Buku Animal Farm George Orwell, Pidato Terakhir Old Major dan Mimpi tentang Kebebasan

George Orwell
Matahari baru saja tenggelam di Manor
Farm. Sampai saat itu, peternakan
tersebut tampak seperti peternakan
biasa di Inggris. Namun malam itu
sesuatu yang luar biasa akan terjadi.
Setelah pemiliknya, Mr. Jones,
pulang dalam keadaan mabuk dan
tertidur, para hewan mulai bergerak
diam-diam.
Di dalam lumbung besar, mereka
berkumpul untuk mendengarkan Old
Major, seekor babi tua yang sangat
dihormati di peternakan. Ia memanggil
semua hewan karena semalam ia
mengalami mimpi yang aneh dan
merasa harus menyampaikannya
sebelum terlambat. Pertemuan ini
menjadi momen yang sangat penting
bagi semua hewan di Manor Farm.
Old Major memulai pidatonya dengan
kabar sedih. Ia mengatakan bahwa
hidupnya tidak akan lama lagi. Meski
begitu, selama hidupnya ia banyak
berpikir tentang nasib hewan-hewan
di peternakan Inggris. Ia merasa
kehidupan mereka sangat menyedihkan:
hidup mereka pendek, penuh
penderitaan, dan dipenuhi kerja keras
tanpa henti. Para hewan diberi makan
secukupnya saja, dipaksa bekerja
sampai tubuh mereka tidak sanggup
lagi, dan pada akhirnya mereka akan
disembelih dengan kejam.
Menurut Old Major, kondisi ini adalah
ketidakadilan yang sangat besar.
Ia bertanya kepada para hewan mengapa
mereka harus menerima nasib seperti itu.
Tanah di peternakan sebenarnya cukup
subur untuk memberi kehidupan yang
baik bagi semua hewan. Jika demikian,
mengapa mereka tetap hidup dalam
penderitaan?
Jawaban Old Major sangat jelas:
penyebabnya adalah manusia. Selama
manusia masih berkuasa, hewan tidak
akan pernah benar-benar bebas.
Manusia mengambil hasil kerja mereka
tanpa memberikan kehidupan yang
layak sebagai balasan.
Karena itu Old Major menyerukan satu
hal kepada semua hewan: bersatu dan
memberontak. Ia mengatakan bahwa
cepat atau lambat manusia harus
digulingkan. Para hewan harus terus
mengingat pesan ini dan meneruskannya
kepada generasi berikutnya sampai hari
kebebasan benar-benar datang.
Ia juga memberi peringatan penting.
Setelah manusia digulingkan, para
hewan tidak boleh meniru kebiasaan
manusia. Mereka tidak boleh hidup
seperti manusia, tidak boleh menindas
sesama, dan harus menjaga
persaudaraan serta kesetaraan
di antara semua hewan.
Setelah pidatonya selesai, Old Major
mengajarkan sebuah lagu yang muncul
dalam mimpinya malam sebelumnya.
Lagu itu berjudul
“Beasts of England.” Lagu ini
menggambarkan masa depan ketika
semua hewan hidup bebas tanpa
penindasan manusia. Lagu tersebut
segera menjadi semacam lagu
kebangsaan bagi para hewan.
Mereka menyanyikannya dengan
penuh semangat, bahkan sampai lima
kali berturut-turut. Suara mereka yang
keras akhirnya membangunkan
Mr. Jones. Mengira ada rubah
di halaman, ia menembakkan senapan
ke arah lumbung. Para hewan pun
langsung berlarian kembali ke tempat
tidur mereka masing-masing.
Beberapa hari kemudian, Old Major
meninggal dunia dengan tenang dalam
tidurnya. Ia kemudian dikuburkan
di kebun buah. Meskipun ia sudah tiada,
gagasannya tidak hilang. Justru sejak
saat itu, persiapan rahasia untuk sebuah
pemberontakan mulai dilakukan.
Lahirnya Animalism dan
Penyebaran Ide Pemberontakan
Setelah kematian Old Major, beberapa
babi mulai mengambil peran penting
dalam menyebarkan ajarannya.
Dua babi yang paling menonjol adalah
Napoleon dan Snowball. Mereka
mempelajari dan mengembangkan
gagasan Old Major menjadi sebuah
sistem pemikiran baru yang disebut
Animalism.
