Merapikan Berdasarkan Kategori Bekerja Seperti Sihir
Marie Kondo membuka bab ini
dengan sebuah rahasia yang menjadi
inti praktis dari seluruh Metode
KonMari. Rahasia ini terdengar
sederhana, tapi efeknya sangat kuat.
Rahasianya adalah: merapikan
berdasarkan kategori barang,
bukan berdasarkan lokasi atau
ruangan.
Ini adalah pendekatan yang sangat
berbeda dari cara kebanyakan orang
merapikan. Biasanya, ketika kita
ingin membereskan rumah, kita
memulai dari satu ruangan. Hari ini
kita membereskan kamar tidur.
Besok kita membereskan dapur.
Lusa kita membereskan ruang tamu.
Pendekatan ini tampak logis.
Tapi Kondo mengatakan bahwa
pendekatan ini adalah salah satu
alasan utama mengapa banyak
orang gagal merapikan secara
tuntas.
Mengapa? Karena barang-barang
dengan kategori yang sama seringkali
tersebar di seluruh rumah. Baju tidak
hanya ada di lemari kamar tidur. Ada
baju yang terselip di laci ruang tamu.
Ada jaket yang menggantung
di belakang pintu. Ada pakaian
dalam yang tersimpan di kamar
mandi. Jika kamu hanya
membereskan kamar tidur hari ini,
kamu belum benar-benar
membereskan seluruh pakaianmu.
Kamu hanya memindahkan
kekacauan dari satu tempat
ke tempat lain. Ini bukan
merapikan. Ini hanya menyusun
ulang.
Kondo mengajarkan cara yang
berbeda. Kumpulkan semua item
dari satu kategori di satu tempat.
Jangan setengah-setengah.
Jika kamu sedang membereskan
pakaian, ambil semua pakaian dari
seluruh rumah. Bongkar lemari
kamar tidur. Keluarkan isi laci.
Ambil jaket dari gantungan
di belakang pintu. Kumpulkan baju
olahraga dari tas gym. Ambil
pakaian dalam dari kamar mandi.
Tumpuk semuanya di satu tempat,
biasanya di lantai, sehingga kamu
bisa melihatnya sekaligus.
Melihat tumpukan raksasa
pakaianmu sendiri bisa menjadi
pengalaman yang mengejutkan,
bahkan sedikit menakutkan.
Kamu mungkin tidak menyadari
bahwa kamu memiliki begitu banyak
baju. Kamu mungkin menemukan
barang-barang yang sudah lama
terlupakan. Inilah tujuan dari
langkah ini. Kamu harus melihat
volume kepemilikanmu yang
sebenarnya agar bisa membuat
keputusan yang lebih akurat. Ketika
kamu hanya melihat satu lemari,
kamu bisa dengan mudah
merasionalisasi bahwa jumlahnya
tidak terlalu banyak. Tapi ketika
seluruh pakaianmu tertumpuk
di depan mata, tidak ada lagi
tempat untuk bersembunyi dari
kenyataan.
Panduan Detail untuk Pakaian:
Metode Melipat Vertikal
Kondo kemudian memberikan
panduan yang sangat detail untuk
kategori pertama dan paling dasar:
pakaian. Tapi sebelum ia berbicara
tentang cara menyimpan, ia sudah
menekankan di Bab 2 bahwa kamu
harus menyelesaikan proses
membuang terlebih dahulu. Hanya
setelah kamu selesai memilah
pakaian mana yang membangkitkan
kebahagiaan dan mana yang tidak,
barulah kamu bisa mulai
memikirkan cara menyimpannya.
Dan cara menyimpan yang diajarkan
Kondo sangat khas. Ini mungkin
adalah salah satu kontribusinya yang
paling terkenal di dunia kerapian.
Ia menyebutnya sebagai metode
melipat vertikal.
Metode melipat pada umumnya
adalah melipat pakaian menjadi datar
dan menumpuknya satu di atas yang
lain. Kamu ambil baju, kamu lipat
menjadi persegi panjang yang rapi,
lalu kamu letakkan di atas tumpukan
baju lainnya. Hasilnya adalah
setumpuk baju yang rapi dari luar,
tapi kacau di dalam. Ketika kamu
ingin mengambil baju yang ada
di bagian bawah tumpukan, kamu
harus mengangkat semua baju
di atasnya. Ini merepotkan.
