Kado dan Bulan Madu
Bab kedelapan ini membahas dua hal
yang dinanti-nantikan setelah pesta
usai: menerima kado dari para tamu
dan berangkat menikmati bulan
madu. Buku ini membaginya
menjadi tiga bagian utama.
Bagian pertama adalah ceklist
pembuatan registry hadiah.
Registry adalah daftar hadiah yang
dibuat oleh pasangan untuk
memudahkan tamu memilih kado
yang benar-benar diinginkan dan
dibutuhkan. Buku ini menyarankan
agar registry dibuat di beberapa toko
atau platform dengan rentang harga
yang bervariasi. Tujuannya agar
tamu dengan anggaran berbeda-beda
tetap bisa memilih tanpa merasa
terbebani. Barang-barang yang
biasanya dimasukkan ke dalam
registry mencakup perlengkapan
rumah tangga seperti peralatan dapur,
seprai, handuk, atau perabot kecil.
Buku ini juga mencatat bahwa
informasi registry sebaiknya tidak
dicantumkan langsung
di undangan, melainkan disebarkan
melalui orang tua atau pendamping
utama.
Bagian kedua adalah etiket ucapan
terima kasih. Setiap hadiah yang
diterima harus dibalas dengan
ucapan terima kasih yang tulus dan
personal. Buku ini menekankan agar
ucapan terima kasih dikirim paling
lambat satu bulan setelah pernikahan.
Kartu ucapan sebaiknya ditulis
tangan, bukan diketik, dan
menyebutkan nama pemberi serta
hadiahnya secara spesifik.
Ini menunjukkan bahwa pasangan
benar-benar memperhatikan dan
menghargai pemberian tersebut.
Bagian ketiga adalah perencanaan
bulan madu, yang mencakup
beberapa subbagian penting.
Subbagian pertama adalah anggaran.
Pasangan harus menetapkan berapa
total biaya yang bisa dialokasikan
untuk bulan madu, termasuk tiket
pesawat atau transportasi,
akomodasi, makan, transportasi
lokal, dan uang belanja cadangan.
Anggaran ini harus realistis dan
tidak mengganggu keuangan
pasca pernikahan.
Subbagian kedua adalah dokumen
perjalanan. Buku ini mengingatkan
bahwa dokumen-dokumen penting
harus dicek dan diurus jauh-jauh
hari. Jika bulan madu ke luar negeri,
paspor harus masih berlaku minimal
enam bulan dari tanggal
keberangkatan. Visa harus diurus
jika negara tujuan mensyaratkannya.
Jika bulan madu di dalam negeri,
dokumen yang diperlukan lebih
sederhana, tapi KTP dan kartu
identitas lainnya tetap harus
disiapkan dengan baik.
Subbagian ketiga adalah pemesanan
tiket dan akomodasi. Buku ini
menyarankan agar pemesanan
dilakukan jauh-jauh hari untuk
mendapatkan harga yang lebih
murah dan ketersediaan yang lebih
baik. Pasangan juga disarankan
untuk membaca ulasan dari tamu
sebelumnya sebelum memesan
hotel atau penginapan.
Subbagian keempat adalah penitipan
hewan atau rumah. Jika pasangan
memelihara hewan seperti kucing
atau anjing, mereka harus mencari
penitipan yang terpercaya atau
meminta bantuan teman atau
keluarga untuk datang ke rumah
secara rutin memberi makan dan
membersihkan. Jika rumah akan
ditinggalkan kosong dalam waktu
lama, pastikan ada seseorang yang
bisa mengecek secara berkala,
menyiram tanaman, dan mengambil
surat atau paket yang mungkin
datang. Kunci cadangan sebaiknya
dititipkan kepada orang yang bisa
diandalkan.
Contoh Nyata Penerapan
Pasangan Fajar dan Kinan
Fajar dan Kinan baru saja
menyelesaikan semua persiapan
utama pernikahan mereka
di Yogyakarta. Kini mereka
memasuki tahap perencanaan
kado dan bulan madu.
Ceklis Pembuatan Registry
Hadiah
Fajar dan Kinan tinggal di sebuah
rumah kecil yang baru mereka beli
bersama. Rumah itu masih
memerlukan banyak perlengkapan.
Daripada menerima kado yang
tidak sesuai kebutuhan, mereka
memutuskan untuk membuat
registry hadiah.
Mereka memilih dua toko
perlengkapan rumah tangga yang
memiliki program wedding registry.
