buku

Bukan Soal Jumlah, tapi Jenis

Setelah membahas protein, Bas Kast
beralih ke zat gizi yang paling
kontroversial dalam dunia diet
modern: 
karbohidrat. Ada begitu
banyak buku diet yang menyuruh kita
untuk menghindari karbohidrat
sepenuhnya. Nasi adalah musuh.
Roti adalah racun. Pasta adalah
penyebab kegemukan. Diet rendah
karbohidrat menjanjikan penurunan
berat badan yang cepat dengan
memotong semua makanan yang
mengandung karbohidrat.

Kast mengajukan bantahan yang
tegas terhadap pandangan ini.
Ia mengatakan bahwa menyamakan
semua karbohidrat sebagai sesuatu
yang buruk adalah sebuah kesalahan
besar. Tidak semua karbohidrat
diciptakan sama. Ada karbohidrat
yang memang bermasalah dan
sebaiknya dibatasi. Tapi ada juga
karbohidrat yang sangat sehat, yang
justru melindungi tubuh dari penyakit
dan membantu menjaga berat badan
ideal. Memvonis nasi, roti, atau pasta
secara umum tanpa membedakan
jenisnya adalah keliru. Yang penting
bukanlah apakah kamu makan
karbohidrat atau tidak. Yang penting
adalah 
jenis karbohidrat apa
yang kamu makan
.

Untuk memahami perbedaannya,
Kast memperkenalkan dua kategori
yang sangat berbeda: 
karbohidrat
yang kaya serat
 dan karbohidrat
yang kaya gula
. Di atas kertas,
keduanya adalah karbohidrat. Tapi
efeknya terhadap tubuh sangat
bertolak belakang.

Karbohidrat dari biji-bijian utuh,
kacang-kacangan, sayur, dan
buah
 adalah karbohidrat baik.
Mengapa? Karena gula di dalam
makanan-makanan ini “terbungkus”
oleh 
serat. Serat bekerja seperti
jaring pengaman alami. Ketika kamu
makan sepotong apel, gula buah yang
terkandung di dalamnya tidak
langsung diserap oleh tubuhmu.
Serat di dalam apel memperlambat
penyerapan gula ke dalam darah.
Gula dilepaskan secara perlahan dan
bertahap, memberi tubuhmu pasokan
energi yang stabil dan tahan lama.
Kamu tidak akan mengalami lonjakan
gula darah yang drastis. Kamu akan
merasa kenyang lebih lama.

Sebaliknya, karbohidrat olahan
bekerja dengan cara yang sama sekali
berbeda. 
Gula tambahan yang ada
di minuman bersoda, kue, permen,
dan makanan manis lainnya tidak
terbungkus serat. 
Tepung putih
yang digunakan untuk membuat roti
putih, pasta putih, dan nasi putih
juga sudah kehilangan sebagian
besar seratnya.
Begitu makanan-makanan ini masuk
ke tubuhmu, gula diserap dengan
sangat cepat ke dalam darah. Gula
darahmu melonjak drastis. Tubuh
panik dan melepaskan hormon
insulin dalam jumlah besar untuk
menurunkan gula darah dengan
cepat. Lonjakan insulin ini memicu
penyimpanan lemak. Tubuh
menyimpan kelebihan gula sebagai
cadangan lemak di perut, pinggang,
dan paha. Dan karena insulin
menurunkan gula darah dengan
sangat cepat, tidak lama kemudian
kamu akan merasa 
lapar kembali.
Ini adalah lingkaran setan. Lonjakan
gula darah, diikuti lonjakan insulin,
diikuti penurunan gula darah yang
drastis, diikuti rasa lapar lagi. Kamu
makan, gula darah naik, insulin naik,
dan siklus terus berulang.

Yang mungkin mengejutkan adalah
bahwa 
jus buah termasuk dalam
kategori karbohidrat olahan. Banyak
orang mengira jus buah itu sehat.
Padahal, ketika buah dijus, seratnya
dibuang. Yang tersisa hanyalah
air gula berperisa buah. Segelas jus
jeruk bisa mengandung gula sebanyak
beberapa buah jeruk, tanpa serat yang
memperlambat penyerapannya. Jus
buah melonjakkan gula darah hampir
sama cepatnya dengan minuman
bersoda. Jauh lebih baik makan buah
utuh daripada minum jusnya.

Lalu, bagaimana patokan praktis
untuk memilih karbohidrat?
Kast menyarankan untuk
memperhatikan 
indeks glikemik
 dan beban glikemik, dua ukuran
yang menunjukkan seberapa cepat
suatu makanan menaikkan gula darah.
Makanan dengan indeks glikemik
rendah, seperti kacang-kacangan,
sayur, dan biji-bijian utuh, adalah
pilihan yang baik. Makanan dengan
indeks glikemik tinggi, seperti roti
putih, nasi putih, dan minuman
manis, sebaiknya dibatasi.

Tapi Kast juga mengingatkan agar kita
tidak terlalu terobsesi dengan angka.
Patokan yang paling penting dan
paling mudah diingat adalah ini:
pilih karbohidrat alami yang
utuh
. Jika kamu melihat nasi
di piringmu, pilihlah nasi merah,
bukan nasi putih. Jika kamu makan
roti, pilihlah roti gandum utuh,
bukan roti putih. Jika kamu makan
pasta, pilihlah pasta gandum utuh.
Jika kamu ingin makan sesuatu yang
manis, pilihlah buah utuh, bukan jus
buah atau kue manis. Prinsipnya
sederhana: semakin dekat makanan
itu dengan bentuk aslinya di alam,
semakin baik karbohidrat itu untuk
tubuhmu.

kalau masih kurang paham ini
versi yang sederhana:

Oke, lanjut! Setelah ngomongin
protein, sekarang kita masuk ke zat
gizi yang paling sering disalahpahami
dan dimusuhin: 
karbohidrat.
Lo pasti sering denger diet rendah
karbo yang nyuruh lo jauhin nasi, roti,
pasta. Katanya itu semua biang keladi
gemuk. Tapi, Bas Kast punya
pandangan yang lebih adil dan ilmiah.
Siap-siap, karena pandangan lo soal
nasi mungkin bakal berubah.

Karbohidrat: Bukan
“Berapa Banyak”, Tapi
“Jenis Apa” yang Lo Makan!

Begitu banyak buku diet di luar sana
yang teriak-teriak nyuruh
lo menghindari karbohidrat total.
Nasi itu musuh. Roti itu racun. Pasta
itu biang kegemukan. Diet rendah
karbo menjanjikan penurunan berat
badan cepet dengan motong semua
makanan yang mengandung
karbohidrat.

Kast dengan tegas ngebantah
pandangan ekstrem ini. Dia bilang,
menyamakan semua
karbohidrat sebagai sesuatu
yang buruk adalah kesalahan
gede.
 Nggak semua karbohidrat
diciptakan sama. Ada karbohidrat
yang memang bermasalah dan
sebaiknya lo batasi. Tapi ada juga
karbohidrat yang super sehat, yang
justru ngelindungin tubuh lo dari
penyakit dan bantu jaga berat badan
ideal. Memvonis nasi, roti, atau
pasta secara umum tanpa ngebedain
jenisnya itu keliru. Yang penting
bukan apakah lo makan karbo atau
nggak. 
Yang penting adalah
JENIS karbohidrat apa yang
lo makan.

Untuk ngebedainnya, Kast ngenalin
dua kategori yang efeknya bertolak
belakang: 
karbohidrat kaya
serat
 dan karbohidrat kaya
gula.

Karbohidrat Baik berasal dari
biji-bijian utuh, kacang-kacangan,
sayur, dan buah. Kenapa baik?
Karena gula di dalem makanan ini
“terbungkus” rapi sama serat. Serat
ini bekerja kayak jaring pengaman
alami. Pas lo makan apel, gula
buahnya nggak langsung diserap
tubuh lo. Serat di apel ngelambatin
penyerapan gula ke dalem darah.
Gula dilepas pelan-pelan, sedikit
demi sedikit, ngasih lo energi yang
stabil dan tahan lama. Lo nggak bakal
ngalamin lonjakan gula darah yang
bikin kaget tubuh. Lo bakal kenyang
lebih lama.

Nah, Karbohidrat Buruk atau
karbohidrat olahan, kerjanya beda
banget. Gula tambahan yang ada
di minuman bersoda, kue, permen,
itu nggak terbungkus serat. Tepung
putih buat roti putih, pasta putih,
nasi putih, juga udah kehilangan
sebagian besar seratnya. Begitu
lo makan, gula langsung diserap
super cepet ke dalem darah.
Gula darah lo melonjak drastis. Tubuh
lo panik, langsung ngeluarin insulin
gede-gedean buat nurunin gula darah
secepat kilat. Lonjakan insulin ini
memicu penyimpanan lemak.
Kelebihan gula disimpen jadi
cadangan lemak di perut, pinggang,
paha. Dan karena insulin nurunin
gula darah dengan sangat cepet,
nggak lama kemudian lo bakal lapar
lagi. Ini lingkaran setan: lonjakan
gula, lonjakan insulin, gula darah
anjlok, lo lapar lagi, lo makan lagi,
dan siklus terus berulang.

Yang mungkin bikin lo kaget:
jus buah termasuk kategori
karbohidrat olahan.
 Banyak yang
ngira jus buah itu sehat. Padahal,
begitu buah dijus, seratnya dibuang.
Yang tersisa cuma air gula rasa buah.
Segelas jus jeruk bisa ngandung gula
sebanyak beberapa buah jeruk, tanpa
serat yang ngerem penyerapannya.
Jus buah melonjakkan gula darah
hampir sama cepetnya kayak
minuman soda. Jauh lebih baik lo
makan buah utuh langsung
daripada minum jusnya.

Patokan praktis buat milih
karbohidrat adalah 
indeks
glikemik dan beban glikemik
,
dua ukuran yang nunjukin seberapa
cepet suatu makanan naikin gula
darah. Makanan dengan indeks
glikemik rendah (kacang-kacangan,
sayur, biji-bijian utuh) adalah
pilihan oke. Makanan dengan
indeks tinggi (roti putih, nasi putih,
minuman manis) sebaiknya
lo batasi.

Tapi Kast juga ngingetin, lo nggak
perlu terobsesi ngitung angka.
Patokan paling penting dan gampang
diingat cuma ini: 
pilih karbohidrat
alami yang utuh.
 Kalau lo ngeliat
nasi di piring, pilih nasi merah,
jangan nasi putih. Makan roti, pilih
roti gandum utuh. Pasta, pilih pasta
gandum utuh. Kalau pengen manis,
pilih buah utuh, jangan jus atau kue.
Prinsipnya simpel: 
semakin deket
makanan itu ke bentuk aslinya
di alam, semakin baik
karbohidrat itu buat badan lo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *