Psikologi

Intentional Forgetting Method: Teknik Melepas Pikiran yang Mengganggu agar Bisa Tidur

Pernahkah Anda mengalami hal
seperti ini: ada satu pikiran atau
kenangan yang sebenarnya tidak
penting, tetapi nyangkut terus
di kepala. Anda sudah mencoba
membuangnya, tetapi ia kembali lagi.
Kadang malah semakin jelas. Anda
jadi kesal sendiri, “Kenapa sih aku
tidak bisa melupakan ini?” Teknik ini
mengajarkan Anda untuk berhenti
memaksa melupakan, dan justru
sengaja melupakan dengan cara
yang lembut.

Intentional Forgetting Method
adalah teknik untuk melepaskan
pikiran yang mengganggu dengan
membayangkan pikiran itu sebagai
benda yang Anda biarkan hanyut
atau terbawa angin. Anda tidak
melawannya. Anda melepaskannya
secara sadar, lalu membiarkan otak
melupakan secara alami.

Eksperimen Ilmiah: Bukti bahwa
Melupakan Secara Sengaja Dapat
Melemahkan Ingatan

Eksperimen Anderson dan
Green (2001):
Think/No-Think Paradigm

Michael Anderson dan Collin Green
melakukan eksperimen yang sangat
berpengaruh tentang kemampuan
otak untuk menekan ingatan.
Partisipan diminta menghafal
pasangan kata, misalnya “meja-apel”
dan “kaca-kuda”. Setelah mereka
hafal, mereka menjalani fase yang
disebut think/no-think.

Ketika kata pertama ditampilkan,
partisipan dibagi menjadi
tiga kondisi.
Pada kondisi “think”,
mereka diminta mengingat
kata kedua.
Pada kondisi “no-think”,
mereka diminta untuk tidak
membiarkan kata kedua muncul
di kepala. Mereka harus menekan
ingatan itu.
Pada kondisi baseline,
kata pertama tidak ditampilkan
sama sekali.

Setelah beberapa sesi, semua
partisipan diuji untuk mengingat
pasangan kata yang sudah mereka
hafal. Hasilnya menunjukkan bahwa
pasangan kata yang berulang kali
ditekan dalam kondisi no-think
memiliki tingkat pengingatan yang
jauh lebih rendah dibandingkan
kondisi baseline. Artinya,
upaya sadar untuk tidak mengingat
sesuatu benar-benar melemahkan
ingatan itu.

Anderson dan Green menyimpulkan
bahwa otak memiliki mekanisme
untuk menghambat pengambilan
ingatan. Dengan latihan yang
disengaja, Anda bisa mempersulit
ingatan tertentu untuk muncul. Ini
adalah dasar ilmiah dari Intentional
Forgetting Method. Anda tidak bisa
menghapus ingatan sepenuhnya,
tetapi Anda bisa melemahkan
kekuatannya.

Eksperimen Bjork, LaBerge, dan
Legrand (1968): Directed
Forgetting

Robert Bjork dan timnya melakukan
eksperimen yang dikenal dengan
istilah 
directed forgetting.
Partisipan diminta membaca
serangkaian kata.
Setelah beberapa kata, mereka diberi
sinyal yang memberitahu mereka
untuk melupakan kata-kata yang
baru saja dibaca karena kata-kata itu
tidak akan diuji.

Ketika diuji kemudian, partisipan
memang mengingat lebih sedikit
kata yang diberi sinyal “lupakan”
dibandingkan kata yang diberi
sinyal “ingat”. Menariknya, efek ini
terjadi bukan hanya karena
partisipan tidak berusaha mengingat,
tetapi karena otak secara aktif
menghambat kata-kata yang
diperintahkan untuk dilupakan.

Bjork menyimpulkan bahwa
melupakan secara sengaja bukanlah
proses pasif. Otak bisa diarahkan
untuk melemahkan jejak ingatan
tertentu ketika Anda memberinya
instruksi yang jelas. Dalam konteks
tidur, Anda bisa menggunakan
imajinasi melepas pikiran sebagai
instruksi untuk melemahkan
pikiran cemas yang muncul
di malam hari.

Mengapa Intentional Forgetting
Method Begitu Efektif?

Cara kita mencoba melupakan
biasanya salah. Kita berkata,
“Jangan pikirkan itu.” Padahal itu
justru membuat otak semakin ingat.
Seperti dilarang melihat kucing
kuning, yang ada Anda malah
mencari kucing kuning. Ini disebut
efek paradoksal dari penekanan
pikiran. Semakin Anda melarang,
semakin kuat pikiran itu.

Intentional Forgetting Method
bekerja dengan arah yang berbeda.
Anda tidak melarang pikiran.
Anda justru mengizinkan pikiran itu
hadir, lalu membayangkan diri Anda
melepaskannya. Melepaskan terasa
seperti menyelesaikan, bukan
melawan. Otak menerima sinyal
bahwa urusan dengan pikiran itu
sudah selesai.

Selain itu, visualisasi melepas benda
seperti kertas hanyut atau daun
terbawa angin memberikan metafora
yang jelas kepada otak.
Otak memproses gambaran itu
sebagai pengalaman nyata.
Ketika Anda melihat benda itu
menjauh, otak menurunkan
kewaspadaan. Respons stres
mereda, napas melambat, dan
tubuh siap tidur.

Teknik ini juga mengalihkan
perhatian. Anda tidak lagi sibuk
memikirkan isi pikiran cemas.
Anda sibuk membayangkan sungai,
aliran air, dan benda yang hanyut.
Perhatian yang tadinya terkunci
pada masalah kini berpindah
ke gambaran netral yang
menenangkan.

Tiga Fase Intentional Forgetting
Method:
Kisah Jake

Untuk memahami cara kerja teknik
ini secara nyata, kita akan mengikuti
kisah Jake. Ia adalah seorang pria
berusia 27 tahun yang setiap malam
sulit tidur karena teringat konflik
kecil dengan teman kantornya.

Fase 1: Menyadari Pikiran yang
Mencengkeram

Jake berbaring di tempat tidurnya.
Lampu sudah mati. Ia menutup mata,
tetapi pikirannya langsung kembali
ke kejadian siang tadi.

Pikiran: “Kamu ingat kan kata-kata
temanmu? Dia bilang kamu tidak
enak diajak kerja sama.
Itu menyakitkan.”

Jake merasakan dadanya sesak.
Kalimat itu terus berputar
di kepalanya. Ia mencoba
melupakannya, tetapi kalimat itu
semakin menempel.

Jake: “Aku sudah coba lupakan,
tapi malah makin jelas.
Aku kesal sendiri.”

Di sinilah Jake menyadari bahwa
usahanya untuk melawan justru
membuat pikiran itu semakin kuat.
Ia memutuskan untuk mencoba
teknik melepas.

Fase 2: Menulis Pikiran pada
Benda dan Melepaskannya

Jake menarik napas. Ia tidak lagi
melawan pikirannya.
Ia membayangkan kalimat
“Kamu tidak enak diajak kerja
sama” ditulis di selembar kertas
kecil. Ia melihat tulisannya
dengan jelas.

Jake: “Aku tulis kalimat ini
di kertas. Sekarang aku bawa
ke sungai.”

Ia membayangkan dirinya berdiri
di pinggir sungai yang tenang.
Airnya mengalir pelan.
Jake menaruh kertas itu di atas
air, lalu membuka tangannya.

Jake: “Aku lepas. Biarkan hanyut.”

Kertas itu mulai bergerak
mengikuti arus.
Jake memperhatikannya.

Fase 3: Melihat Benda Menjauh
dan Merasa Lega

Jake terus membayangkan kertas itu
hanyut perlahan. Makin lama makin
kecil. Tulisannya mulai tidak terbaca.
Kertas itu terbawa arus, melewati
batu, lalu menghilang di tikungan
sungai.

Jake: “Kertasnya hilang. Kalimat itu
ikut pergi.”

Ia merasakan sesuatu lepas dari
dadanya. Kalimat teman kantornya
tidak lagi terasa menempel. Ia sudah
melepaskannya, bukan karena
dipaksa, tetapi karena ia sengaja
melakukannya.

Pikiran itu mencoba muncul lagi.
“Tapi dia benar-benar bilang begitu.”
Jake tidak melawan.
Ia membayangkan kertas baru dengan
kalimat yang sama,
lalu meletakkannya lagi di sungai
dan melepaskannya.

