Definisi Cinta yang Berbeda-beda
Banyak orang mengucapkan kata
“aku cinta kamu”. Tiga kata ini
mungkin adalah kalimat yang
paling sering diucapkan sekaligus
paling sering disalahpahami dalam
hubungan antarmanusia. Setiap
orang yang mengucapkannya bisa
jadi memiliki arti yang sangat
berbeda di dalam hati mereka.
Bagi sebagian orang, mengucapkan
“aku cinta kamu” berarti “aku ingin
menghabiskan sisa hidupku
bersamamu”. Ini adalah pernyataan
komitmen jangka panjang yang serius.
Orang yang mengucapkannya dengan
makna ini biasanya sudah memikirkan
masa depan bersama, sudah
membayangkan rumah, keluarga,
dan hari tua yang dijalani berdua.
Namun bagi sebagian orang lain,
kalimat yang sama bisa berarti
“aku senang bersamamu saat ini”.
Maknanya jauh lebih ringan,
sementara, dan tidak mengikat.
Orang ini mungkin hanya terbawa
suasana sesaat atau memang sengaja
menggunakan kata-kata tersebut
untuk mendapatkan apa yang
diinginkannya dalam jangka pendek.
Perbedaan makna inilah yang sering
menimbulkan masalah. Seseorang
bisa merasa sangat terluka karena
mengira pasangannya serius dengan
kata-kata cintanya, padahal
pasangannya tidak pernah berniat
untuk berkomitmen. Sebaliknya,
seseorang bisa merasa tertekan
karena pasangannya menuntut
komitmen serius, padahal dia
hanya mengucapkan cinta
sebagai ungkapan perasaan sesaat.
Karena itu, penting untuk tidak hanya
mendengar kata-katanya, tapi juga
memperhatikan tindakan dan
konsistensi orang tersebut dari
waktu ke waktu. Tindakan akan
mengungkapkan makna sebenarnya
di balik kata-kata yang diucapkan.
Salah Mengira Ketertarikan
Sesaat sebagai Cinta
Banyak orang keliru mengira bahwa
perasaan mabuk kepayang atau
ketertarikan sesaat adalah cinta
sejati. Kekeliruan ini terjadi karena
adanya dorongan zat kimia
di dalam otak yang disebut dopamin.
Dopamin adalah zat yang dilepaskan
otak saat kamu mengalami sesuatu
yang menyenangkan. Saat kamu
bertemu seseorang yang menarik
perhatianmu, otakmu membanjiri
tubuh dengan dopamin. Kamu
merasa bersemangat, berdebar-debar,
tidak bisa berhenti memikirkan orang
itu, dan merasa dunia terasa lebih
berwarna.
Sensasi ini sangat menyenangkan dan
bisa membuatmu merasa seperti
sedang jatuh cinta. Tapi perasaan ini
sebenarnya lebih tepat disebut sebagai
ketertarikan sesaat atau dalam bahasa
Inggris disebut infatuation.
Perbedaan utama antara ketertarikan
sesaat dan cinta sejati terletak pada
waktu dan kedalaman. Ketertarikan
sesaat datang dengan cepat dan intens,
tapi juga bisa hilang dengan cepat.
Cinta sejati tumbuh perlahan dan
membutuhkan waktu untuk berkembang.
Ketertarikan sesaat didasarkan pada
gambaran ideal tentang seseorang yang
ada di kepalamu. Cinta sejati didasarkan
pada pengenalan yang mendalam
tentang orang tersebut, termasuk
kekurangan dan kelemahannya.
Memahami perbedaan ini penting agar
kamu tidak membuat keputusan besar
dalam hidup hanya berdasarkan
dorongan dopamin sesaat.
Kapan Laki-laki dan Perempuan
Mengucapkan Cinta
Sebuah survei dilakukan untuk mencari
tahu kapan biasanya seseorang
mengucapkan kata “aku cinta kamu”
untuk pertama kalinya dalam sebuah
hubungan. Hasilnya menunjukkan
perbedaan yang menarik antara
laki-laki dan perempuan.
Laki-laki ternyata mengakui cinta lebih
cepat dibandingkan perempuan.
Rata-rata laki-laki membutuhkan
waktu sekitar 88 hari untuk
mengucapkan kata-kata cinta yang
pertama. Sementara perempuan
rata-rata membutuhkan waktu yang
lebih lama, yaitu sekitar 134 hari.
