buku

Gunakan Isyarat Non-Verbal untuk Membuat Kesan Pertama yang Baik

Jika Anda ingin mahir berbicara
dengan siapa pun, Anda harus
memberi perhatian besar pada
bahasa tubuh dan isyarat
non-verbal lainnya
. Anda
mungkin bertanya-tanya, mengapa
bahasa tubuh begitu penting jika
tujuan utamanya adalah berbicara?

Leil Lowndes menjelaskan bahwa
sinyal-sinyal diam ini
berkontribusi lebih dari
delapan puluh persen terhadap
reaksi orang lain saat pertama
kali bertemu dengan Anda
.
Jauh sebelum Anda membuka
mulut dan mengucapkan kata
pertama, tubuh Anda sudah
berbicara banyak hal.

Dalam hitungan detik setelah
bertemu seseorang, Anda sudah
memiliki firasat atau penilaian
awal
 tentang orang itu. Sebelum ia
mengucapkan sepatah kata pun,
Anda sudah membuat asumsi
tentang kepribadiannya,
perasaannya, tingkat
kepercayaan dirinya, dan status
sosial atau profesionalnya
. Yang
paling penting, Anda juga sudah
memutuskan apakah ia adalah tipe
orang yang ingin Anda ajak
bergaul atau tidak
.

Hal yang persis sama terjadi pada diri
Anda. Begitu orang lain melihat Anda,
mereka langsung membuat asumsi
tentang apakah mereka ingin
berbicara dengan Anda atau tidak.
Dari mana dasar semua ide dan
asumsi ini muncul?

Lowndes mengatakan bahwa
sumbernya adalah bahasa tubuh
Anda
. Ini mencakup hal-hal seperti:

  • Postur tubuh Anda
    (apakah Anda berdiri tegak
    atau membungkuk).

  • Seberapa rileks atau
    tegang Anda terlihat.

  • Bagaimana Anda tersenyum
    (apakah tulus atau dipaksakan).

  • Bagaimana Anda melakukan
    kontak mata

    (apakah hangat atau menghindar).

Entah Anda sadari atau tidak, bahasa
tubuh Anda selalu mengirimkan
pesan tentang bagaimana
perasaan Anda
. Jika postur Anda
tertutup dan tegang, orang akan
berasumsi Anda tidak tertarik atau
tidak percaya diri. Jika postur Anda
terbuka dan senyum Anda tulus,
orang akan langsung merasa nyaman.

Sebelas Jenis Bahasa Tubuh
yang Perlu Anda Ketahui

Dalam bukunya CuesVanessa Van
Edwards
 menambahkan dan
memperdalam apa yang telah
dikatakan oleh Leil Lowndes tentang
isyarat non-verbal. Ia menjelaskan
bahwa ada sebelas jenis bahasa
tubuh yang berbeda
.
Masing-masing jenis ini
mengirimkan pesan tentang
bagaimana perasaan Anda
yang sebenarnya
.

Berikut adalah kesebelas jenis
bahasa tubuh tersebut.

Pertama, Tujuh Ekspresi Mikro
Universal.

Ini adalah ekspresi wajah yang sangat
singkat dan muncul tanpa sadar.
Ekspresi ini bersifat universal,
artinya dikenali oleh semua manusia
di seluruh dunia. Ekspresi mikro ini
menunjukkan apa yang
sebenarnya Anda rasakan
,
bahkan jika Anda mencoba
menyembunyikannya. Contohnya
adalah ekspresi marah, takut, jijik,
senang, sedih, terkejut, atau jijik.
Meskipun hanya muncul sekejap,
orang lain bisa menangkapnya
secara naluriah.

Kedua, Proxemik Tubuh.
Ini adalah istilah untuk cara Anda
bergerak dan menggunakan
ruang di sekitar Anda
. Bagaimana
Anda berjalan, berdiri, atau
mendekati seseorang bisa
menunjukkan banyak hal. Gerakan
Anda bisa mengungkapkan apa
yang Anda sukai
 dan seberapa
gugup atau nyamannya
perasaan Anda
. Seseorang yang
berjalan dengan langkah panjang
dan mantap memberikan kesan yang
berbeda dengan seseorang yang
melangkah ragu-ragu dan kecil-kecil.

Ketiga, Gestur Tangan.
Cara Anda menggunakan tangan
untuk mengekspresikan perasaan,
menceritakan sebuah kisah, atau
menenangkan diri sendiri
 dapat
mengungkapkan banyak hal tentang
Anda. Tangan yang terbuka dan
bergerak bebas menunjukkan
keterbukaan dan antusiasme.
Sementara tangan yang
disembunyikan atau saling
menggenggam erat bisa menunjukkan
kecemasan atau ketidaknyamanan.

Keempat, Ornamen.
Ini bukan hanya tentang pakaian
dan aksesori yang Anda kenakan,
tetapi juga tentang bagaimana
Anda menggunakannya
. Cara
Anda memainkan pulpen,
merapikan dasi, atau menyentuh
kalung Anda adalah bentuk
“berbicara dengan tubuh”. Tindakan
ini bisa menunjukkan kegugupan,
kebosanan, atau bahkan ketertarikan.

Kelima, Isyarat Ketertarikan.
Anda bisa memberi tahu orang lain
bahwa Anda tertarik pada mereka
dengan cara-cara yang halus
maupun yang lebih jelas
.
Ini bisa berupa memainkan
rambut, mencondongkan tubuh
ke depan, atau tersenyum lebih
sering
. Isyarat-isyarat ini adalah
sinyal bawah sadar yang mengatakan,
“Saya tertarik padamu dan apa yang
kamu katakan.”

Keenam, Tatapan Mata.
Cara Anda menggerakkan mata
menunjukkan apa yang Anda pikirkan
dan rasakan. Mata yang
terus-menerus melihat ke arah jam,
pintu, atau ponsel menunjukkan
kebosanan atau keinginan untuk pergi.
Tatapan yang terpaku lama bisa
menunjukkan ketertarikan yang
intens, sementara mata yang sering
menghindar bisa menunjukkan
keraguan, rasa tidak nyaman,
atau bahkan stres
. Arah pandangan
mata Anda adalah kompas yang
menunjukkan fokus perhatian Anda.

Ketujuh, Tindakan Menenangkan
Diri.

Ini adalah tindakan berulang yang
membantu Anda merasa lebih
baik
 setelah sesuatu yang buruk atau
menegangkan terjadi. Contohnya
adalah menggosok-gosok lengan,
memainkan kaki, atau
membunyikan buku jari
. Tindakan
ini adalah cara tubuh untuk
menenangkan sistem saraf. Jika Anda
melihat lawan bicara melakukan ini,
ia mungkin sedang merasa cemas,
stres, atau tidak nyaman.

Kedelapan, Haptik (Sentuhan).
Ini adalah cara Anda menggunakan
sentuhan untuk
mengekspresikan diri
 dan
menunjukkan apa yang Anda sukai.
Jenis sentuhan yang Anda pilih
mengirimkan pesan yang berbeda.
Menepuk bahu seseorang bisa
berarti “kerja bagus” atau
memberikan semangat, sementara
memberikan pelukan hangat
menunjukkan kedekatan dan kasih
sayang. Penggunaan sentuhan sangat
bergantung pada konteks dan
hubungan.

Kesembilan, Tindakan
Memblokir.

Ini adalah tanda-tanda yang
mempersulit orang lain untuk
“menjangkau” Anda
 secara
komunikasi. Contohnya adalah
menyentuh mulut sendiri saat
berbicara
 (seolah menyensor diri
sendiri) atau melipat tangan
di depan dada
. Gerakan ini secara
fisik menciptakan penghalang antara
Anda dan lawan bicara, menandakan
sikap defensif, tidak setuju, atau
perasaan tidak aman.

Kesepuluh, Suara (Parabahasa).
Bahkan ketika tidak ada yang
mendengarkan isi kata-kata Anda,
tinggi rendah dan nada suara
Anda
 sudah mengirimkan banyak
informasi. Suara Anda menunjukkan
seberapa yakin atau seberapa
khawatirnya Anda
. Nada yang
datar dan lambat bisa menunjukkan
kebosanan atau ketidakpastian,
sementara nada yang jelas dan
bervariasi menunjukkan kepercayaan
diri dan antusiasme.