Jake: “Aku lepas lagi. Tidak perlu
kupegang.”

Setelah beberapa kali, pikiran itu
semakin jarang muncul.
Jake merasakan napasnya melambat.
Bahunya turun. Beberapa menit
kemudian, tanpa disadari, Jake
tertidur.

Contoh Nyata dengan Dialog
Pikiran

1. Komentar Pedas dari Teman

Maya berbaring dan terus teringat
komentar temannya yang
menyakitkan.

Pikiran: “Katanya kamu terlalu
sensitif. Kamu tidak asyik diajak
berteman.”

Maya membayangkan kalimat itu
ditulis di atas daun kering.
Ia membayangkan dirinya berdiri
di tepi sungai dan meletakkan
daun itu di air. Daunnya hanyut,
berputar pelan, lalu menjauh.

Maya: “Daunnya hilang.
Komentar itu ikut pergi.”

Ia merasa lebih ringan dan tertidur.

2. Rasa Bersalah karena
Kesalahan Lama

Bima terus dihantui rasa bersalah
atas kesalahan yang ia buat
bertahun-tahun lalu.

Pikiran: “Kamu seharusnya tidak
melakukan itu. Kamu bodoh.”

Bima membayangkan rasa bersalah
itu sebagai batu kecil. Ia membawa
batu itu ke sungai imajiner dan
menjatuhkannya ke air. Batu itu
tenggelam pelan dan menghilang.

Bima: “Batu itu hilang. Aku tidak
perlu terus memikulnya.”

Ia merasa tenang dan tertidur.

3. Kecemasan tentang
Hari Esok

Sari terus memikirkan kegiatan
besok yang membuatnya cemas.

Pikiran: “Besok kamu harus bertemu
banyak orang. Kamu pasti gugup.”

Sari membayangkan kecemasan itu
sebagai kertas yang berisi tulisan.
Ia melipatnya menjadi perahu
kertas kecil, lalu meletakkannya
di atas air hujan yang mengalir
di selokan. Perahu itu terbawa
arus, menjauh, dan akhirnya lenyap.

Sari: “Kecemasanku ikut hanyut.
Aku aman di sini.”

Sari tertidur.

Cara Menerapkan Intentional
Forgetting Method

Jika Anda ingin mencoba teknik ini,
berikut langkah-langkahnya.

Pertama, saat pikiran cemas
muncul, jangan melawan.

Bayangkan pikiran itu sebagai benda
yang bisa Anda pegang. Bisa kertas,
daun, atau batu kecil. Beri bentuk
yang jelas.

Kedua, bawa benda itu
ke tempat yang mengalir.

Bisa sungai, aliran air hujan, atau
angin yang menerbangkan daun.
Yang penting ada gerakan
menjauh.

Ketiga, lepaskan benda itu.
Taruh di atas air atau biarkan
angin membawanya. Lihat benda
itu pergi perlahan. Makin jauh,
makin kecil, makin tidak jelas.

Keempat, jangan paksa
langsung hilang.

Biarkan saja benda itu hanyut atau
terbang. Rasakan kelegaan karena
Anda sudah tidak lagi
memegangnya. Dari situ, tidur
akan datang pelan-pelan.

Intentional Forgetting Method
mengajarkan bahwa cara terbaik
untuk melupakan bukanlah dengan
memaksa diri berhenti mengingat.
Melainkan dengan melepaskan
secara sadar. Ketika Anda
membiarkan pikiran itu pergi,
otak Anda ikut lepas. Anda tidak
lagi memberi tenaga pada pikiran
itu. Anda bisa tidur dengan kepala
yang lebih ringan dan hati yang
lebih tenang.

kalau masih kurang paham ini
versi yang sederhana:

Oke, kita lanjut ke teknik berikutnya.
Kali ini kita bahas 
Intentional
Forgetting Method
.

Lo pasti pernah ngalamin hal kayak
gini. Ada satu pikiran atau kenangan
yang nggak penting, tapi nyangkut
terus di kepala. Lo udah coba buang,
tapi dia balik lagi. Kadang malah
makin jelas. Lo jadi kesel sendiri,
“Kenapa sih gue nggak bisa lupain
ini?” Nah, teknik ini ngajarin lo buat
berhenti maksa lupain, dan malah
sengaja nglupain dengan cara yang
lembut.

Simpelnya, Intentional Forgetting
Method
 itu kayak lo lagi megang
kertas bertuliskan hal yang bikin lo
cemas. Selama lo genggam,
lo ngerasa harus inget terus. Tapi
begitu lo taruh kertas itu di atas air
dan biarin hanyut, lo nggak lagi
pegang. Lo lihat kertasnya menjauh,
makin kecil, sampai hilang. Pikiran
lo juga gitu. Lo nggak bisa maksa
dia hilang. Tapi lo bisa lepasin dia
pelan-pelan, dan biarin otak lo
ngelupain secara alami.

Kenapa ini penting?
Karena cara kita ngelupain biasanya
salah. Kita mikir,
“Jangan pikirin itu.” Padahal itu
malah bikin otak makin inget.
Kayak lo dibilangin,
“Jangan liat kucing kuning.”
Yang ada lo malah nyari kucing
kuning. Nah, teknik ini nggak
ngelarang. Dia justru ngizinin lo
buat sengaja ngelupain, tanpa
paksaan.

Contohnya gini. Ada seorang cowok
namanya Jake. Dia tiap malem susah
tidur karena keinget konflik kecil
sama temen kantornya. Di kepalanya,
kalimat temennya itu muter terus.
“Kamu tuh nggak enak diajak
kerja sama.” Jake kesel, malu, dan
nggak bisa berhenti mikirin. Dia coba
ngelupain, tapi kalimat itu makin
nempel.

Suatu malam, Jake coba teknik ini.
Dia nggak lagi ngelawan. Dia malah
bayangin kalimat itu ditulis
di selembar kertas kecil. Dia liat
tulisannya jelas. Terus dia bayangin
dirinya berdiri di pinggir sungai
yang tenang. Dia taruh kertas itu
di atas air. Dia lepas. Kertasnya
mulai hanyut pelan-pelan. Jake
ngeliatin kertasnya bergerak
menjauh. Makin lama makin kecil.
Tulisannya makin nggak kebaca.
Sampai akhirnya kertas itu hilang
di tikungan sungai.

Jake ngerasa ada sesuatu yang lepas
dari dadanya. Kalimat temennya itu
nggak lagi kerasa nempel. Dia udah
ngelepasin, bukan karena dipaksa,
tapi karena dia sengaja nglakuin.
Dia tarik napas panjang. Bahunya
turun. Dan nggak lama kemudian,
dia tidur.

Ini terjadi karena otak kita lebih
gampang ngelupain sesuatu kalau kita
nggak ngasih dia beban buat diinget.
Selama lo lawan, lo justru ngasih
tenaga. Tapi begitu lo lepasin
pelan-pelan, otak lo ikut lepas.
Dia nggak lagi ngerasa kejadian itu
penting buat dipegang.

Cara pakainya gampang.

Pertama, pas pikiran cemas muncul,
jangan lawan. Bayangin pikiran itu
sebagai benda yang bisa lo pegang.
Bisa kertas, daun, atau batu kecil.

Kedua, bawa benda itu ke tempat
yang mengalir. Bisa sungai,
bisa aliran air di selokan, bisa juga
angin yang bawa daun.
Yang penting ada gerakan menjauh.

Ketiga, lepas. Taruh benda itu di air
atau biarin angin nerpa. Lihat dia
pergi pelan-pelan. Makin jauh,
makin kecil, makin nggak jelas.

Keempat, jangan dipaksa langsung
hilang. Biarin aja hanyut. Rasain
kelegaan karena lo udah nggak lagi
megang. Dari situ, tidur bakal
datang pelan-pelan.

Jadi inget, Intentional Forgetting
Method
 itu ibarat lo lagi ngelepas
balon ke udara. Lo buka genggaman,
dan balonnya naik sendiri. Lo nggak
bisa narik balik, dan lo juga nggak
perlu. Pikiran lo juga gitu. Kadang,
cara terbaik buat ngelupain adalah
dengan sengaja ngelupain. Bukan
dipaksa, tapi dilepas. Biar dia pergi,
dan lo bisa tidur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *