Daisy / Baby Nicole: Gadis dari Dunia Luar
Sahabat, kita lanjutkan ke Bab 3 dari
buku The Testaments. Sejauh ini
kita telah mendengar suara Bibi
Lydia, sang dalang yang
merencanakan kehancuran Gilead
dari dalam, dan suara Agnes, gadis
yang dibesarkan dalam sangkar emas
dan mulai melihat kebusukan
di baliknya. Kini kita mendengar
suara ketiga, sebuah suara dari luar
tembok. Seorang gadis yang tumbuh
dengan kebebasan, yang tidak pernah
merasakan belenggu Gilead, tetapi
yang takdirnya terikat erat dengan
kehancuran rezim itu.
Bab 3: Daisy / Baby Nicole:
Gadis dari Dunia Luar
Nama gadis ini adalah Daisy.
Setidaknya, itulah nama yang ia
kenal sepanjang hidupnya. Ia tumbuh
di Kanada, di sebuah kota yang
tenang, dibesarkan oleh sepasang
suami istri yang memiliki toko
pakaian bekas kecil. Neil dan Melanie,
orang tua angkatnya, adalah
orang-orang biasa. Mereka tidak
kaya, tidak terkenal, dan tidak
memiliki rahasia besar yang
diketahui oleh Daisy. Toko mereka
berbau kapur barus dan pakaian
lama, dan Daisy menghabiskan masa
kecilnya dengan membantu melipat
baju, bermain di antara tumpukan
jaket bekas, dan menjalani
kehidupan yang sangat normal.
Tetapi Daisy bukanlah gadis biasa,
meskipun ia tidak mengetahuinya.
Nama aslinya adalah Baby Nicole.
Lima belas tahun yang lalu, ketika ia
masih bayi, ia diselundupkan keluar
dari Gilead oleh ibunya, seorang
Handmaid yang nekat dan putus asa.
Pelarian itu menjadi legenda.
Bagi Gilead, Baby Nicole adalah
“bayi yang dicuri”, simbol dari
kejahatan dunia luar yang ingin
menghancurkan tatanan suci mereka.
Bagi gerakan perlawanan bawah
tanah yang dikenal sebagai Mayday,
Baby Nicole adalah
“bayi yang dibebaskan”, simbol
harapan bahwa bahkan dari
cengkeraman Gilead yang paling
kejam sekalipun, kepolosan bisa
diselamatkan.
Daisy tidak tahu semua ini. Orang tua
angkatnya menyembunyikan identitas
aslinya demi keselamatannya.
Mereka mencintainya seperti anak
sendiri, dan mereka ingin
melindunginya dari bahaya yang akan
datang jika dunia tahu siapa dirinya
sebenarnya.
Tetapi rahasia tidak bisa disimpan
selamanya.
Suatu hari, segalanya berubah.
Agen-agen Gilead, yang telah memburu
Baby Nicole selama satu setengah
dekade, akhirnya menemukan
lokasinya. Mereka datang ke toko
pakaian bekas itu. Neil dan Melanie
terbunuh. Daisy, yang seharusnya
ada di dalam toko pada saat itu,
selamat hanya karena kebetulan.
Ia pulang dan menemukan
pemandangan yang tidak akan
pernah bisa ia lupakan: toko yang
porak-poranda, dan dua orang yang
ia panggil ayah dan ibu tergeletak
tidak bernyawa.
Dalam keadaan shock dan ketakutan,
Daisy dijemput oleh orang-orang
yang tidak dikenalnya.
Mereka adalah anggota gerakan
bawah tanah Mayday. Merekalah
yang memberi tahu Daisy kebenaran
tentang dirinya. Bahwa ia bukanlah
Daisy, putri pemilik toko pakaian
bekas. Bahwa ia adalah Baby Nicole,
buronan paling terkenal dari
Republik Gilead. Bahwa ibunya
adalah seorang Handmaid yang
telah mempertaruhkan nyawanya
untuk menyelamatkannya. Bahwa
orang tua yang membesarkannya
telah mati demi menjaga rahasia
ini.
Kemarahan, kesedihan, dan
kebingungan bercampur aduk di dalam
diri Daisy. Ia tidak meminta semua ini.
Ia tidak pernah memilih untuk menjadi
simbol. Tetapi kenyataannya tetap
sama: ia adalah Baby Nicole, dan
dunia tidak akan membiarkannya
melupakan itu.
Mayday mengajukan sebuah
permintaan yang hampir mustahil.
Mereka ingin Daisy menyusup
ke Gilead. Hanya dia yang bisa
melakukannya, karena hanya dia yang
memiliki akses yang tidak dimiliki
oleh mata-mata biasa. Statusnya
sebagai Baby Nicole, simbol yang
dikenal oleh seluruh Gilead, bisa
menjadi penyamarannya sekaligus
senjatanya. Ia akan masuk
ke Gilead dengan menyamar
sebagai Pearl Girl.
Pearl Girls, atau Gadis Mutiara,
adalah istilah yang digunakan untuk
para misionaris muda yang dikirim
oleh Gilead ke luar negeri untuk
menyebarkan iman dan merekrut
pengikut baru. Mereka adalah
wanita-wanita muda yang
bersemangat, berpakaian
sederhana, dan membawa
pesan-pesan keselamatan dari
rezim. Ironisnya, posisi ini juga
digunakan oleh Mayday untuk
menyusupkan agen-agen mereka
ke dalam Gilead. Seorang Pearl Girl
bisa bepergian dengan relatif bebas,
masuk ke rumah-rumah, dan
bahkan mendapatkan akses
ke Ardua Hall, markas para Bibi.
Misi Daisy sangat jelas dan sangat
berbahaya. Ia harus masuk
ke Gilead, mendapatkan
kepercayaan para Bibi, dan
menemui seorang sumber
di dalam Ardua Hall. Sumber itu
akan memberinya sebuah paket
berisi dokumen-dokumen yang
sangat penting.
Dokumen-dokumen itu harus ia
bawa keluar dari Gilead, kembali
ke Kanada, dan menyerahkannya
kepada Mayday untuk
disebarluaskan ke seluruh dunia.
Daisy setuju. Mungkin ia
melakukannya karena amarah atas
kematian orang tua angkatnya.
Mungkin ia melakukannya karena ia
ingin bertemu dengan ibunya,
Handmaid yang telah
menyelamatkannya lima belas tahun
lalu. Mungkin ia melakukannya
karena ia tidak punya pilihan lain.
Apa pun alasannya, Daisy memulai
perjalanannya ke dalam jantung
kegelapan.
Margaret Atwood menggambarkan
transformasi Daisy dengan detail
yang teliti. Rambutnya diubah.
Pakaiannya diganti dengan pakaian
khas Pearl Girl yang sederhana.
Ia diajari cara berbicara,
cara berjalan, cara menundukkan
pandangan seperti wanita Gilead
yang taat. Ia harus menghafal
doktrin-doktrin yang akan
ditanyakan oleh para Bibi. Ia harus
belajar menyembunyikan
kebenciannya di balik senyuman
yang tenang.
Perjalanannya melintasi perbatasan
adalah momen yang penuh
ketegangan. Penjaga perbatasan
Gilead tidak main-main.
Satu kecurigaan kecil, satu jawaban
yang salah, dan Daisy akan berakhir
di tembok eksekusi atau dikirim
ke kamp kerja paksa. Tetapi ia
berhasil. Dengan keberanian yang
mungkin berasal dari keputusasaan,
Daisy melewati pemeriksaan dan
memasuki wilayah Republik Gilead.
Ia sekarang berada di dalam perut
binatang itu, dikelilingi oleh musuh
di semua sisi.
Di dalam Gilead, Daisy bergerak
dengan hati-hati. Ia bertemu dengan
Bibi-Bibi, menghadiri kebaktian, dan
menjalankan tugas-tugas seorang
Pearl Girl. Setiap hari adalah
pertaruhan. Setiap malam adalah
doa agar ia tidak terbongkar. Ia tahu
bahwa di suatu tempat di dalam
Ardua Hall, ada seorang Bibi yang
menunggunya. Seorang Bibi yang
memiliki paket yang bisa
menghancurkan Gilead. Seorang Bibi
yang, meskipun memakai seragam
penindas, adalah sekutu terbesarnya.
Daisy belum tahu bahwa Bibi itu
adalah Lydia. Ia belum tahu bahwa
di dalam Ardua Hall, ada gadis lain
yang bernasib sama dengannya,
seorang gadis yang dibesarkan
di dalam Gilead tetapi telah mulai
mempertanyakan segalanya.
Kedua gadis ini, Daisy dan Agnes,
tidak saling mengenal.
Tetapi mereka adalah saudari,
lahir dari rahim yang sama,
diselamatkan oleh ibu yang sama.
Dan takdir mereka akan segera
bertemu.
kalau masih kurang paham ini
versi yang sederhana:
Gaes, kita lanjut obrolan bukunya.
Setelah kita ngupingin penuh
perjuangan dari Bibi Lydia dan Agnes,
sekarang giliran suara ketiga nih.
Dan suara yang ini datang dari
DUNIA LUAR. Jauh dari drama
Gilead, dari kebebasan yang mungkin
susah banget lo bayangin kalo lo cuma
ngeliat dari mata Agnes. Dia gak lahir
dalem sangkar. Dia lahir dan gede
di alam bebas. Tapi takdirnya?
Udah ditulis buat terjun langsung
ke kandang singa itu.
Bab 3: Daisy / Baby Nicole:
Cewek Bebas yang Kena
Jebakan Takdir
Nih ye, nama cewek ini Daisy.
Setidaknya, itu nama yang dia kenal
selama 15 tahun hidupnya. Dia gede
di Kanada, di kota adem ayem,
dibesarin sama Neil dan Melanie
—pasangan sederhana yang punya
toko baju bekas.
Bayangin aja hidupnya, gais:
bantuin lipet baju, main di antara
tumpukan jaket bekas, aroma kapur
barus khas toko loak.
HIDUP NORMAL BANGET.
Gak ada drama macam-macam,
apalagi mikirin negara teokrasi
gila kayak Gilead.
Masalahnya, Daisy ini gak normal.
Dia cuma GAK TAHU aja. Nama
aslinya tuh Baby Nicole. Lo pasti
familiar dong sama nama ini?
Iya, bayi legendaris yang dulu
banget diselundupin keluar dari
Gilead sama ibunya, seorang
Handmaid nekat yang putus asa.
Pelarian itu udah jadi mitos.
Bagi Gilead, Baby Nicole adalah
“bayi suci yang dicuri musuh”,
simbol banget. Bagi gerakan bawah
tanah Mayday? Dia adalah
“bayi yang berhasil dibebaskan”,
bukti hidup kalo harapan itu
masih bisa diselamatkan.
Nah, selama 15 tahun, Neil dan
Melanie berhasil ngumpetin identitas
asli Daisy. Mereka sayang banget,
nganggep dia anak sendiri. Rahasia
ini disimpen rapet-rapet buat
ngelindungin dia, karena kalo sampe
Gilead tau di mana Baby
Nicole… udah, tamat.
Dan tebak? Rahasia gede kayak gini
gak bakal bisa disimpen selamanya,
kan?
Semuanya berubah dalam sekejap.
Agen-agen rahasia Gilead, yang
udah ngabisin lebih dari satu
dekade buat nyari, AKHIRNYA
BERHASIL NEMUIN LOKASI
DAISY. Mereka dateng ke toko
pakaian bekas itu. Dan operasi
ini brutal, gaes. Neil dan
Melanie… terbunuh. Daisy yang
harusnya ada di dalem toko, selamat
cuma gara-gara kebetulan doang.
Coba lo bayangin rasanya dia pulang
terus nemuin toko porak-poranda,
dan dua orang yang lo panggil
nyokap bokap… udah gak bernyawa.
Mentalnya langsung hancur lebur.
Pas masih shock dan ketakutan
setengah mati, tiba-tiba dia dijemput
sama orang-orang asing. Mereka ini
anggota gerakan bawah tanah
Mayday. Dan di sinilah seluruh
dunia Daisy runtuh. Mereka
akhirnya buka kartu:
“Lo bukan Daisy, putri pemilik toko
bekas. Lo adalah Baby Nicole,
buronan paling dicari seantero
Republik Gilead. Ibu kandung lo
seorang Handmaid yang hampir mati
nyawanya buat nyelametin lo. Dan
orang tua yang lo panggil ayah ibu
itu… mati demi jagain rahasia ini.”
Gila kan? Kemarahan, kesedihan,
kebingungan… campur aduk jadi satu.
Ini bukan pilihan hidup yang dia mau.
Dia gak pernah minta dilahirin
sebagai simbol. Tapi kenyataannya
kejam: dia Baby Nicole, dan dunia
gak akan pernah biarin dia lupa.
Mayday gak cuma nyelametin dia
buat sembunyi. Mereka butuh dia.