Toko pertama adalah toko besar
di pusat perbelanjaan yang menjual
peralatan dapur, tempat tidur, dan
perabot kecil. Toko kedua adalah
toko daring yang berbasis
di Indonesia dan memudahkan tamu
dari luar kota untuk memilih kado
tanpa harus datang langsung.
Fajar dan Kinan menghabiskan satu
hari Sabtu untuk berkeliling toko
pertama. Mereka membawa daftar
kebutuhan yang sudah disusun
bersama di rumah. Di bagian
peralatan dapur, mereka memilih
satu set panci stainless steel, satu
set spatula dan sendok kayu, blender,
rice cooker, dan teko listrik.
Di bagian kamar tidur, mereka
memilih dua set seprai katun, empat
sarung bantal, dan satu selimut tipis.
Mereka sengaja memilih barang
dengan harga yang bervariasi, mulai
dari yang murah seperti spatula
hingga yang cukup mahal seperti
set panci. Tujuannya agar semua
tamu, dari berbagai kalangan, bisa
memilih sesuai kemampuan mereka.
Di toko daring, mereka menambahkan
barang-barang seperti set gelas, rak
buku kecil, dan lampu meja.
Setelah registry selesai dibuat, mereka
tidak mencantumkan informasi ini
di undangan, karena menurut etiket
hal itu kurang sopan. Sebagai
gantinya, mereka memberi tahu
orang tua dan pendamping utama.
Ketika ada tamu yang bertanya,
“Kiran butuh apa?”, orang-orang
terdekat ini bisa mengarahkan
ke registry tersebut.
Etiket Ucapan Terima Kasih
Di hari pernikahan, meja gift table
dihiasi kotak kado dan amplop dari
para tamu. Panitia mencatat nama
setiap pemberi di buku kecil. Kinan
sudah menunjuk sepupunya, Dita,
untuk bertugas sebagai pencatat.
Setiap amplop dituliskan nama
pemberinya. Setiap kado yang
dibawa langsung diberi label kecil
agar tidak tertukar.
Seminggu setelah pernikahan, Fajar
dan Kinan mulai membuka kado
satu per satu di ruang tamu mereka.
Dita datang membantu mencatat.
Kinan membuka kado dengan
hati-hati, Dita mencatat nama
pemberi dan isi kado, dan Fajar
menyusun kado-kado itu di sudut
ruangan. Mereka menemukan set
panci, blender, seprai, beberapa
amplop berisi uang, dan bahkan
satu lukisan kecil dari sahabat
Kinan yang seorang pelukis.
Setelah semua kado terbuka dan
tercatat, Kinan menyiapkan kartu
ucapan terima kasih. Ia memilih kartu
kosong berwarna krem dengan gambar
ranting zaitun di sudutnya. Setiap
kartu ditulis tangan. Tidak ada yang
diketik. Kinan menulis satu per satu
sambil mengingat wajah tamu yang
hadir.
Untuk Tante Rina yang memberi set
panci, ia menulis: “Terima kasih
banyak, Tante Rina, untuk set panci
yang luar biasa. Kami sudah langsung
memakainya untuk memasak sop
ayam kesukaan kami. Rasanya lebih
istimewa karena masaknya pakai
hadiah dari Tante.”
Untuk Om Budi yang memberi
amplop berisi uang, Fajar menulis:
“Terima kasih atas hadiahnya,
Om Budi. Kami akan menyimpannya
untuk menambah dana renovasi
dapur kecil kami. Nanti kalau sudah
jadi, kami undang Om untuk makan
bersama.”
Semua kartu selesai ditulis dalam
waktu dua minggu.
Kinan mengirimkannya melalui pos,
bukan melalui pesan singkat.
Beberapa tamu yang tinggal di luar
kota menerima kartu itu dan
mengirim pesan balik:
“Wah, kartunya sudah sampai.
Terima kasih kembali. Semoga
bahagia selalu.” Kinan tersenyum
membaca setiap balasan.
Perencanaan Bulan Madu
Untuk bulan madu, Fajar dan Kinan
memutuskan untuk pergi ke Bali.
Mereka memilih Bali karena tidak
memerlukan paspor atau visa, dan
mereka berdua belum pernah
ke sana bersama.
Langkah pertama adalah anggaran.
Mereka duduk bersama di meja
ruang tamu dengan buku catatan
dan pulpen. Total anggaran yang
mereka alokasikan adalah dua belas
juta rupiah untuk tujuh hari.
Rinciannya: tiket pesawat pulang pergi
untuk dua orang sekitar tiga juta.
Akomodasi di hotel kecil di Ubud
selama enam malam sekitar lima juta.
Makan dan transportasi lokal sekitar
dua juta. Dan dua juta sisanya untuk
uang belanja dan cadangan.
Kinan memesan tiket pesawat tiga
bulan sebelum keberangkatan.
Ia sengaja memesan jauh-jauh hari
agar mendapatkan harga lebih
murah. Ia memilih maskapai
penerbangan lokal dengan jadwal
pagi, supaya tiba di Bali siang hari
dan masih punya waktu untuk
beristirahat.
Untuk akomodasi, Fajar mencari
penginapan di Ubud melalui
aplikasi pemesanan daring. Setelah
membaca banyak ulasan, mereka
memilih sebuah vila kecil yang
terletak di tengah sawah. Vilanya
tidak besar, hanya satu kamar tidur,
kolam renang kecil, dan dapur mini.
Tapi ulasan semua tamu
menyebutkan bahwa suasananya
tenang dan pemandangannya indah.
Untuk dokumen perjalanan,
karena tujuan mereka adalah Bali
yang masih di dalam negeri, mereka
hanya perlu menyiapkan KTP. Tapi
Kinan tetap memfotokopi KTP
mereka berdua dan menyimpannya
di tas terpisah dari dompet sebagai
cadangan.
Mereka juga menyusun itinerary
sederhana. Hari pertama tiba dan
beristirahat. Hari kedua menjelajahi
Ubud, ke Pasar Seni, dan ke Monkey
Forest. Hari ketiga ke Tegallalang
melihat terasering sawah.
Hari keempat snorkeling di Amed.
Hari kelima ke Tanah Lot untuk
melihat matahari terbenam.
Hari keenam dan ketujuh bebas,
tanpa rencana.
Bagian terakhir adalah penitipan
hewan dan rumah. Fajar dan
Kinan memelihara seekor kucing
jantan bernama Mochi. Mereka
tidak ingin menitipkan Mochi
di pet shop karena Mochi tidak
terbiasa dengan lingkungan asing.
Akhirnya Kinan meminta tolong
adik perempuannya, Nisa, untuk
datang ke rumah setiap hari. Tugas
Nisa adalah memberi makan Mochi
pagi dan sore, mengganti air
minumnya, dan membersihkan
kotak pasirnya. Nisa setuju.
Fajar juga menitipkan kunci rumah
cadangan ke ayahnya. “Pak, tolong
dicek sesekali. Siapa tahu ada yang
perlu diperbaiki atau ada surat
penting yang datang,” katanya.
Ayah Fajar mengangguk dan
menyimpan kunci itu di laci meja
kerjanya.
Dua hari sebelum berangkat, Fajar
dan Kinan berkemas. Mereka hanya
membawa satu koper besar dan satu
ransel. Kinan sudah mengecek
ramalan cuaca Bali di ponselnya.
Sepanjang minggu akan cerah.
Mereka siap.
Di pagi hari keberangkatan, Nisa
datang untuk mengantar sekaligus
mengambil alih tugas menjaga Mochi.
Mochi duduk di sofa, menatap koper
besar dengan mata penasaran. Kinan
mengelus kepalanya. “Jaga rumah ya,
Mochi. Seminggu lagi kita pulang.”
Mochi mengeong pelan.
Di taksi menuju bandara, Fajar
menggenggam tangan Kinan.
“Akhirnya,” katanya. “Setelah setahun
sibuk ngurusin pernikahan, sekarang
waktunya kita berdua.”
Kinan menyandarkan kepalanya
di bahu Fajar. “Dan setelah ini, kita
pulang ke rumah kita. Dengan panci
baru, seprai baru, dan hidup baru.”
Pesawat lepas landas. Bulan madu
mereka dimulai.
Bab ini ditutup dengan pengingat
bahwa menerima kado dan
merencanakan bulan madu adalah
bagian dari transisi menuju
kehidupan baru sebagai pasangan
suami istri. Ucapan terima kasih
yang tulus memperkuat hubungan
dengan keluarga dan teman.
Bulan madu yang direncanakan
dengan baik memberi waktu bagi
pasangan untuk beristirahat,
merayakan cinta, dan memulai
babak baru bersama.