Akibatnya, tumpukan itu
lama-kelamaan menjadi berantakan.
Baju di bagian bawah juga rentan
menjadi kusut karena tertindih
beban terus-menerus.
Metode Kondo sangat berbeda.
Alih-alih menumpuk baju secara
horizontal, ia mengajarkan untuk
melipat baju menjadi sebuah paket
kecil yang bisa berdiri tegak
secara vertikal. Bayangkan
sebuah baju yang dilipat menjadi
persegi panjang kecil yang kokoh,
lalu diletakkan berdiri di dalam laci
seperti deretan buku di rak. Ketika
kamu membuka laci, kamu bisa
melihat setiap baju sekaligus,
seperti melihat judul-judul buku.
Tidak ada yang tersembunyi.
Tidak ada yang tertindih.
Metode ini memiliki beberapa
keuntungan. Yang pertama, kamu
bisa melihat semua pakaianmu
sekaligus. Ini memudahkan
pemilihan. Yang kedua, kamu tidak
perlu mengacak-acak tumpukan
untuk mengambil baju yang kamu
inginkan. Yang ketiga, pakaian tidak
menjadi kusut karena tidak ada
beban yang menindihnya.
Dan yang keempat, metode ini
menghormati pakaian. Kondo
percaya bahwa pakaian juga memiliki
energi, dan melipatnya dengan
hati-hati adalah cara untuk
menunjukkan rasa hormat dan
terima kasih atas jasanya
melindungi tubuhmu.
Jangan Menurunkan Pangkat
Pakaian
Salah satu poin paling menarik dan
paling sering diabaikan dalam bab
ini adalah larangan Kondo tentang
praktik yang sangat umum:
menurunkan pangkat pakaian
yang tidak disukai menjadi
pakaian rumah.
Hampir semua orang melakukannya.
Kamu punya baju yang sudah mulai
pudar warnanya, atau sedikit melar,
atau sudah tidak cukup bagus untuk
dipakai keluar rumah. Tapi baju itu
masih cukup layak. Tidak robek.
Masih bisa dipakai. Maka kamu
memutuskan untuk
“menurunkannya” menjadi pakaian
rumah. Baju ini akan menjadi baju
untuk tidur, untuk bersantai di akhir
pekan, atau untuk dipakai saat tidak
ada tamu yang datang.
Kondo dengan tegas menentang
praktik ini. Argumennya adalah
bahwa apa yang kita kenakan
di rumah berdampak pada
citra diri kita. Pakaian rumah
bukanlah pakaian kelas dua. Justru
di rumahlah kita menghabiskan
sebagian besar waktu kita.
Di rumahlah kita memulai dan
mengakhiri hari kita. Apa yang kita
kenakan di rumah memengaruhi
bagaimana kita merasa tentang diri
kita sendiri.
Jika kamu terus-menerus
mengenakan pakaian lama yang
sudah tidak kamu sukai, pakaian
yang pudar dan melar dan
membuatmu merasa tidak menarik,
perasaan itu akan meresap ke dalam
bawah sadarmu. Kamu akan merasa
bahwa dirimu juga tidak layak
mendapatkan yang terbaik. Kamu
akan merasa bahwa di rumah,
kamu boleh menjadi versi dirimu
yang kurang. Ini adalah pesan
negatif yang kamu kirimkan kepada
dirimu sendiri setiap hari.
Kondo menyarankan pendekatan
yang berbeda. Pakaian rumahmu
haruslah pakaian yang benar-benar
kamu sukai dan membuatmu
merasa nyaman. Tidak harus mahal.
Tidak harus mewah. Tapi harus
membangkitkan kebahagiaan. Bisa
jadi itu adalah kaos katun lembut
yang warnanya kamu suka, atau
celana longgar yang membuatmu
merasa santai tapi tetap rapi.
Pakaian rumah yang baik akan
membuatmu merasa dihargai,
bahkan ketika tidak ada orang lain
yang melihat.
Prinsip yang sama berlaku untuk
pakaian tidur. Jangan memakai
baju lama yang sudah tidak layak
sebagai baju tidur. Belilah pakaian
tidur yang khusus, yang nyaman
dan indah. Ini adalah bentuk
penghormatan pada diri sendiri.
Ini adalah cara untuk mengatakan,
“Aku layak merasa baik bahkan
saat aku tidur.” Dan ketika kamu
bangun di pagi hari dengan
perasaan segar dan mengenakan
pakaian yang kamu sukai, kamu
akan memulai hari dengan energi
yang lebih positif.
versi yang sederhana:
Oke, lanjut! Kita masuk ke Bab 3.
Di sini Marie Kondo mulai ngasih tau
lo rahasia praktis yang bakal bikin
proses beberes lo nggak sia-sia. Hint:
selama ini cara lo beberes mungkin
salah total.
Rahasia Ajaib: Beresin
Berdasarkan KATEGORI,
Bukan Ruangan!
Ini inti praktis dari seluruh Metode
KonMari. Kedengerannya simpel,
tapi efeknya dahsyat banget.
Rahasianya adalah: lo harus
merapikan berdasarkan kategori
barang, bukan berdasarkan
lokasi atau ruangan.
Coba deh lo inget-inget. Biasanya,
kalau lo mau beberes, lo mulai dari
mana? Pasti dari satu ruangan.
“Hari ini gue beresin kamar tidur.
Besok dapur. Lusa ruang tamu.”
Pendekatan ini keliatannya logis
banget. Tapi Kondo bilang, justru
ini biang kerok kenapa lo gagal mulu.
Kenapa? Karena barang dengan
kategori yang sama di rumah lo itu
biasanya nyebar kemana-mana.
Baju lo nggak cuma ada di lemari
kamar. Ada yang nyelip di laci ruang
tamu, ada jaket yang nongkrong
di belakang pintu, ada pakaian
dalam di kamar mandi. Kalau lo
cuma beresin kamar tidur, lo belum
beresin seluruh pakaian lo. Lo cuma
mindahin kekacauan dari satu
tempat ke tempat lain. Ini bukan
merapikan, ini cuma nyusun
ulang kekacauan.
Kondo ngajarin cara yang beda total.
Kumpulin semua item dari satu
kategori di satu tempat. Jangan
setengah-setengah. Kalau lo lagi
beresin kategori Pakaian, lo harus
ambil semua pakaian dari seluruh
rumah. Bongkar lemari, kuras isi laci,
ambil jaket dari gantungan, baju
olahraga dari tas gym, pakaian dalam
dari kamar mandi. Tumpuk
semuanya di lantai, bikin
“gunung baju” biar lo bisa ngeliat
semuanya sekaligus.
Ngelihat tumpukan raksasa baju lo
sendiri bisa jadi pengalaman yang
bikin kaget, bahkan agak serem.
Lo mungkin nggak nyadar selama
ini kalau lo punya baju sebanyak itu.
Lo mungkin nemu barang yang udah
lama banget lo lupakan. Nah, ini
tujuannya. Lo harus ngeliat volume
kepemilikan lo yang sebenarnya
biar bisa bikin keputusan yang
akurat. Pas lo cuma ngeliat satu
lemari, gampang banget buat
nge-rasionalisasi,
“Ah, nggak banyak kok.” Tapi pas
seluruh baju lo numpuk di depan
mata, nggak ada lagi tempat buat
lo ngumpet dari kenyataan.
Jurus Melipat Vertikal:
Bikin Laci Lo Kayak Rak Buku
Setelah lo selesai milah (INGAT:
buang dulu, simpan nanti!), Kondo
ngasih panduan cara nyimpan yang
jadi ciri khasnya banget.
Ini mungkin kontribusi dia yang
paling terkenal di dunia per-beresan:
metode melipat vertikal.
Biasanya, lo lipet baju jadi datar,
terus lo tumpuk satu di atas
yang lain kayak pancake. Hasilnya,
tumpukan baju yang keliatan rapi
dari luar, tapi dalemnya chaos. Pas
lo pengen ambil baju yang di bawah,
lo harus angkat semua baju
di atasnya. Repot. Akhirnya,
tumpukan itu lama-lama berantakan
lagi. Baju di bawah juga gampang
kusut karena ketindihan terus.
Metode Kondo beda. Alih-alih
numpuk horizontal, dia ngajarin lo
melipet baju jadi paket kecil
yang bisa berdiri tegak secara
vertikal. Bayangin baju lo dilipet
jadi persegi panjang kecil yang
kokoh, terus lo jejerin berdiri
di dalem laci kayak deretan buku
di rak. Pas lo buka laci, lo bisa
langsung ngeliat setiap baju lo
sekaligus, persis kayak lo ngeliat
judul-judul buku. Nggak ada yang
ketutupan, nggak ada yang
ketindihan.
Keuntungannya banyak banget.
Lo bisa ngeliat semua koleksi lo
sekaligus, gampang milihnya.
Lo nggak perlu ngacak-ngacak
tumpukan. Pakaian lo nggak
gampang kusut. Dan yang paling
Kondo banget: metode ini
menghormati pakaian lo.
Dia percaya pakaian juga punya
energi, dan ngelipetnya dengan
hati-hati adalah cara lo bilang
makasih karena udah ngelindungin
badan lo.

Jangan “Turunin Pangkat”
Baju Lo Jadi Baju Rumah!
Ini salah satu poin paling ngena
di bab ini yang sering banget lo
lakuin tanpa sadar. Kondo secara
tegas ngelarang lo menurunkan
pangkat pakaian yang udah
nggak lo suka jadi pakaian
rumah.
Hampir semua orang ngelakuin
ini. Lo punya baju yang warnanya
udah mulai pudar, atau bahannya
mulai melar, atau udah nggak
cukup bagus buat dipake keluar.
Tapi kan masih layak, belum robek.
Akhirnya lo putusin, “Ah, ini gue pake
di rumah aja deh.” Baju ini bakal jadi
baju tidur, baju nyantai akhir pekan,
atau baju pas nggak ada tamu.
Kondo nolak keras. Argumennya:
apa yang lo kenakan di rumah itu
nge-dampak ke citra diri lo.
Pakaian rumah itu bukan pakaian
kelas dua. Justru di rumahlah lo
ngabisin sebagian besar waktu lo.
Di rumahlah lo mulai dan ngakhiri
hari lo. Apa yang lo pake di rumah
ngaruh ke gimana perasaan lo
tentang diri sendiri.
Kalau lo terus-terusan pake baju lama
yang udah nggak lo suka, baju yang
pudar dan melar dan bikin lo ngerasa
nggak menarik, perasaan itu bakal
ngeresep ke alam bawah sadar lo.
Lo bakal ngerasa bahwa diri lo juga
nggak layak dapet yang terbaik. Lo
bakal ngerasa bahwa di rumah, lo
boleh jadi versi diri lo yang “kurang”.
Ini adalah pesan negatif yang lo
kirim ke diri lo sendiri setiap hari.
Kondo nyaranin pendekatan yang beda.
Pakaian rumah lo haruslah
pakaian yang beneran lo suka dan
bikin lo nyaman. Nggak harus mahal,
nggak harus mewah. Tapi harus bikin
hati lo seneng. Bisa jadi itu kaos katun
lembut yang warnanya lo suka, atau
celana longgar yang bikin lo rileks tapi
tetep rapi. Pakaian rumah yang baik
bakal bikin lo ngerasa dihargai,
bahkan pas nggak ada orang lain
yang ngeliat.
Prinsip yang sama berlaku buat
pakaian tidur. Jangan pake baju lama
yang udah nggak layak sebagai baju
tidur. Beli pakaian tidur yang khusus,
yang nyaman dan indah. Ini adalah
bentuk penghormatan ke diri
sendiri. Cara lo buat bilang,
“Gue layak ngerasa nyaman bahkan
pas gue tidur.” Dan pas lo bangun
pagi dengan perasaan seger dan pake
baju yang lo suka, lo bakal mulai hari
dengan energi yang jauh lebih positif.