Perbedaan ini mungkin mengejutkan
bagi sebagian orang karena ada
anggapan umum bahwa perempuan
lebih cepat jatuh cinta atau lebih
emosional. Tapi data menunjukkan
sebaliknya. Ada beberapa
kemungkinan penjelasan untuk ini.
Mungkin perempuan cenderung lebih
berhati-hati sebelum menyatakan
cinta karena pernyataan cinta sering
dianggap sebagai langkah menuju
komitmen yang lebih serius. Mungkin
laki-laki lebih cepat merasa yakin
dengan perasaan mereka sendiri.
Yang perlu diingat, ini hanyalah angka
rata-rata. Setiap orang berbeda dan
setiap hubungan memiliki kecepatannya
sendiri. Tidak ada aturan baku yang
mengatakan kamu harus mengucapkan
cinta pada hari ke sekian. Yang penting
adalah ketulusan perasaan dan kesiapan
untuk menerima konsekuensi dari
kata-kata yang kamu ucapkan.
Kapan Waktu yang Tepat
Mengucapkan Cinta
Pertanyaan yang sering muncul adalah:
kapan sebenarnya waktu yang tepat
untuk mengatakan “aku cinta kamu”
kepada seseorang? Dan yang lebih
penting lagi, apakah perasaan yang
kamu alami saat ini benar-benar
cinta atau hanya ketertarikan sesaat
belaka?
Tidak ada jawaban pasti yang berlaku
untuk semua orang. Tapi penelitian
di bidang psikologi sosial bisa
memberi kita panduan yang berguna
tentang bagaimana hubungan
antarmanusia terbentuk.
Penelitian menunjukkan bahwa
dibutuhkan rata-rata 40 jam untuk
membentuk ikatan yang lemah
dengan orang lain. Ikatan lemah
ini bisa berupa pertemanan biasa,
kenalan yang cukup akrab, atau
rekan kerja yang kamu ajak ngobrol
sesekali.
Untuk membentuk hubungan yang
kuat dengan seseorang, kamu
membutuhkan waktu hingga sekitar
100 jam. Pada titik ini, kamu sudah
cukup mengenal orang tersebut dan
merasa nyaman berbagi hal-hal yang
lebih pribadi.
Dan untuk menganggap seseorang
sebagai sahabat atau teman terbaikmu,
kamu perlu menghabiskan setidaknya
200 jam bersama orang itu. Ini adalah
waktu yang signifikan yang
memungkinkan kamu melihat berbagai
sisi dari kepribadiannya dalam
berbagai situasi yang berbeda.
Angka-angka ini penting untuk diingat
saat kamu mulai berkencan dengan
seseorang. Ketertarikan sesaat
memang bisa datang dengan cepat.
Kamu mungkin merasa sangat cocok
dan nyaman hanya setelah
beberapa kali bertemu. Tapi ingatlah
bahwa untuk benar-benar mengenal
seseorang, kamu membutuhkan waktu.
Kenali Seseorang Sebelum
Memutuskan
Waktu adalah sahabat terbaikmu
dalam membangun hubungan yang
sehat. Kamu perlu waktu untuk
melihat bagaimana seseorang
bertindak dalam berbagai situasi
yang berbeda.
Bagaimana dia bersikap saat sedang
stres karena pekerjaan? Bagaimana
caranya memperlakukan orang yang
tidak bisa memberinya keuntungan
apa pun, seperti pelayan restoran
atau petugas kebersihan? Bagaimana
reaksinya saat rencana tidak berjalan
sesuai harapan? Bagaimana dia
menangani konflik dengan teman
atau keluarganya sendiri?
Semua informasi ini tidak bisa kamu
dapatkan hanya dalam beberapa
minggu atau bahkan beberapa bulan
pertama. Kamu membutuhkan
waktu yang cukup lama untuk
mengamati pola perilaku seseorang
secara konsisten.
Jangan terburu-buru menyatakan
cinta atau membuat komitmen besar
hanya karena kamu merasakan
getaran yang kuat di awal perkenalan
. Getaran itu bisa jadi hanya dopamin
yang sedang bekerja. Berikan waktu
bagi dirimu untuk benar-benar
mengenal orang tersebut.
Cinta sejati tidak akan hilang hanya
karena kamu menunggu. Justru
dengan menunggu dan mengamati,
kamu memberi kesempatan bagi
cinta yang sesungguhnya untuk
tumbuh di atas fondasi yang kokoh,
bukan di atas pasir hisap ketertarikan
sesaat.