Kesebelas, Isyarat Simbolis.
Orang-orang menggunakan lebih dari
delapan ratus isyarat sebagai
pengganti kata-kata
. Ini adalah
sinyal yang sudah disepakati
maknanya. Contoh paling sederhana
adalah mengacungkan jempol
untuk menunjukkan persetujuan
 atau mengangguk untuk mengatakan
“ya”.

Penting untuk diingat: Makna dari
isyarat-isyarat simbolis ini akan
sangat bergantung pada budaya
dan tempat Anda tinggal
. Sebuah
isyarat yang dianggap sopan di satu
negara, bisa jadi dianggap kasar
di negara lain.

kalau masih kurang paham ini
versi yang sederhana:

Oke, lanjut! Kali ini kita masuk
ke topik yang super krusial tapi sering
banget dilupain: Bahasa Tubuh.
Lo mungkin udah jago ngomong,
tapi kalau tubuh lo ngirim sinyal yang
salah, kata-kata lo gak bakal nempel.
Percuma.

Leil Lowndes bilang, lebih dari
80% reaksi orang saat pertama
ketemu lo itu datang dari sinyal
diam (non-verbal), bukan dari
isi obrolan lo.
 Jadi, sebelum lo
sempat ngomong “Hai”, tubuh lo
udah lebih dulu “ngomong” banyak
hal. Dan dalam hitungan detik itu
juga, orang udah memutuskan:
“Gue mau ngobrol sama nih orang
apa enggak ya?”

Nah, biar lo gak salah sinyal, kita
bakal bedah 11 jenis bahasa tubuh
yang perlu lo kuasai. Ini berdasarkan
gabungan dari Leil Lowndes dan
penelitian dari Vanessa Van
Edwards (penulis buku Cues).

1. Tujuh Ekspresi Mikro
Universal

Ini adalah ekspresi wajah yang muncul
super cepat (cuma sekejap) dan gak
bisa lo kendalikan.
 Semua manusia
di seluruh dunia bisa ngasih dan
ngenalin ekspresi ini.

  • Contoh: Marah, takut, jijik,
    senang, sedih, terkejut, menghina.

  • Kenapa penting? Karena
    meskipun lo berusaha senyum
    dan bilang “Gak apa-apa”,
    ekspresi mikro “kesel” atau
    “sedih” di muka lo bakal
    ketangkep sama otak lawan
    bicara. Mereka bakal ngerasa
    ada yang aneh. Jadi, kuncinya
    adalah tulus. Kalau lo lagi
    bete, akui aja. Bilang,
    “Maaf, gue lagi agak bete
    sebenernya.”
     Itu lebih dihargai
    daripada senyum palsu.

2. Proxemik Tubuh
(Cara Lo Bergerak & Pakai
Ruang)

Ini soal gimana lo bawa diri
di ruangan.
 Cara lo jalan, berdiri,
atau mendekat ke orang lain
ngirim sinyal kuat.

  • Langkah panjang dan
    mantap
     → Percaya diri,
    punya tujuan.

  • Langkah ragu-ragu dan
    kecil
     → Gugup, gak yakin.

  • Jarak berdiri: Terlalu
    dekat bikin orang risih,
    terlalu jauh bikin lo keliatan
    dingin. Perhatiin zona
    nyaman lawan bicara lo.

3. Gestur Tangan

Tangan lo adalah alat bantu cerita
yang powerful.

  • Tangan terbuka & bergerak
    bebas
     → Lo terbuka, antusias,
    dan gak ada yang disembunyiin.

  • Tangan disembunyiin
    (di kantong, di bawah meja)
    atau menggenggam erat

    → Lo cemas, gak nyaman, atau
    defensif.

  • Pro tip: Jangan pernah nunjuk
    orang pake telunjuk, itu agresif.
    Pake tangan terbuka sebagai
    gantinya.

4. Ornamen (Benda di Sekitar Lo)

Ini cara lo “berbicara” dengan
benda-benda di sekitar lo.

  • Mainin pulpen, rapihin dasi,
    atau sentuh-sentuh kalung
    terus
     → Itu tanda lo gugup atau
    bosan. Ini disebut “pengalih
    kecemasan”.

