Mengubah Hubungan yang Tidak Sehat Membutuhkan Waktu
Dalam buku Drama Free, Nedra
Glover Tawwab menekankan bahwa
mengubah hubungan yang tidak sehat
bukanlah sesuatu yang bisa terjadi
dalam semalam. Pola hubungan yang
sudah terbentuk selama bertahun-tahun
biasanya sangat sulit untuk diubah.
Banyak orang bahkan percaya bahwa
perubahan itu hampir mustahil. Hal ini
terutama terjadi ketika sebuah pola
buruk sudah berlangsung dari generasi
ke generasi.
Misalnya, seorang anak yang tumbuh
di keluarga dengan orang tua yang
kecanduan alkohol atau sering mengalami
depresi memiliki kemungkinan lebih
besar untuk menghadapi pola masalah
yang serupa di masa dewasa.
Bukan berarti mereka pasti akan
mengalami hal yang sama, tetapi
lingkungan masa kecil sering
memengaruhi cara seseorang
menghadapi emosi, konflik, dan
hubungan.
Semakin lama sebuah pola buruk
berlangsung dalam keluarga, semakin
sulit untuk mengubahnya.
Tantangannya menjadi lebih besar jika
seseorang tidak mendapatkan
dukungan dari orang-orang terdekatnya.
Namun perubahan tetap mungkin
terjadi. Proses perubahan biasanya
berjalan melalui beberapa tahap yang
dijelaskan oleh James Prochaska dan
Carlo DiClemente.
Tahap Tidak Menyadari Masalah
(Precontemplation)
Pada tahap ini seseorang mulai
merasakan bahwa ada sesuatu yang
salah dalam hubungan atau kehidupannya,
tetapi ia belum benar-benar memahami
apa yang sebenarnya terjadi.
Perasaan yang muncul biasanya adalah
kebingungan, rasa sakit, dan keputusasaan.
Seseorang mungkin merasa hidupnya
penuh konflik atau tekanan, tetapi ia
tidak tahu apa penyebabnya.
Dalam situasi seperti ini, banyak orang
berharap orang lain yang berubah
terlebih dahulu.
Contoh sehari-hari bisa terlihat pada
seseorang yang selalu bertengkar
dengan pasangannya.
Ia merasa hubungan tersebut
membuatnya lelah dan terluka, tetapi
ia berpikir bahwa masalahnya hanya
karena pasangannya yang terlalu
keras kepala.
Ia belum menyadari bahwa ada pola
hubungan yang lebih dalam yang
perlu dipahami.
Akibatnya, ia terus berharap pasangan
tersebut yang berubah tanpa mencoba
memahami dinamika hubungan yang
sebenarnya.
Tahap Kesadaran Masalah
(Contemplation)
Pada tahap berikutnya, seseorang mulai
menyadari dengan lebih jelas bahwa
ada masalah dalam hubungannya.
Ia bisa mengenali dan menyebutkan
apa yang salah, tetapi masih belum
tahu bagaimana cara mengatasinya.
Kesadaran ini sering membawa
perasaan yang rumit. Di satu sisi
seseorang merasa lega karena akhirnya
memahami apa yang terjadi. Di sisi lain,
ia juga merasa takut karena menyadari
bahwa perubahan mungkin diperlukan.
Pada tahap ini banyak orang mulai
mencari bantuan, misalnya dengan
berbicara dengan teman yang
dipercaya atau menemui terapis.
Contoh sederhana dalam kehidupan
sehari-hari adalah seseorang yang mulai
menyadari bahwa hubungan dengan
saudaranya selalu dipenuhi kritik.
Ia akhirnya memahami bahwa
komentar-komentar tersebut
sebenarnya melukai dirinya.
Namun meskipun sudah menyadari
masalah tersebut, ia masih bingung
harus melakukan apa.
Sebagian orang bahkan berhenti pada
tahap ini. Mereka sudah tahu ada
masalah, tetapi merasa tidak cukup
berani untuk mengambil langkah
selanjutnya.
Misalnya seseorang yang menyadari
bahwa pasangannya sering bersikap
kasar, tetapi ia tetap bertahan karena
takut menghadapi perubahan.
Ketidaktahuan dan penyangkalan sering
membuat seseorang tetap terjebak
dalam pola lama. Sebaliknya, kesadaran
mendorong seseorang untuk
mempertimbangkan perubahan.
Tahap Persiapan untuk Berubah
(Preparation)
Pada tahap ini seseorang mulai
mempersiapkan diri untuk melakukan
perubahan.
Ia mulai mengungkapkan kebutuhan
dan batasannya kepada orang lain.
Ia juga mulai mendorong orang
di sekitarnya untuk mengubah
perilaku yang merugikan.
Contohnya dalam kehidupan sehari-hari:
Seseorang yang sering menerima
komentar negatif tentang
penampilannya akhirnya mengatakan
kepada anggota keluarganya bahwa
komentar tersebut menyakitkan.
Ia mungkin berkata dengan tenang:
“Komentar tentang penampilan saya
membuat saya tidak nyaman. Saya
ingin kita berhenti membicarakan
hal itu.”
Langkah ini mungkin terlihat kecil,
tetapi sebenarnya merupakan bagian
penting dari proses perubahan.
Dengan menyuarakan kebutuhan dan
batasannya, seseorang mulai
menunjukkan bahwa ia tidak lagi
menerima perlakuan yang menyakitkan.
Tahap Tindakan Nyata (Action)
Pada tahap tindakan, perubahan mulai
terlihat dengan jelas.
Jika sebelumnya seseorang hanya
mengatakan bahwa ia tidak menyukai
perilaku tertentu, sekarang ia
benar-benar menunjukkan bahwa ia
tidak akan lagi menerima perlakuan
tersebut.
Pada tahap ini seseorang mulai
bertindak dengan lebih tegas dan
percaya diri.
Ia tidak hanya meminta perubahan,
tetapi juga menegakkan batasan
yang telah ia tetapkan.
Contoh sehari-hari bisa terlihat
dalam hubungan keluarga.
Jika sebelumnya seseorang hanya
mengatakan bahwa ia tidak suka
dikritik, sekarang ia mungkin
menghentikan percakapan ketika
kritik tersebut muncul.
Ia mungkin berkata:
“Jika percakapan ini terus berisi
kritik, saya akan memilih untuk
pergi.”
Tindakan seperti ini menunjukkan
bahwa batasan tersebut benar-benar
serius.
Pada tahap ini seseorang juga mulai
memahami bahwa ia tidak bisa
memaksa orang lain berubah.
Yang bisa ia lakukan hanyalah
mengubah dirinya sendiri dan
memutuskan bagaimana ia
merespons perilaku orang lain.
Dalam beberapa kasus, hal ini berarti
seseorang harus siap melepaskan
hubungan yang tidak sehat.
Hubungan Sehat Adalah
Hubungan yang Dinikmati
Salah satu gagasan penting dalam buku
Drama Free adalah bahwa hubungan
yang sehat seharusnya memberikan
kebahagiaan, bukan sekadar sesuatu
yang harus ditanggung.
Hubungan yang sehat adalah hubungan
yang membuat seseorang merasa
dihargai, dipahami, dan aman.
Sebaliknya, hubungan yang tidak sehat
sering terasa seperti beban yang harus
dipertahankan karena kewajiban atau
rasa bersalah.
Ketika seseorang berhasil melewati
tahap perubahan, ia mulai melihat
hubungan dengan cara yang berbeda.
Ia tidak lagi merasa harus bertahan
dalam hubungan yang terus menerus
menyakitkan.
Menjaga Perubahan dalam
Jangka Panjang
Tahap terakhir dalam proses perubahan
adalah menjaga pola baru agar tetap
konsisten.
Pada tahap ini seseorang sudah mulai
terbiasa dengan cara berpikir dan
berperilaku yang lebih sehat.
Namun perubahan tidak selalu berjalan
dengan sempurna.
Ada kalanya seseorang kembali pada
pola lama, terutama ketika menghadapi
tekanan atau emosi yang kuat.
Hal ini merupakan bagian normal dari
proses perubahan.
Misalnya seseorang yang sudah belajar
menetapkan batasan mungkin suatu
hari kembali mengatakan “ya” pada
permintaan yang sebenarnya ingin ia
tolak.
Ketika hal seperti ini terjadi, penting
untuk tidak terlalu keras pada diri
sendiri.
Perubahan adalah proses yang
membutuhkan waktu dan dukungan.
Dengan memperlakukan diri sendiri
dengan rasa hormat dan kasih sayang,
seseorang dapat terus memperkuat
pola baru yang lebih sehat dalam
hidupnya.
Pada akhirnya, perjalanan menuju
hubungan yang bebas dari drama bukan
hanya tentang mengubah orang lain,
tetapi tentang membangun cara hidup
yang lebih sehat, lebih sadar, dan lebih
menghargai diri sendiri.