Animalism berisi keyakinan bahwa
semua hewan harus bersatu melawan
manusia dan membangun kehidupan
yang adil bagi semua hewan. Para babi
bekerja keras mengajarkan ide ini
kepada hewan-hewan lain di peternakan.
Namun tidak semua hewan mudah
memahami gagasan tersebut. Beberapa
hewan cukup lambat dalam menangkap
maksudnya. Tugas para babi menjadi
lebih sulit karena adanya Moses,
seekor gagak peliharaan Mr. Jones.
Moses sering menyebarkan cerita
tentang tempat bernama Sugarcandy
Mountain, sebuah tempat indah
di langit tempat para hewan akan
hidup bahagia setelah mati. Banyak
hewan tertarik pada cerita itu karena
terdengar menyenangkan.
Namun para babi menentang cerita
tersebut. Mereka menganggapnya
sebagai informasi yang menyesatkan
karena membuat hewan menerima
penderitaan sekarang dengan harapan
kebahagiaan di kehidupan setelah mati.
Di tengah kebingungan itu, dua kuda
pekerja yang kuat bernama Boxer dan
Clover menunjukkan kesetiaan mereka
pada gagasan Animalism. Mereka
percaya pada para babi dan membantu
meyakinkan hewan-hewan lain yang
lebih sederhana untuk mendukung ide
pemberontakan.
Walaupun pemberontakan direncanakan
untuk masa depan, peristiwa itu ternyata
terjadi jauh lebih cepat dari yang
diperkirakan.
Pemberontakan di Manor Farm
Suatu hari, Mr. Jones menjadi semakin
malas dan mabuk. Ia sampai lupa
memberi makan hewan-hewan
di peternakan. Kesalahan ini menjadi
titik balik yang besar.
Menjelang malam, para hewan sudah
sangat lapar dan marah. Rasa lapar itu
akhirnya memicu tindakan. Salah satu
sapi menabrak pintu gudang makanan
sehingga para hewan bisa mencapai
tempat penyimpanan biji-bijian.
Mereka mulai memakan makanan
tersebut. Namun tidak lama kemudian
Mr. Jones dan para pekerjanya datang
sambil membawa cambuk. Mereka
mencoba memukul hewan-hewan itu
agar kembali patuh.
Kali ini para hewan tidak tinggal diam.
Mereka melawan. Para kuda menendang,
sapi menanduk, dan hewan-hewan lain
menyerang dengan segala cara yang
mereka bisa. Serangan itu begitu
tiba-tiba sehingga Mr. Jones dan para
pekerjanya panik.
Akhirnya manusia-manusia itu
melarikan diri dari peternakan dengan
ketakutan. Bahkan Mrs. Jones juga ikut
kabur, sementara Moses terbang
mengikuti mereka.
Untuk pertama kalinya, peternakan
itu sepenuhnya menjadi milik
para hewan.
Animal Farm Lahir
Setelah kemenangan tersebut, para
hewan berkeliling peternakan dengan
penuh kegembiraan. Mereka hampir
tidak percaya bahwa tempat itu
sekarang menjadi milik mereka sendiri.
Mereka kemudian menghancurkan
semua alat yang dulu digunakan
manusia untuk menindas mereka.
Cambuk, tali kekang, dan berbagai alat
lainnya dihancurkan atau dibakar.
Snowball bahkan membakar pita yang
biasa dipasang di surai kuda pada hari
pasar. Menurutnya, pita itu adalah
simbol perbudakan.
Para hewan kemudian masuk ke rumah
besar milik Mr. Jones. Mereka sangat
terkejut melihat kemewahan
di dalamnya. Rumah itu penuh dengan
barang-barang mewah yang sebelumnya
tidak pernah mereka bayangkan.
Setelah berdiskusi, para babi
memutuskan bahwa rumah tersebut
akan dijadikan museum. Tidak ada
hewan yang boleh tinggal di sana.
Keesokan paginya, Napoleon dan
Snowball mengumumkan bahwa
musim panen akan dimulai hari itu
juga. Mereka juga memberi tahu
bahwa mereka telah belajar membaca
dan menulis menggunakan buku-buku
anak yang ditemukan di peternakan.
Para hewan kemudian berjalan menuju
gerbang utama. Di sana nama lama
peternakan dihapus dan diganti
dengan nama baru:
Animal Farm.
Setelah itu mereka kembali
ke lumbung besar. Di dinding luar
lumbung, Snowball menuliskan
Tujuh Perintah yang menjadi hukum
bagi semua hewan di peternakan.