  • Sadar atau gak, orang ngeliatnya
    dan nangkep sinyal “Dia gak
    nyaman.”

5. Isyarat Ketertarikan

Ini sinyal buat ngasih tau
“Gue tertarik sama lo” .
Bisa disengaja, bisa gak sadar.

  • Memainkan rambut
    (khususnya pada wanita).

  • Mencondongkan tubuh
    ke depan
     saat lawan
    bicara ngomong.

  • Senyum yang lebih
    sering dan tulus.

  • Kontak mata yang sedikit
    lebih lama dari biasanya.

    Kalau lo suka sama topik atau
    orangnya, tunjukin isyarat ini
    biar dia ngerasa dihargai.

6. Tatapan Mata

Mata adalah kompas fokus
perhatian lo.

  • Mata sering liat jam, pintu,
    atau HP
     → “Gue bosen. Gue
    mau pergi.”
     Ini sangat melukai
    perasaan lawan bicara.

  • Tatapan mantap tapi santai
     → “Gue peduli. Gue dengerin.”

  • Mata sering menghindar
    → Bisa berarti gugup, gak jujur,
    atau gak nyaman.

7. Tindakan Menenangkan Diri
(Self-Soothing)

Ini tindakan berulang yang lo lakuin
tanpa sadar pas lagi tegang.
Fungsinya buat nenangin sistem
saraf lo sendiri.

  • Contoh: Gosok-gosok lengan,
    ketuk-ketuk meja pake jari,
    goyang-goyangin kaki, bunyiin
    buku jari.

  • Kalau lo ngeliat lawan bicara
    ngelakuin ini, dia kemungkinan
    besar lagi cemas, stres, atau gak
    nyaman. Lo perlu bikin dia lebih
    rileks.

8. Haptik (Sentuhan)

Ini cara lo pake sentuhan buat
ekspresiin diri. Konteks dan
hubungan lo sangat nentuin.

  • Tepukan di bahu
    → “Kerja bagus!” atau
    “Semangat ya.”

  • Pelukan hangat
    → Kedekatan, kasih sayang.

  • Sentuhan di lengan saat
    ngomong
     → Penekanan,
    mencairkan suasana
    (tapi hati-hati, ini bisa salah
    diinterpretasikan kalau lo
    baru kenal).

9. Tindakan Memblokir

Ini gerakan yang secara gak sadar
menciptakan penghalang
antara lo dan lawan bicara.

  • Menyentuh mulut sendiri
    saat ngomong
     → Seolah lo
    nyensor diri sendiri.

  • Melipat tangan di dada
    → Sikap defensif, gak setuju,
    atau ngerasa gak aman.

  • Mundur sedikit saat diajak
    ngomong → Penolakan halus.
    Kalau lo ngeliat ini pada
    lawan bicara, dia lagi gak
    nyaman. Jangan paksa
    topik obrolan lo.

10. Suara (Parabahasa)

Bukan APA yang lo katakan, tapi
GIMANA lo mengatakannya.

  • Nada datar dan lambat
     → Bosan, gak yakin.

  • Nada jelas, bervariasi, dan
    bersemangat
     → Percaya diri,
    antusias.

  • Volume:
    Terlalu pelan = gak pede.
    Terlalu keras = agresif.
    Sesuaikan dengan ruangan.

11. Isyarat Simbolis

Ini adalah gerakan yang udah punya
arti “kamusnya” sendiri.

  • Acungan jempol = Setuju.

  • Anggukan = “Ya” atau
    “Gue ngerti.”

  • Gelengan kepala = “Tidak.”
    Tapi ingat! Makna ini bisa
    beda-beda tergantung budaya.
    Di beberapa negara, anggukan
    malah berarti “Tidak.” Jadi,
    pastiin lo paham konteks
    budayanya.

Nah, itu dia 11 jenis bahasa tubuh
yang wajib lo perhatiin. Sekarang
lo tau, badan lo tuh kayak papan
reklame berjalan. Dia ngomong
24/7. Jadi, selaraskan “iklan”
di badan lo dengan kata-kata yang
keluar dari mulut lo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *