kaki lainnya.
Ini berarti Anda merasa tidak
nyaman secara mental dan
fisik, dan siap untuk
meninggalkan percakapan.
kalau masih kurang paham ini
versi yang sederhana:
Oke, kita lanjut lagi bedah ilmu How
to Talk to Anyone. Setelah ngomongin
11 jenis bahasa tubuh, sekarang kita
kerucutin ke hal yang paling dasar
tapi paling kelihatan: Postur tubuh
lo, kegelisahan lo, dan hal-hal
kecil yang bikin orang ilfeel
tanpa lo sadari.
Ini penting banget karena, seperti
kata Leil Lowndes, postur dan
gerakan lo adalah
“business card” diam-diam
yang lo tunjukin ke semua
orang.
Berdiri Tegak: Jangan Jadi
Udang!
Postur tubuh yang buruk (bungkuk,
nyusut, kayak pengen sembunyi) itu
teriak, “Gue insecure. Gue malu.
Tolong jangan liat gue.” Itu sinyal
penolakan. Orang lain bakal
ngerasa gak diundang buat ngobrol.
Sebaliknya, postur yang tegak itu
kayak papan reklame yang bunyinya:
“Gue percaya diri. Gue sukses. Dan
gue welcome buat kenalan sama lo.”
Cara gampangnya:
Tarik bahu sedikit ke belakang
(jangan sampe kayak mau
terbang).Angkat dagu sejajar lantai
(jangan nunduk, jangan
nengadah sombong).Hadapkan dada lo ke arah dunia.
Coba bayangin ada benang yang narik
ubun-ubun lo ke atas. Ting! Itu postur
“Saya siap dan senang bertemu
denganmu.”
Rileks & Singkirkan Tameng Lo
Selain bungkuk, ada dua dosa besar
lain: Gelisah dan Tertutup
(Defensif).
Gerakan gelisah (nggeser-geser kaki,
ketuk-ketuk jari, sentuh-sentuh
muka) itu ngasih kesan lo gak tulus,
tegang, atau bahkan bosan. Sedangkan
sikap tertutup (lipat tangan, megang
tas di depan dada) adalah tameng. Lo
kayak bangun tembok sambil bilang,
“Jangan deket-deket. Gue gak
nyaman.”
Orang lain menangkapnya sebagai:
“Dia gak jujur,” atau “Dia gak mau
diganggu.”
Praktik Anti-Tameng:
Lengan longgar di samping.
Jangan dilipat.Telapak tangan terbuka atau
menghadap ke atas.
Ini isyarat universal kuno yang
artinya, “Gue gak bawa senjata.
Gue aman. Percaya deh sama
gue.”Begitu ada yang lo kenal
atau mau lo ajak ngobrol,
putar SELURUH badan lo
ke arah dia. Jangan cuma
noleh kepala. Ini artinya
“Lo dapet perhatian penuh
gue.” Dampaknya instan:
mereka ngerasa dihargai.
18 Gerakan “Dosa” yang Bikin
Orang Ilfeel (Wajib Dihindari!)
Mark Chernoff (penulis Getting Back
to Happy) ngejabarin lebih detail
soal ini. Gue ringkas jadi 18 poin biar
lo bisa ceklis sendiri. Ini kayak “daftar
pantangan” nya anak pergaulan.
Kategori: “Gue Lagi Bete &
Defensif”
Megang benda di depan
dada (tas, buku, gelas).
Artinya: “Gue pemalu, tolong
lindungi gue.”
Bawa aja di samping.Melipat tangan di depan
dada. Artinya: “Gue defensif,
gak setuju, dan males
dengerin lo.” Jaga lengan
tetap terbuka.Menjauhkan diri atau
mundur dikit pas diajak
ngomong. Artinya:
“Gue gak suka lo.”Gak menghadap lurus
ke lawan bicara. Artinya:
“Gue gak committed sama
obrolan ini. Tolong cepetan
selesai.”
Kategori: “Gue Bosan Setengah
Mati”
5. Ngecek jam, HP, atau ngeliatin
kuku. Ini adalah teriakan paling keras:
“GUE BOSAN. KAPAN SELESAINYA?!”
6. Menopang kepala dengan
tangan (muka ditumpu tangan kayak
orang ngantuk). Artinya sama: bosan.
Kategori: “Gue Gugup &
Gak Nyaman”
7. Mainin kerah baju.
8. Ngelap tangan berkeringat
ke baju.
9. Geser-geser dari satu kaki
ke kaki lainnya.
10. Duduk di ujung kursi
(kayak siap kabur).
11. Memainkan aksesori kecil
(cincin, anting, pulpen).
12. Menyilangkan tangan nutupin
area kemaluan. Ini postur
“takut diserang” yang bikin lo
keliatan kecil dan lemah.
Kategori: “Gue Nge-judge &
Ngerasa Lebih Hebat”
13. Ngusap dagu sambil natap
orang. Artinya: “Hmm, gue lagi
nilai lo nih.”
14. Tangan di belakang kepala
atau di pinggul. Ini gaya super
arogan. Cuma pake ini sama temen
akrab.
15. Membersihkan serat/bulu
kecil dari baju pas orang lagi
ngomong. Artinya: “Gue gak
setuju sama omongan lo, tapi gue
males debat. Gue pura-pura
bersihin baju aja deh.”
Kategori: “Gue Kayaknya
Bohong”
16. Menyentuh muka,
terutama hidung atau mulut,
saat ngomong. Secara gak sadar
ini tanda lo lagi gak jujur atau
nutupin sesuatu.
17. Menggaruk belakang
kepala atau leher. Artinya:
ragu-ragu, bingung, atau… bohong.
Kategori Tambahan:
18. Mengetuk-ngetuk jari atau
kaki. Artinya lo lagi stres, gak sabar,
atau bosan. Ini mengganggu banget
buat lawan bicara.
Nah, itu dia daftar “pantangan” nya.
Coba deh sekali-sekali lo rekam diri
sendiri pas lagi ngobrol santai, atau
minta temen lo nilai. Sadar gak
sadar, kita sering banget ngelakuin
gerakan-gerakan ini. Sekarang lo
udah tau artinya, tinggal dikontrol
aja.