Tujuh perintah ini menjadi dasar
kehidupan baru mereka, yang
menekankan kesetaraan dan
persaudaraan di antara semua
hewan.
Tujuannya adalah menjaga agar kehidupan
baru mereka tetap adil, setara, dan tidak
meniru cara hidup manusia yang dahulu
menindas mereka.
Berikut adalah tujuh perintah tersebut
beserta arti dan maksudnya.
1. Whatever goes upon two legs
is an enemy.
(Siapa pun yang berjalan dengan dua
kaki adalah musuh.)
Perintah ini secara langsung merujuk
pada manusia. Semua manusia berjalan
dengan dua kaki, dan menurut ajaran
Animalism, manusialah penyebab
penderitaan para hewan. Oleh karena itu
manusia dianggap sebagai musuh utama
yang harus dijauhi dan dilawan.
Perintah ini juga berfungsi untuk
mengingatkan para hewan bahwa
mereka tidak boleh mempercayai
manusia lagi, karena manusia selalu
mengambil keuntungan dari kerja
keras hewan.
2. Whatever goes upon four legs,
or has wings, is a friend.
(Siapa pun yang berjalan dengan
empat kaki atau memiliki sayap
adalah teman.)
Perintah ini menegaskan bahwa semua
hewan harus bersatu. Hewan berkaki
empat seperti kuda, sapi, kambing, dan
babi dianggap sebagai kawan. Bahkan
burung yang memiliki sayap juga
dianggap sebagai bagian dari
komunitas hewan.
Tujuan aturan ini adalah menumbuhkan
rasa persaudaraan di antara semua
hewan agar mereka tidak saling
bermusuhan dan tetap bersatu setelah
pemberontakan.
3. No animal shall wear clothes.
(Tidak ada hewan yang boleh
memakai pakaian.)
Pakaian dianggap sebagai simbol
manusia. Manusia memakai pakaian
sebagai tanda status, gaya hidup, dan
kekuasaan. Oleh karena itu hewan
dilarang memakai pakaian agar mereka
tidak meniru kebiasaan manusia.
Aturan ini menegaskan bahwa hewan
harus tetap hidup secara alami dan
tidak mengadopsi gaya hidup manusia
yang dulu menindas mereka.
4. No animal shall sleep in a bed.
(Tidak ada hewan yang boleh tidur
di tempat tidur.)
Tempat tidur adalah simbol kenyamanan
manusia yang berlebihan. Dalam
kehidupan sebelumnya, manusia tidur
nyaman di rumah sementara hewan
bekerja keras di luar.
Larangan ini dimaksudkan agar tidak ada
hewan yang hidup mewah atau
menikmati kenyamanan seperti manusia,
sehingga semua tetap hidup sederhana
dan setara.
5. No animal shall drink alcohol.
(Tidak ada hewan yang boleh minum
alkohol.)
Aturan ini sangat berkaitan dengan
pengalaman mereka dengan Mr. Jones.
Ia sering mabuk dan karena itulah ia
menjadi pemilik yang buruk dan lalai
mengurus peternakan.
Dengan adanya larangan ini, para
hewan berharap tidak ada pemimpin
yang menjadi malas atau tidak
bertanggung jawab karena minuman
keras.
6. No animal shall kill any other
animal.
(Tidak ada hewan yang boleh
membunuh hewan lain.)
Perintah ini bertujuan menjaga
perdamaian di antara para hewan.
Setelah manusia diusir, mereka tidak
boleh saling menyakiti atau
membunuh satu sama lain.
Jika aturan ini dipatuhi, maka Animal
Farm akan menjadi tempat yang penuh
persaudaraan tanpa kekerasan
di antara sesama hewan.
7. All animals are equal.
(Semua hewan adalah setara.)
Ini adalah perintah yang paling penting.
Aturan ini menegaskan bahwa tidak ada
hewan yang lebih tinggi atau lebih rendah
dari yang lain. Semua hewan memiliki
hak yang sama dalam kehidupan
di Animal Farm.
Dengan prinsip kesetaraan ini, para hewan
berharap tidak akan ada lagi penindasan
seperti yang dulu dilakukan manusia
kepada mereka.
Susu yang Menghilang
Setelah semua itu selesai, para hewan
pergi ke ladang untuk mulai bekerja.