Mereka ngajuin misi yang tingkat
kebahayaannya udah di luar nalar:
Daisy harus nyusup ke Gilead.
Kenapa dia? Karena dia satu-satunya
orang yang punya “akses” gak logis.
Status Baby Nicole yang udah dikenal
seluruh Gilead, bisa jadi penyamaran
SEKALIGUS senjata pamungkas.
Ironis, ya? Yang diburu, malah balik
masuk ke kandangnya.
Rencananya gini: Dia bakal nyamar
jadi Pearl Girl (Gadis Mutiara).
Itu lho, misionaris cewek muda yang
dikirim Gilead ke luar negeri buat
nyebarin iman dan nyari pengikut.
Gerakan ini tulus di permukaan,
tapi Mayday juga pake jalur ini buat
nyelundupin agen. Pearl Girl bisa
jalan relatif bebas, masuk
rumah-rumah, bahkan punya
akses ke Ardua Hall
—markasnya Bibi Lydia.
Misi Daisy jelas, dan BUNUH DIRI
banget. Dia harus masuk, menangin
kepercayaan Bibi-bibi, terus ketemu
“sumber” di dalem Ardua Hall.
Sumber itu bakal nyerahin sebuah
paket dokumen super penting.
Tugas Daisy cuma satu:
bawa dokumen itu KELUAR lagi
dari Gilead, balik ke Kanada, dan
nyerahin ke Mayday buat disebar
ke seluruh dunia. Gampang?
Gak. Sama sekali gak.
Tapi dia setuju, gaes. Mungkin karena
dendam membara atas kematian
orang tuanya. Mungkin karena ada
secercah harapan buat ketemu ibu
kandungnya, si Handmaid yang
nyelametin dia 15 tahun lalu. Atau
mungkin karena emang dia udah
gak punya pilihan lain. Apapun
alasannya, Daisy resmi jalan
ke jantung kegelapan.
Detail transformasinya keren banget.
Rambut diubah total, pakaian
nyentrik Kanada dituker sama baju
sederhana khas Pearl Girl yang taat.
Dia diajarin cara ngomong kayak
cewek Gilead: nada lembut,
pandangan harus merunduk.
Dia kudu hafal doa, doktrin, sama
kitab suci yang mungkin bakal
dicecar Bibi-bibi. Dan yang paling
susah? Belajar pasang senyum
tenang buat nutupin kebencian
mendidih di dalem dadanya.
Akting tingkat dewa.
Pas nyebrang perbatasan Gilead,
DEG-DEGANNYA GAK
KETULUNGAN, gaes. Penjaganya
paranoid, pemeriksaannya teliti
banget. Satu kecurigaan kecil, satu
jawaban nyeleneh dikit, nyawa
langsung melayang; entah digantung
di Tembok, atau dibuang ke kamp
kerja paksa. Tapi dia lolos. Dengan
nyali baja yang mungkin lahir dari
keputusasaan, Daisy ngelewatin
pemeriksaan dan resmi masuk
ke dalem PERUT BINATANG ITU.
Sekarang dia dikelilingi musuh
di mana-mana.
Dia jalan hati-hati banget, nemuin
Bibi-bibi, ikut kebaktian, ngejalanin
tugas Pearl Girl sambil jantungnya
pasti mau copot. Tiap hari taruhan
nyawa. Tiap malem dia cuma bisa
berdoa semoga penyamarannya
gak kebongkar. Dia tahu di suatu
tempat di dalem Ardua Hall, ada
Bibi yang nungguin. Bibi yang
nyimpen paket dokumen penghancur
Gilead. Bibi yang meskipun make
seragam penindas adalah sekutu
paling berharga yang dia punya.
Nah, ini dia bagian paling epic yang
Daisy belom sadari: Bibi itu adalah
Lydia. Dan di dalem Ardua Hall
yang sama, ada gadis lain yang juga
lagi berjuang di jalan
pemberontakannya sendiri.
Cewek yang gede di sangkar emas,
si Agnes. Dua cewek ini, Daisy dan
Agnes, gak saling kenal. Mereka gak
tahu eksistensi satu sama lain.
Tapi mereka terikat oleh sesuatu
yang jauh lebih dalem: lahir dari
rahim yang sama. Ibunya, Offred,
yang sama-sama berjuang
mati-matian buat mereka.
Dan takdir mereka… udah
ditakdirkan buat BERTEMU.