Namun sebelum mereka pergi, ada
satu masalah kecil yang muncul.
Beberapa sapi harus diperah terlebih
dahulu. Para babi dengan cepat
melakukan pekerjaan itu dan berhasil
mengumpulkan lima ember penuh
susu segar.
Para hewan bertanya-tanya apa yang
akan dilakukan dengan susu tersebut.
Mereka mengira susu itu akan
dibagikan kepada semua hewan.
Namun setelah seharian bekerja
di ladang, para hewan kembali dan
menyadari sesuatu yang aneh.
Susu itu telah menghilang.
Tidak ada yang tahu ke mana perginya.
Para hewan hanya bisa bertanya-tanya
dalam hati: apakah para babi
menyimpannya untuk diri mereka sendiri?
Mereka berharap tidak.
Namun keraguan kecil mulai muncul
di Animal Farm.
versi yang sederhana:
Pidato Old Major dan Mimpi
Kebebasan
Bagian ini sebenarnya menggambarkan
awal munculnya semangat
revolusi, mirip seperti ketika rakyat
suatu negara mulai sadar bahwa
mereka sedang dijajah.
Old Major menjelaskan kepada para
hewan bahwa hidup mereka penuh
penderitaan. Mereka bekerja keras
setiap hari, tetapi hasilnya diambil
oleh manusia. Para hewan hanya diberi
makan sedikit dan akhirnya akan
dibunuh ketika sudah tidak berguna.
Jika dijelaskan dengan contoh sederhana,
ini mirip seperti kondisi rakyat
pada masa penjajahan dulu.
Rakyat bekerja di tanah mereka sendiri,
tetapi hasilnya diambil oleh penjajah.
Mereka bekerja keras, tetapi kehidupan
mereka tetap miskin dan sulit.
Old Major kemudian menyampaikan
pesan penting: penyebab penderitaan
mereka adalah manusia yang
berkuasa atas peternakan.
Ini seperti ketika rakyat mulai menyadari
bahwa penjajah adalah sumber
ketidakadilan yang mereka alami.
Kesadaran seperti ini sering menjadi
titik awal munculnya gerakan perlawanan.
Lagu Perjuangan Para Hewan
Ketika Old Major mengajarkan lagu
Beasts of England, para hewan
menyanyikannya dengan penuh semangat.
Lagu ini menggambarkan masa depan
yang indah: suatu hari nanti semua
hewan akan hidup bebas tanpa
penindasan manusia.
Hal ini mirip dengan lagu-lagu
perjuangan pada masa perlawanan
terhadap penjajah. Lagu-lagu itu
membuat orang merasa memiliki
harapan, keberanian, dan semangat
untuk memperjuangkan kebebasan.
Dengan kata lain, lagu tersebut menjadi
simbol harapan dan persatuan.
Animalism: Ide Persatuan
Setelah Old Major meninggal, para
babi seperti Napoleon dan Snowball
mulai menyebarkan ajaran yang
disebut Animalism.
Animalism mengajarkan bahwa semua
hewan harus bersatu melawan manusia
dan menciptakan kehidupan yang adil.
Hal ini juga mirip dengan munculnya
ide persatuan rakyat ketika
melawan penjajah. Orang-orang
mulai percaya bahwa jika mereka
bersatu, mereka bisa meraih kebebasan
dan hidup lebih adil.
Pada tahap ini, semua hewan masih
percaya bahwa revolusi akan
membawa kehidupan yang
lebih baik bagi semua.
Moses dan Sugarcandy Mountain
Dalam cerita, Moses adalah gagak
peliharaan Mr. Jones yang sering
bercerita tentang tempat bernama
Sugarcandy Mountain.
Ia mengatakan bahwa setelah mati,
para hewan akan pergi ke tempat
yang indah di langit, di mana mereka
bisa hidup bahagia tanpa kerja keras.
Banyak hewan tertarik pada cerita ini
karena kehidupan mereka di peternakan
sangat berat. Mendengar bahwa ada
tempat bahagia setelah mati membuat
mereka merasa sedikit terhibur.
Jika dianalisis secara simbolis,
Moses sering dianggap sebagai
simbol agama dalam cerita ini.
Alasannya sederhana: ia menawarkan
harapan tentang kebahagiaan
setelah kematian, bukan perubahan
kondisi hidup saat ini.
Mengapa Para Babi Menentang
Moses
Para babi yang menyebarkan Animalism
tidak menyukai cerita Moses.
Mereka mengatakan bahwa cerita
tentang Sugarcandy Mountain hanyalah
cerita yang menyesatkan, karena
membuat para hewan menerima
penderitaan mereka sekarang. Jika para
hewan percaya bahwa kebahagiaan akan
datang setelah mati, mereka mungkin
tidak akan berjuang untuk memperbaiki
hidup mereka di dunia ini.
Dalam sudut pandang revolusi, gagasan
seperti itu dianggap berbahaya karena
bisa melemahkan semangat
pemberontakan.
Perbandingan dengan Kehidupan
Nyata
Dalam banyak analisis Animal Farm,
bagian ini sering dikaitkan dengan kritik
terhadap bagaimana agama kadang
digunakan oleh penguasa untuk
menenangkan rakyat yang
menderita.
Pesannya kira-kira seperti ini:
rakyat menderita sekarang
tetapi mereka dijanjikan
kebahagiaan di kehidupan
setelah matisehingga mereka tidak melawan
kondisi yang tidak adil
Namun penting juga dipahami bahwa
Orwell sedang mengkritik
penggunaan agama oleh
kekuasaan, bukan sekadar
agama itu sendiri.
Berikut beberapa contoh sederhana
yang menggambarkan situasi seperti
peran Moses dalam cerita. Ini hanya
contoh pola yang sering dibahas dalam
analisis sosial, bukan menunjuk tokoh
tertentu.
1. Menenangkan rakyat agar
tidak protes
Misalnya ada tokoh agama yang dekat
dengan pemerintah lalu mengatakan
kepada masyarakat:
“Tidak perlu demo atau melawan
pemerintah. Bersabarlah, karena orang
yang sabar dan dizalimi akan mendapat
pahala besar di akhirat.”
Akibatnya sebagian orang akhirnya
memilih diam, meskipun mereka
merasa diperlakukan tidak adil.
2. Mengalihkan perhatian dari
masalah dunia
Contoh lain:
“Harta dunia tidak akan dibawa mati.
Tidak usah terlalu memikirkan
ketidakadilan di dunia. Fokus saja
beribadah supaya nanti masuk surga.”
Pesan seperti ini bisa membuat orang
tidak lagi menuntut perubahan
keadaan di dunia, karena perhatian
mereka diarahkan pada kehidupan
setelah mati.
3. Membela penguasa yang
bermasalah
Misalnya ada pejabat yang hidup mewah
sementara rakyat kesulitan. Lalu ada
tokoh agama yang berkata:
“Jangan menghina pemimpin.
Biarkan saja, kalau mereka berbuat
zalim nanti Tuhan yang akan
mengadili mereka di akhirat.”
Kalimat seperti ini bisa membuat
masyarakat tidak berani
mengkritik kekuasaan.
4. Tokoh agama mendapat
posisi dari penguasa
Kadang juga ada situasi di mana tokoh
agama diberi jabatan, fasilitas,
atau kedudukan oleh pemerintah.
Setelah itu mereka lebih sering
menyampaikan ceramah yang
menekankan:
patuh kepada penguasa
tidak membuat keributan
menerima keadaan dengan sabar
Akibatnya masyarakat menjadi lebih
tenang dan tidak melawan
kekuasaan.
✅ Inilah pola yang mirip dengan
peran Moses dalam Animal Farm:
Moses → memberi harapan
tentang kehidupan setelah matiPara hewan → menjadi lebih
tenang walaupun hidup mereka
menderitaPenguasa → tidak terlalu
terganggu oleh perlawanan
Karena itu dalam analisis buku ini,
Moses sering dianggap simbol
bagaimana agama kadang
digunakan untuk menenangkan
rakyat agar tidak melawan
kekuasaan. 📖🐦
Contoh Situasi
Misalnya ada seorang tokoh agama yang
sebenarnya tidak punya pengalaman
mengelola tambang, proyek besar,
atau bisnis sumber daya alam.
Namun pemerintah atau penguasa justru
memberinya:
izin tambang
proyek pemerintah
jabatan di lembaga tertentu
akses terhadap sumber daya alam
Padahal secara kemampuan, orang
tersebut tidak benar-benar
kompeten di bidang itu.
Karena tidak memiliki keahlian dan
bergantung pada penguasa yang
memberinya fasilitas, tokoh tersebut
akhirnya lebih mudah dikendalikan.
Ia jarang mengkritik pemerintah dan
cenderung mendukung kebijakan
penguasa.
Dampaknya pada Masyarakat
Dalam situasi seperti ini, tokoh tersebut
mungkin kemudian menyampaikan
pesan kepada masyarakat seperti:
“Tidak usah membuat keributan
atau protes.”“Pemimpin harus dihormati.”
“Jika ada ketidakadilan, bersabarlah
karena Tuhan akan membalasnya.”
Sementara itu, proyek atau sumber daya
alam yang dikelola bisa saja lebih banyak
menguntungkan kelompok berkuasa
dibanding masyarakat luas.
Hubungannya dengan Analisis
Animal Farm
Pola seperti ini mirip dengan simbol
Moses dalam Animal Farm.
Moses memberi cerita tentang
Sugarcandy Mountain agar
hewan tetap tenang.Dalam kehidupan nyata, kadang
ada figur berpengaruh yang
menenangkan masyarakat
dengan janji pahala atau
surga, sementara kekuasaan dan
sumber daya tetap dikuasai oleh
kelompok tertentu.
✅ Intinya dari contoh ini:
Penguasa kadang memilih orang yang
tidak terlalu independen atau
tidak terlalu kuat secara posisi,
sehingga:
lebih mudah dikendalikan
lebih mudah diajak bekerja sama
tidak terlalu keras mengkritik
kekuasaan
Hal seperti inilah yang sering dibahas
ketika orang menganalisis kritik politik
dalam cerita Animal Farm. 📖
Peran Boxer dan Clover
Di tengah cerita Moses, dua kuda pekerja
yaitu Boxer dan Clover justru lebih
percaya kepada para babi dan gagasan
Animalism.
Mereka membantu menjelaskan ide
revolusi kepada hewan-hewan lain yang
lebih sederhana. Ini menunjukkan
bagaimana dalam sebuah gerakan
revolusi, selalu ada orang-orang
pekerja keras yang setia dan
percaya penuh pada pemimpin
mereka.
Jika dilihat secara simbolis:
Moses → sering ditafsirkan
sebagai simbol agamaSugarcandy Mountain → simbol
janji kebahagiaan setelah kematianPara babi menentangnya
→ karena mereka ingin para hewan
fokus pada revolusi di dunia nyata
Melalui bagian ini, Orwell menunjukkan
bagaimana ide, kepercayaan, dan
harapan bisa mempengaruhi apakah
orang akan melawan penindasan
atau justru menerimanya.
Pemberontakan yang Terjadi
Karena Penderitaan
Pemberontakan akhirnya terjadi ketika
Mr. Jones lupa memberi makan
hewan-hewan.
Karena sangat lapar, para hewan
akhirnya melawan manusia dan
berhasil mengusir mereka dari
peternakan.
Jika dibandingkan dengan sejarah
manusia, banyak revolusi juga terjadi
karena rakyat sudah terlalu lama
menderita. Ketika penderitaan
mencapai batasnya, mereka akhirnya
bangkit melawan penguasa.
Animal Farm: Harapan Setelah
Kebebasan
Setelah manusia pergi, para hewan
mengganti nama Manor Farm menjadi
Animal Farm.
Ini melambangkan lahirnya
kehidupan baru setelah bebas
dari penindasan. Mereka membuat
aturan baru yang menekankan
kesetaraan dan persaudaraan.
Tujuh Perintah di Animal Farm
mirip dengan Undang-Undang
Dasar (UUD) dalam sebuah negara. 📜
Pada saat ini semua hewan merasa
sangat bahagia, seperti rakyat yang
baru saja mendapatkan kemerdekaan.
Susu yang Menghilang:
Tanda Bahaya Awal
Namun ada satu kejadian kecil yang
penting: susu tiba-tiba menghilang.
Kemungkinan besar susu itu diambil
oleh para babi. Meskipun terlihat
seperti masalah kecil, ini sebenarnya
adalah tanda awal bahwa
kekuasaan mulai disalahgunakan.
Ini menggambarkan sesuatu yang
sering terjadi setelah revolusi:
kadang-kadang kelompok yang
memimpin revolusi perlahan mulai
mengambil keuntungan lebih
dibanding yang lain.
Jika dibiarkan, kondisi ini bisa berubah
menjadi kekuasaan yang menindas
lagi, meskipun awalnya revolusi
dilakukan untuk keadilan.
